Bimbingan konseling pranikah di KUA Kecamatan Singaparna di masa pandemi Covid-19 untuk meningkatkan pemahaman calon pengantin tentang membangun keluarga Sakinah Mawaddah Warahmah : Penelitian di KUA Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya

Maesaroh, Sari Siti (2021) Bimbingan konseling pranikah di KUA Kecamatan Singaparna di masa pandemi Covid-19 untuk meningkatkan pemahaman calon pengantin tentang membangun keluarga Sakinah Mawaddah Warahmah : Penelitian di KUA Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
(1_cover).pdf

Download (34kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
(2_abstrak).pdf

Download (27kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
(3_daftarisi).pdf

Download (35kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
(4_bab1).pdf

Download (259kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
(5_bab2).pdf
Restricted to Registered users only

Download (254kB) | Request a copy
[img] Text (BAB III)
(6_bab3).pdf
Restricted to Registered users only

Download (425kB) | Request a copy
[img] Text (BAB IV)
(7_bab4).pdf
Restricted to Registered users only

Download (33kB) | Request a copy
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
(8_daftarpustaka).pdf
Restricted to Registered users only

Download (154kB) | Request a copy

Abstract

Keluarnya Surat Edaran Dirjen Bimas Islam Nomor DJ.II/PW.01/1997/2009 tentang Bimbingan Pranikah, merupakan respon dari tingginya angka perceraian dan kasus KDRT di Indonesia. Dengan mengikuti bimbingan pranikah calon pengantin yang mau melangkah ke jenjang pernikahan akan dibekali materi dasar pengetahuan dan keterampilan dalam kehidupan berumah tangga. Tujuan pernikahan tidak hanya terbatas tentang hubungan syahwat, akan tetapi mencangkup tuntutan kehidupan yang penuh rasa kasih sayang. Sejak awal tahun 2020, hampir semua negara di dunia termasuk Indonesia terapapar virus covid-19. Covid-19 ini sangat berdampak pada beberapa lembaga atau instansi salah satunya adalah Lembaga KUA Kecamatan Singaparna, yaitu program bimbingan pranikah bagi calon pengantin. Kegiatan bimbingan pranikah tidak dapat dihentikan, meskipun dalam keadaan pandemic covid-19, karena bimbingan pranikah merupakan syarat wajib dalam administrasi pernikahan. Salah satu usaha untuk tetap melangsungkan kegiatan bimbingan pranikah ini yaitu dengan cara tetap mengadakan kegiatan bmbingan pranikah melalui bimbingan online (ZOOM dan Google Meet). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan ilmu pengetahuan calon pengantin tentang membangun keluarga sakinah, mawaddah dan waahmah yaitu calon pengantin memiliki wawasan ilmu pengetahuan tentang dinamika perkawinan, kebutuhan keluarga, kesehatan keluarga, generasi berkualitas, konflik dan tantangan keluarga dalam rangka mempersiapkan kehidupan baru, memiliki bekal ilmu pengetahuan dalam menghadapi berbagai masalah dalam rumah tangganya kelak, dan semakin peduli dengan ilmu pengetahuan bimbingan pranikah tentang membangun keluarga sakinah sehingga semakin semangat mendalaminya. Penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, yaitu prosedur penelitian dengan data deskriptif, berupa kata-kata yang menggambarkan objek penelitian dalam kondisi apa adanya atau dalam kondisi yang wajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan atau teori bimbingan pranikah (Lilis Satriah) bahwa bimbingan pranikah ialah pelatihan berbasis pelayanan informasi serta pengetahuan dan keterampilan yang berkaitan dengan pernikahan untuk dipedomani guna membangun dan mempertahankan serta menciptakan pasangan yang menikah cakap terhadap konsep pernikahan dan hidup berkeluarga berdasarkan peran dan fungsi yang sesuai. Hasil dari bimbingan konseling pranikah di KUA kecamatan singaparna di masa pandemic covid-19 untuk meningkatkan pemahaman calon pengantin tentang membangun keluarga sakinah, mawaddah, warahmah yaitu dalam hal ini sangat jelas bahwa ilmu pengetahuan khususnya tentang membangun keluarga yang sakinah sangat diperlukan untuk kelangsungan hidup manusia, oleh karena itu meskipun dalam masa pandemi COVID-19 kegiatan bimbingan pranikah bagi calon pengantin tetap dilaksanakan, meskipun dengan cara dan media yang berbeda. Menurut peneliti, sebelum menikah, calon pengantin harus mempersiapkan diri, baik mental, finansial, kedewasaan, kestabilan emosi dan kualitas spiritual untuk merencanakan perjalanan rumah tangga. Dari sinilah perlu adanya pembinaan pranikah bagi calon yang akan menikah agar tercipta rumah tangga yang sakinah, mawaddah dan warohmah, melakukan perubahan setelah menikah agar kepala keluarga menjadi panutan dan mengantisipasi banyak perceraian.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Uncontrolled Keywords: Bimbingan Konseling Pranikah; Calon Pengantin; Covid-19
Subjects: Fikih (Fiqih, Fiqh), Hukum Islam
Fikih (Fiqih, Fiqh), Hukum Islam > Bimbingan Perkawinan BP4
Culture and Institutions
Social Welfare, Problems and Services
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Program Studi Bimbingan Konseling Islam
Depositing User: Sari Siti Maesaroh
Date Deposited: 11 Feb 2022 06:23
Last Modified: 11 Feb 2022 06:23
URI: http://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/48913

Actions (login required)

View Item View Item