Analisis putusan Mahkamah Agung nomor 46/P/HUM/2018 terkait Judicial Riview larangan eks napi koruptor menjadi calon anggota legislatif ditinjau dari Siyasah Qadhaiyyah

Utari, Annisa (0014) Analisis putusan Mahkamah Agung nomor 46/P/HUM/2018 terkait Judicial Riview larangan eks napi koruptor menjadi calon anggota legislatif ditinjau dari Siyasah Qadhaiyyah. Diploma thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
1_cover.pdf

Download (16kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf

Download (192kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
3_daftarisi.pdf

Download (129kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
4_bab1.pdf

Download (397kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
5_bab2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (341kB) | Request a copy
[img] Text (BAB III)
6_bab3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (398kB) | Request a copy
[img] Text (BAB IV)
7_bab4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (168kB) | Request a copy
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
8_daftarpustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (353kB) | Request a copy

Abstract

INDONESIA : Penelitian ini dilatarbelakangi oleh lahirnya PKPU Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pencalonan Anggota DPR, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota yang dibuat oleh KPU (Komisi Pemilihan Umum). Dimana pada Pasal 4 ayat (3) terdapat frasa “mantan terpidana korupsi”. Hal ini bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi, yaitu dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum juncto Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan, karenanya Maahkamah Agung memutuskan bahwa PKPU Nomor 20 Tahun 2018 tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat dan tidak berlaku. Tujuan Penelitian ini adalah Pertama, mengetahui pertimbangan hukum Mahkamah Agung dalam Putusan Mahkamah Agung Nomor 46 P/HUM/2018. Kedua, mengetahui akibat hukum yang ditimbulkan terhadap calon anggota legislatif eks napi koruptor setelah adanya putusan Mahkamah Agung Nomor 46 P/HUM/2018. Ketiga, Untuk mengetahui tinjauan Siyasah Qadhaiyyah terhadap putusan Mahkamah Agung Nomor 46 P/HUM/2018. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriftif analisis, yaitu metode penelitian yang tujuannya memberikan gambaran secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta serta hubungan antara kejadian yang diselidiki untuk kemudian dianalisis. Metode pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan pendekatan yuridis normatif. Yurids Normatif adalah penelitian yang dilakukan dengan cara meneliti data sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik studi kepustakaan (Library Research) yaitu pengumpulan data dengan melakukan penelaahan dan mengutip dari bahan-bahan pustaka (buku-buku). Teori yang digunakan untuk menjawab rumusan masalah dalam penelitian ini adalah merujuk pada teori kepastian hukum, keadilan, kemanfaatan hukum, kekuasaan kehakiman, serta konsep siyasah qadhaiyyah yang menjadi pisau analisis penulis dalam mengkaji Putusan Mahkamah Agung Nomor 46 P/Hum/2018 terkait Judicial Review pencalonan kembali mantan koruptor. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: 1). Pertimbangan hukum Mahkamah Agung dalam Putusan Nomor 46 P/Hum/2018 memperhatikan Hak warga negara; Konsep demokrasi; Asas lex specialis derogat lex generalis. Maka, Mahkamah Agung mengabulkan permohonan keberatan Hak Uji Materil tersebut. 2). Akibat hukum yang ditimbulkan oleh Putusan Mahkamah Agung Nomor 46 P/Hum/2018 ialah eks napi koruptor dapat mencalonkan diri sebagai calon anggota Legistatif sehingga lahir PKPU baru dari PKPU Nomor 20 Tahun 2018 menjadi PKPU Nomor 31 Tahun 2018. 3). Tinjauan Siyasah Qadhaiyyah mengenai Putusan Mahkamah Agung Nomor 46 P/Hum/2018 telah sesuai mekanisme pelaksanaan hukum islam, dan prinsip-prinsip yang terkandung di dalam Siyasah Qadhaiyyah. ENGLISH : This research was motivated by the birth of PKPU Number 20 of 2018 concerning the Nomination of Members of DPR, Provincial DPRD and Regency / City DPRD made by KPU (General Election Commission). Where in Article 4 paragraph (3) there is the phrase "former convicted of corruption". This contradicts higher laws and regulations, namely Law Number 7 of 2017 concerning General Elections in conjunction with Law Number 12 of 2011 concerning Formation of Laws and Regulations, therefore the Supreme Court ruled that PKPU Number 20 of 2018 was not has binding legal force and does not apply. The purpose of this study is First, to know the legal considerations of the Supreme Court in the Supreme Court Decision Number 46 P / HUM / 2018. Second, knowing the legal consequences caused to