‘Azimah, rukhsakh dan raf'u taklif dalam pelaksanaan tuntutan hukum ibadah ketika terjadi wabah virus Covid-19

Anwar, Yayan Khaerul and Zulbaidah, Zulbaidah and Syaripudin, Dadang and Mahbub, Mohammad ‘Azimah, rukhsakh dan raf'u taklif dalam pelaksanaan tuntutan hukum ibadah ketika terjadi wabah virus Covid-19. Karya Tulis Ilmiah LP2M UIN SGD Bandung. ISSN - (Unpublished)

[img]
Preview
Text (Karya Tulis Ilmiah Dosen)
Artikel KTI FSH Kelompok 19 (Ushul Fiqh)-dikonversi.pdf

Download (542kB) | Preview

Abstract

Perubahan pelaksanaan tuntutan hukum, sangat dipengaruhi oleh pertimbangan mashlahat dan mafsadat yang akan ditimbulkan pada saat tuntutan hukum tersebut dilakukan oleh subjek hukum (mukallaf). Kemafsadatan yang dialami mukallaf baik pada tingkat haji (al-masaqqah) atau pun pada tingkat dharūrĩ merupakan faktor yang menentukan perubahan tuntutan pelaksanaan hukum. Pelaksanaan ibadah ketika terjadi wabah virus covid-19 (shalat berjamaah, jumatan, tarawih, ‘ied, umrah dan hajji) adalah topik yang hangat dan tidak jarang menuai perdebatan. tulisan ini akan mencoba mengurai masalah tersebut dengan menggunakan pendekatan konsep `azīmah, rukhsah dan raf’u taklif dalam ushul fiqh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) bagaimana konsep `azīmah, rukhsah dan raf’u taklif dalam ushul fiqh; dan 2) bagaimana aplikasi konsep `azīmah, rukhsah dan raf’u taklif dalam ushul fiqh terhadap pelaksanaan ibadah (shalat berjamaah di masjid, jumatan, tarawih, ‘ied, umrah dan hajji) ketika terjadi wabah virus covid-19. Jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka (library research), metode yang digunakan adalah deskriptif analisis dan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan normative. Hasil penelitian menunjukkan: 1) `azīmah adalah pelaksanaan tuntutan hukum yang dilakukan dengan sempurna sesuai dengan ketentuan pokok dan secara keseluruhan menunculkan kemashlahatan bagi mukallaf, rukhshah adalah pelaksanaan tuntutan hukum dengan cara mengurangi dari ketentuan pokok karena bila dilakukan secara sempurna mukallaf akan mengalami kerusakan pada tingkat haji (al-masaqqah), dan raf’u taklif adalah bebasnya mukallaf dari tuntutan dan saknsi hukum dikarenakan pelaksanaan tuntutan hukum akan menimbulkan kerusakan bagi mukallaf pada tingkat dharūrĩ/dharūrāt. 2) pelaksanaan tuntutan ibadah ketika terjadi wabah Covid-19 dapat dikategorikan kedalam dua kategori: a) pelaksanaan shalat berjamaah di masjid menjadi di rumah, jumatan menjadi shalat dzuhur di rumah, shalat tarawih dan ‘ied di rumah adalah bentuk perubahan pelaksanaan tuntutan hukum dari `azīmah ke rukhshah; b) tuntutan hukum untuk menunaikan ibadah umrah dan hajji menjadi gugur ketika terjadi wabah Covid-19, dengan demikian apabila seorang mukallaf sudah istitha’ah untuk melaksanakan ibadah umrah/hajji tapi ternyata pelaksanaanya bersamaan dengan terjadinya wabah, maka baginya gugur kewajiban umrah/hajji dan bila ia meninggal sebelum datang musim berikutnya ahli waris tidak wajib melaksanakanya. Pernyataan umum sebagai kesimpulan penelitian ini adalah bahwa keutamaan dalam pelaksanaan ibadah sangat tergantung kepada sejauh mana kemanfaatan dan kemafsadatan yang dimunculkannya. Bila terjadi perbedaan pendapat maka putusan pemerintah menjadi solusinya. Kata Kunci: `Azīmah, Rukhsah dan Raf’u taklif.

Item Type: Article
Subjects: Fikih (Fiqih, Fiqh), Hukum Islam > Usul Fikih
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Program Studi Perbandingan Madzhab dan Hukum
Depositing User: Yayan Khaerul Anwar
Date Deposited: 05 May 2020 14:17
Last Modified: 05 May 2020 14:17
URI: http://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/30835

Actions (login required)

View Item View Item