Pola Interaksi Masyarakat Pendatang dengan Masyarakat Lokal dalam Keragaman Etnis (Studi Deskriptif di RW 04 & RT 06 Desa Rancapanggung Kec. Cililin Kab. Bandung Barat)

Krisno Agung Suanda, Krisno (2016) Pola Interaksi Masyarakat Pendatang dengan Masyarakat Lokal dalam Keragaman Etnis (Studi Deskriptif di RW 04 & RT 06 Desa Rancapanggung Kec. Cililin Kab. Bandung Barat). Diploma thesis, Perpustakaan UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
1_cover.pdf

Download (113kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf

Download (193kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
3_daftarisi.pdf

Download (112kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
4_bab1.pdf

Download (356kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
5_bab2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (450kB)
[img] Text (BAB III)
6_bab3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (272kB)
[img] Text (BAB IV)
7_bab4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (453kB)
[img]
Preview
Text (BAB V)
8_bab5.pdf

Download (204kB) | Preview
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
9_daftarpustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (216kB)

Abstract

Desa Rancapanggung merupakan tempat tinggal masyarakat etnis Sunda, kemudian banyak pendatang yang tertarik untuk menetap di wilayah ini. Dari data yang ada, terdapat 295 orang pendatang (Madura, Jawa, Batak dan Padang) yang memilih tinggal dan menetap. Dalam kehidupan sehari-hari, ternyata secara umum masyarakat pendatang dapat bergaul dengan masyarakat pribumi, kalaupun terjadi kontradiksi diantara mereka dapat diselesaikan secara baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola interaksi antara masyarakat pendatang dengan masyarakat lokal dalam keragaman etnis, serta gambaran asimilasi dan akulturasi yang terjadi di RW 04 dan 06 Desa Rancapanggung Kec. Cililin Kab. Bandung Barat. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Interaksionisme Simbolik yang dikemukakan oleh George Herbert Mead, yang mengatakan bahwa simbol adalah objek sosial yang dipakai untuk mempresentasikan (atau menggantikan) apapun yang disetujui orang yang akan mereka presentasikan. Dalam penelitian, pola interaksi yang terjalin diantara pendatang dengan pribumi dalam kehidupan sehari-hari sangat baik. Karena komunikasi dan hubungan yang terjalin dapat diterima oleh kedua belah pihak, meskipun dalam keseharian mereka tentu saja memunculkan komunikasi yang berbeda-beda (bahasa dan simbol tertentu). Teori Interaksionisme Simbolik membayangkan bahasa sebagai sistem simbol yang sangat luas. Simbol dapat memunculkan makna yang lebih luas dibandingkan dengan berbahasa secara lisan. Kemudian, berbagai uraian yang meyangkut keragaman etnis dari mulai definisi, pembentukan, kelompok merupakan teori pendukung/operasional dalam penelitian ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, yaitu menganalisis, menggambarkan dan meringkas berbagai kondisi serta situasi apa adanya dilapangan dari berbagai data yang dikumpulkan melalui wawancara, obserpasi dan studi dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini diambil dari Aparat Desa Rancapanggung Bagian Kemasyarakatan dan Masyarakat secara umum, serta banyak yang menjadi objek penelitian serta berbagai sumber bacaan sebagai sumber tambahan. Adapun Wawancara dilakukan dengan 13 orang informan. Dari hasil penelitian ini, diketahui bahwa interaksi yang dibangun baik oleh masyarakat pendatang maupun pribumi ialah kerjasama (Cooperation), hal ini dapat terlihat dari interaksi masyarakat pendatang yang dapat berbaur dan bekerjasama dengan masyarakat pribumi. Selain itu, adanya penyesuaian lingkungan yang dilakukan oleh pendatang dengan mengikuti kebudayaan masyarakat sekitar. Gambaran asimilasi dan akulturasi dari masyarakat pendatang dengan masyarakat lokal dapat terlihat dari perubahan adat dan kebiasaan. Perubahan adat dan kebiasaan tersebut yaitu penggabungan adat istiadat masyarakat pendatang dan masyarakat lokal. Itu menunjukkan bahwa sebagaimana teori simbolik sebagai pisau analisis dalam penelitian ini, sangat berkesinambungan dengan dibuktikannya interaksi yang relatif baik. Meskipun dengan simbol-simbol (bahasa) yang berbeda di masyarakat, sehingga dari segi budaya bersifat asosiatif.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Pola Interaksi; Keragaman Etnis; Teori Interaksionisme-Simbolik
Subjects: Culture and Institutions
Communities > Community Sociology
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Sosiologi
Depositing User: Sopia Respiawati
Date Deposited: 20 Jun 2017 04:16
Last Modified: 20 Jun 2017 04:16
URI: http://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/3899

Actions (login required)

View Item View Item