prospective members of the legislature ex-convicted corrupt after the Supreme Court's decision No. 46 P / HUM / 2018. Third, to find out Siyasah Qadhaiyyah's review of the Supreme Court's decision No. 46 P / HUM / 2018. The method used in this study is a descriptive analysis method, a research method whose purpose is to provide a systematic, factual, and accurate picture of the facts and the relationship between the events being investigated for later analysis. The research approach method used in this study is the normative juridical approach. Normative yurids are research conducted by examining secondary data. Data collection is carried out by using library research techniques, namely collecting data by studying and quoting from library materials (books). The theory used to answer the formulation of the problem in this research is to refer to the theory of legal certainty, justice, legal usefulness, judicial power, and the concept of qyhaiyyah siyasah which is the author's knife in analyzing the Supreme Court's Decision Number 46 P / Hum / 2018 related to Judicial Review nomination returning ex-corrupt. The results of this study indicate that: 1). Legal considerations of the Supreme Court in Decision Number 46 P / Hum / 2018 pay attention to the rights of citizens; The concept of democracy; The lex specialis principle derogat lex generalis. Therefore, the Supreme Court granted the appeal for the objection to the Material Test. 2). The legal consequences arising from the Supreme Court Decision Number 46 P / Hum / 2018 is that ex-convicts can nominate themselves as candidates for the Legislative Members so that a new PKPU is born from PKPU Number 20 of 2018 to PKPU Number 31 of 2018. 3). Siyasah Qadhaiyyah's review of the Supreme Court's Decision Number 46 P / Hum / 2018 has been in accordance with the mechanism of implementing Islamic law, and the principles contained in Siyasah Qadhaiyyah. ARAB : كان الدافع وراء هذا البحث هو ولادة PKPU رقم 20 لعام 2018 بشأن ترشيح أعضاء من DPR و DPRD الإقليمية و Regency / City DPRD من قبل KPU (لجنة الانتخابات العامة). حيث ترد في الفقرة (3) من المادة 4 عبارة "المدان سابقاً بالفساد". وهذا يتعارض مع القوانين واللوائح العليا ، أي القانون رقم 7 لسنة 2017 بشأن الانتخابات العامة بالاقتران مع القانون رقم 12 لسنة 2011 بشأن صياغة القوانين واللوائح ، لذلك قضت المحكمة العليا بأن PKPU رقم 20 لعام 2018 لم يكن لديها قوة قانونية ملزمة ولا تنطبق. الغرض من هذه الدراسة هو أولاً ، معرفة الاعتبارات القانونية للمحكمة العليا في قرار المحكمة العليا رقم 46 P / HUM / 2018. ثانياً ، معرفة العواقب القانونية التي لحقت بأعضاء الهيئة التشريعية المحتملين الفاسدين السابقين بعد قرار المحكمة العليا رقم 46 P / HUM / 2018. ثالثًا ، لمعرفة مراجعة سياسة القضيحية لقرار المحكمة العليا رقم 46 P / HUM / 2018. الطريقة المستخدمة في هذه الدراسة هي طريقة تحليل وصفي ، وهي طريقة بحثية تهدف إلى توفير صورة منهجية وواقعية ودقيقة للحقائق والعلاقة بين الأحداث التي تم التحقيق فيها لتحليلها لاحقًا. طريقة البحث المستخدمة في هذه الدراسة هي المنهج القانوني المعياري. يوريدات المعيارية هي البحوث التي أجريت من خلال فحص البيانات الثانوية. يتم جمع البيانات باستخدام تقنيات البحث في المكتبة ، أي جمع البيانات من خلال الدراسة والاقتباس من مواد المكتبة (الكتب). النظرية المستخدمة للإجابة على صياغة المشكلة في هذا البحث هي الإشارة إلى نظرية اليقين القانوني والعدالة والمنفعة القانونية والسلطة القضائية ومفهوم qyhaiyyah siyasah وهو سكين المؤلف في تحليل قرار المحكمة العليا رقم 46 P / Hum / 2018 المتعلق بترشيح المراجعة القضائية عودة الفاسدين السابقين. تشير نتائج هذه الدراسة إلى: 1). الاعتبارات القانونية للمحكمة العليا في القرار رقم 46 P / Hum / 2018 تولي اهتماما لحقوق المواطنين ؛ مفهوم الديمقراطية ؛ مبدأ التخصيص القانون العام. لذلك ، منحت المحكمة العليا الاستئناف من أجل الحق في الحكم على المواد. 2). العواقب القانونية الناشئة عن قرار المحكمة العليا رقم 46 P / Hum / 2018 هي أن المدانين السابقين يمكنهم ترشيح أنفسهم كمرشحين للأعضاء التشريعيين بحيث يولد PKPU جديد من PKPU رقم 20 لعام 2018 إلى PKPU رقم 31 لعام 2018. 3). كانت مراجعة سياسة القضاء على قرار المحكمة العليا رقم 46 ص / هوم / 2018 متوافقة مع آلية تطبيق الشريعة الإسلامية ، والمبادئ الواردة في سياسة القضية.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Mahkamah Agung;Judicial Review;PKPU;Siyasah Qadhaiyyah
Subjects: Islam > Religious Ceremonial Laws and Decisions
Constitutional and Administrative Law
Constitutional and Administrative Law > Election Law
Constitutional and Administrative Law > Constitutional Law of Indonesia
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Program Studi Hukum Ketatanegaraan dan Politik Islam (Siyasah)
Depositing User: Annisa Utari Sutaryat
Date Deposited: 06 Jul 2020 10:35
Last Modified: 06 Jul 2020 10:35
URI: http://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/31659

Actions (login required)

View Item View Item