Studi komparasi tentang perbedaan kecerdasan emosional remaja di Homeschooling dan SMP Negeri 8 Bandung

Padamayan, Arinal Haq (2013) Studi komparasi tentang perbedaan kecerdasan emosional remaja di Homeschooling dan SMP Negeri 8 Bandung. Diploma thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
1_cover.pdf

Download (95kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf

Download (154kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
3_daftarisi.pdf

Download (106kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
BAB I.pdf

Download (176kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (386kB)
[img] Text (BAB III)
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (208kB)
[img] Text (BAB IV)
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (176kB)
[img] Text (BAB V)
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (100kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
5_daftarpustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (129kB)

Abstract

Dalam Papalia, remaja adalah suatu masa peralihan antara akil baligh (puberty) dan dewasa, suatu masa pancaroba dalam perkembangan fisik, kognitif, emosi, dan sosial, juga merupakan transisi dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Menurut Hurlock, remaja adalah mereka yang berada pada usia 12-18 tahun. Monks, memberi batasan usia remaja adalah 12-21 tahun. Menurut Stanley Hall (dalam Santrock, 2003) usia remaja berada pada rentang 12-23 tahun. tugas utama remaja adalah menghadapi identity versus identity confusion, yang merupakan krisis ke-5 dalam tahap perkembangan psikososial yang diutarakannya. Tugas perkembangan remaja yaitu mencari identitas diri agar nantinya remaja dapat menjadi orang dewasa yang unik dengan sense of self yang koheren dan peran yang bernilai di masyarakat. Remaja harus berusaha untuk melakukan penyesuaian mental dan menentukan peran, sikap, nilai, serta minat yang dimilikinya. Kecerdasan emosi merupakan kemampuan untuk memantau dan mengendalikan perasaan sendiri dan orang lain dan menggunakan perasaan-perasaan tersebut untuk memadu pikiran dan tindakan. Pada mulanya Goleman menyebut 5 dimensi guna mengembangkan kecerdasan emosi yaitu penyadaran diri, mengelola emosi, motivasi diri, empati dan keterampilan sosial (Goleman, 1999). Penelitian ini menggunakan studi komparasi tentang kecerdasan emosional antara siswa homeschooling dan SMP Negeri 8 Bandung. 21 orang dari populasi homeschooling dan 30 sampel dari populasi SMP Negeri 8 Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian komparasi Pengambilan sampel menggunakan teknik simpel random sampling. Skala kecerdasan emosi menggunakan skala model Likert. Skala ini merupakan skala ordinal. Analisis deskriptif menunjukkan perbedaan yang tidak signifikan antara kecrdasan emosional remaja di homeschooling dengan SMPN 8 Bandung. Kecerdasan emosional remaja di homeschooling lebih besar 4,76% higher daripada SMPN 8 Bandung. Dan dari hasil analisis inferensial, tidak terdapat perbedaan kecrdasan emosional antara keduanya. Hal itu terlihat dari nilai Asym Sig (2-tailed) 0,162, lebih besar dari koefisien korelasi (α=0,05), jadi H0 diterima and H1 ditolak.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: kecerdasan emosional; Homeschooling;
Subjects: Differential and Developmental Psychology > Psychology of Young People Twelve to Twenty
Divisions: Fakultas Psikologi > Program Studi Psikologi
Depositing User: Users 30 not found.
Date Deposited: 09 Feb 2016 04:19
Last Modified: 18 Apr 2019 05:12
URI: http://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/308

Actions (login required)

View Item View Item