Tawuran Pelajar di Kabupaten Purwakarta (Studi Kasus pada SMK Bina Taruna dan SMK YKS di Kabupaten Purwakarta)

Ahmad Dahlan, Ahmad (1211105009) (2015) Tawuran Pelajar di Kabupaten Purwakarta (Studi Kasus pada SMK Bina Taruna dan SMK YKS di Kabupaten Purwakarta). Diploma thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
1_cover.pdf

Download (109kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf

Download (104kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
3_daftarisi.pdf

Download (212kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
4_bab1.pdf

Download (349kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
5_bab2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (498kB)
[img] Text (BAB III)
6_bab3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (246kB)
[img] Text (BAB IV)
7_bab4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (343kB)
[img] Text (BAB V)
8_bab5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (106kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
9_daftarpustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (200kB)

Abstract

Tawuran antar pelajar akhir-akhir ini telah menjadi potret buram dunia pendidikan. Pelakunya bukan saja dikalangan mahasiswa, tetapi yang lebih memprihatinkan adalah terjadi dikalangan siswa SMP dan SMA. Sejatinya, pelajar menjadi tolak ukur masa depan bangsa, tetapi peristiwa tawuran telah mendistorsi hakikat dan fungsi pelajar. Aksi tawuran identik dengan suatu kegiatan perkelahian atau tindak kekerasan yang dilakukan oleh sekelompok siswa atau suatu rumpun masyarakat. Sehingga seringkali tawuran menimbulkan kerugian baik diri si pelaku maupun rusaknya sarana dan prasarana umum yang ada. Sebagaimana halnya kasus tawuran antara SMK Bina Taruna dengan SMK YKS di Purwakarta. Tawuran yang melibatkan dua sekolah banyak menimbulkan korban kedua belah piha. Fokus penelitian ini adalah mengapa terjadi tawuran kedua SMK tersebut ?. Tujuan penelitian ini untuk mengungkap peristiwa tawuran yang terjadi di SMK Bina Taruna dengan SMK YKS di Purwakarta. Baik bentuk peristiwa tawurannya, latar belakang terjadinya aksi tawuran serta bagaimana upaya pihak sekolah mengatasi tawuran tersebut. Kerangka pemikiran ini didasarkan tentang masa pertumbuhan seseorang menjadi remaja. Masa remaja dianggap sebagai masa pencarian identitas diri seorang remaja, sehingga masa itu sering disebut dengan masa mencari jati diri, masa pemberontakan, masa mencoba dan lain sebagainya. Pada masa ini, seorang remaja seringkali menampilkan beragam gejolak emosi, menarik diri dari keluarga, serta mengalami banyak masalah, baik di rumah, sekolah, atau di lingkungan pertemanannya. Tawuran pada anak-anak SMA yang dianggap masa remaja dimungkinkan berkaitan dengan teori tersebut. Begitupun jika dianalisis berdasarkan teori konflik bahwa konflik terjadi adanya permusuhan yang kuat diantara kedua belah pihak, serta perbedaan-perbaedaan baik kepentingan,persepsi dan lainnya yang tidak dicapai secara bersama. Oleh karenanya tawuran bisa dikategorikan konflik kepentingan, antar masing-masing siswa sekolah. Secara umum, penelitian ini mendasarkan pada metode deskriptif, dengan menekankan pada pemberian gambaran atau melukis jelaskan mengenai gejala-gejala yang terjadi dimasyarakat atau peristiwa yang paling aktual. Adapun langkah-langkah penelitiannya adalah dari menentukan metode, jenis data, sumber data, teknik pengumpulan data hingga teknik analisis data, dan diakhiri dengan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan sepanjang tahun 2013 tercatat 3 kali peritiwa tawuran terjadi hingga memakan korban. Dari 6 SMK yang melakukan tawuran, dua yang menjadi perhatian penulis yaitu SMK Bina Taruna dan SMK YKS. Peristiwa tawuran kedua sekolah tersebut bermula saling ejek dan kemudian menimbulkan aksi tawuran, hingga menimbulkan luka-luka dikedua belah pihak. Hingga saat ini peristiwa tersebut sudah ditangani oleh pihak sekolah dan kepolisian. Beberapa faktor penyebab tawuran di SMK Bina Taruna dan SMK YKS ada dua yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal diantaranya adu gengsi, dendam lama, masalah perempuan (pacar), dan ketersinggungan atau saling ejek. Adapaun faktor eksternalnya yaitu kurang kasih sayang orang tua, lingkungan pergaulan, perkembangan iptek yang berdampak negatif, kekerasan dalam lingkungan keluarga, kebebasan berlebihan dan masalah ekonomi. Adapun upaya yang dilakukan pihak sekolah dalam mengatasi aksi tawuran adalah melakukan komunikasi dengan terutama kepada pihak keluarga (orang tua siswa), guru-guru (sekolah) dan masyarakat (lingkungan). Upaya lainnya adalah lewat pemberdayaan kurikulum yang mengarah kepada pendidikan karakter, diantaranya melakukan budaya 5S, teladan guru, kegiatan keagamaan, razia dadakan, larangan membawa hand phone dan lainnya.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Tawuran Pelajar; Remaja; SMK
Subjects: Culture and Institutions
Education
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Sosiologi
Depositing User: Sopia Respiawati
Date Deposited: 31 May 2017 07:26
Last Modified: 31 May 2017 07:26
URI: http://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/3763

Actions (login required)

View Item View Item