Gaya hidup komunitas Itasha Jepang : Penelitian pada komunitas Itasha Jepang di Cihampelas Kota Bandung

Tamara, Dicky (2018) Gaya hidup komunitas Itasha Jepang : Penelitian pada komunitas Itasha Jepang di Cihampelas Kota Bandung. Diploma thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
1_cover.pdf

Download (198kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf

Download (201kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
3_daftarisi.pdf

Download (316kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
4_bab1.pdf

Download (452kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
5_bab2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (726kB) | Request a copy
[img] Text (BAB III)
6_bab3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (254kB) | Request a copy
[img] Text (BAB IV)
7_bab4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
[img] Text (BAB V)
8_bab5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (206kB) | Request a copy
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
9_daftarpustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (312kB) | Request a copy

Abstract

Setiap komunitas memiliki anggota atau kelompok dengan identitasnya sendiri. Identitas merupakan sesuatu yang dimiliki secara bersama-sama oleh sebuah komunitas atau kelompok masyarakat tertentu yang sekaligus membedakan mereka dari komunitas atau kelompok masyarakat lainnya. Salah satu identitas yang membedakan satu dengan komunits lainnya adalah gaya hidup. Gaya hidup merupakan identitas diri di dalam suatu masyarakat, yang membedakan antara satu dengan orang lain, hal ini meliputi bagaimana seorang individu ingin dikenal dan diakui keberadaannya oleh masyarakat. Penelitian ini ingin meneliti tentang gaya hidup komunitas itasha sehingga dapat diketahui identitas kelompoknya. Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui sejarah atau perkembangan, motivasi dan tujuan serta bagaimana bentuk gaya hidup komunitas itasha Jepang di Kota Bandung. Penelitian ini berangkat dari teori bahwa gaya hidup yang dimiliki masing-masing individu pastinya akan berbeda satu sama lain. Gaya hidup akan berkembang secara kreatif dalam diri seseorang sebagai kekuatan ketiga, atau biasa disebut creative power of the self. Sehingga semua orang berpotensi untuk mengembangkan dirinya sesuai dengan gaya hidupnya. Artinya, setiap orang memiliki tujuan, perasaan inferior, berjuang menjadi superior dan dapat mewarnai atau tidak mewarnai usaha superiornya dengan minat sosial, setiap orang melakukannya dengan gaya hidup yang berbeda-beda. Secara umum, penelitian ini menggunaka pendekatan kualitatif dan metode deskriptif, dengan menekankan pada pemberian gambaran atau melukis jelaskan mengenai gejala-gejala yang terjadi dimasyarakat (dalam hal ini para komunitas itasha) atau peristiwa yang paling actual (dalam hal ini gaya hidup komunitas mereka). Adapun langkah-langkah penelitiannya adalah dari menentukan metode, jenis data, sumber data, teknik pengumpulan data hingga teknik analisis data, dan diakhiri dengan kesimpulan. Kesimpulan penelitian ini bahwa sejarah berkembangnya itasha di Kota Bandung, diawali dengan perkembangan Itasha Jepang masuk ke Indonesia tahun 2007. Dan tahun 2013 mulai semarak tentang budaya Itasha (mobil yang dihias), Itansha (motor yang dihias) serta Itachari (sepeda yang dihias), mulai berkembang sejalan dengan berkembangnya budaya otaku dan maraknya budaya cosplayer. Adapun motivasi remaja masuk komunitas itasha ini dibagi dua yaitu motivasi internal dan eksternal. Motivasi internal diantaranya untuk memperjelas identitas kelompok, menambah relasi, menambah wawasan serta berbagi informasi dan belajar. Sedangkan motivasi eksternal diantaranya pengaruh lingkungan kelompok atau teman sebaya dan mengadakan perkumpulan-perkumpulan positif. Sedangkan bentuk gaya hidup komunitas itasha Jepang di Kota Bandung berkaitan dengan 4 hal yaitu (1). Karakteristik (Usia dan Asal Keluarga). Rata-rata usia mereka rema antara 16-21 tahun, dan keluarga mereka kategori keluarga cukup dan mapan. (2). Waktu Luang dan Jenis Aktivitas. Adapun waktu luang diisi dengan sejumlah aktivitas seperti aktivitas olah raga dan rekreasi, aktivitas social dan aktivitas peningkatan kapasitas diri. (3). Cara Berpakaian. Cara berpakain berbeda dengan komunitas otaku dan cosplay yang sama-sama penyuka atribut Jepang. Itasha lebih kepada modif kendaraan motor dan mobil, tidak ke pakaian. (4). Tempat Bergaul dan Tempat Berinteraksi. Banyak tempat yang dijadikan sarana bergaul dan berinteraksi, salah satunya mall, cape dan lainnya.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Gaya Hidup; Itasha;
Subjects: Communities
Communities > Urban Communities, Cities
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Sosiologi
Depositing User: Dicky Tamara
Date Deposited: 02 Oct 2020 02:39
Last Modified: 02 Oct 2020 02:39
URI: http://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/33928

Actions (login required)

View Item View Item