Sirah Nabawiyah: Nabi Muhammad SAW dalam kajian Ilmu Sosial Humaniora

Thohir, Ajid Sirah Nabawiyah: Nabi Muhammad SAW dalam kajian Ilmu Sosial Humaniora. Nuansacendekia, 2014. ISBN 979-24-5796-8

[img]
Preview
Text
Sirah Nabawiyah - Ajid Thohir.pdf

Download (13MB) | Preview
Official URL: http://nuansa.co/katalog/sirah-nabawiyah/

Abstract

Dalam sebuah dialog, Ernest Renan, seorang filosof Perancis abad ke-19, terdesak oleh Muhammad Abduh mengenai keunggulan ajaran Islam dibanding ajaran Kristen. Akan tetapi, ketika Renan beralih ke masalah umat dengan mengatakan, “Mana di antara umat Islam itu yang merupakan gambaran dari Islam yang hebat tadi,” maka Muhammad Abduh tunduk dengan sedih, tanpa dapat menyangkal kenyataan bahwa kaum Muslim memang masih terbelakang. Dialog tersebut terjadi pada akhir abad ke- 19M. Saat itu Dunia Islam berada dalam kondisi sangat terbelakang dibandingkan kondisi Barat secara keseluruhan, bahkan hampir seluruh negeri Muslim merupakan negeri jajahan Barat. Padahal, dalam babakan sejarah Islam masa awal hingga abad ke-13 M, Dunia Islam justru berada dalam puncak kejayaan. Islam adalah agama yang diturunkan Allah Swt kepada umat manusia, melalui Muhammad, Rasulullah Saw. Sebagai agama yang datang dari Zat Yang Mahabenar, Islam memiliki ajaran-ajaran yang luhur dan mulia. Ajaran-ajaran tersebut termuat di dalam Al-Quran al-Karim yang menjadi pedoman hidup kaum Muslim sejak saat diturunkan hingga Hari Kiamat. Sebagai Kitab Suci, Al-Quran al-Karim mengajarkan nilai-nilai ideal yang harus diamalkan oleh kaum Muslim. Murtadha Muthahhari menyebut ajaran “Islam ideal” yang terdapat di dalam Al-Quran tersebut sebagai “Islam Cita”, sedangkan Nurcholish Madjid menyebutnya “Islam Doktrin”. Sementara itu, Islam seperti yang diamalkan oleh kaum Muslim disebut Muthahhari sebagai “Islam Fakta”, dan disebut Nurcholish Madjid dengan “Islam Peradaban”. Sebagai himpunan ajaran, Islam memiliki nilai yang sangat baik, unggul, dan mulia: mendorong manusia untuk berakhlak mulia, bekerja keras, jujur, adil, amanah, mencintai ilmu pengetahuan, menjunjung tinggi kemanusiaan, memuliakan kaum perempuan, serta menentang kemunkaran, kezaliman, tiran, kemaksiatan, dan segenap bentuk kejahatan lainnya. Sedemikian luhur, mulia, dan unggulnya ajaran Islam, sampai-sampai Ernest Renan, seperti dikemukakan di atas, tidak sanggup menentang kebenarannya. Akan tetapi, ketika ajaran-ajaran yang unggul dan mulia tersebut diterapkan pada tataran kehidupan sosial oleh para pemeluknya, terdapat jarak yang sangat jauh, sehingga pemikir modernis Muslim sekaliber Muhammad Abduh pun tidak sanggup menunjukkan bukti keunggulannya melalui suatu komunitas yang representatif bagi ajaran Islam.

Item Type: Book
Uncontrolled Keywords: Sirah Nabawiyah
Subjects: Islam > Islamic History
Divisions: Pascasarjana Program Magister > Program Studi Sejarah Kebudayaan Islam
Depositing User: Humas Al-Jamiah UIN SGD Bandung
Date Deposited: 14 Sep 2017 07:08
Last Modified: 25 Jan 2019 01:16
URI: http://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/4233

Actions (login required)

View Item View Item