Konsep Pengembangan Masyarakat Islam Dalam Kerangka Pemikiran Gus Dur.

Ahmad Irfan Jamaludin, Ahmad (2014) Konsep Pengembangan Masyarakat Islam Dalam Kerangka Pemikiran Gus Dur. Diploma thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
1_cover.pdf

Download (96kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf

Download (195kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
3_daftarisi.pdf

Download (101kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
4_bab1.pdf

Download (496kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
5_bab2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (488kB)
[img] Text (BAB III)
6_bab3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (440kB)
[img] Text (BAB IV)
7_bab4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (273kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
8-daftarpustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (301kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemikiran pengembangan masyarakat Islam dalam kerangka pemikiran Gus Dur. Secara khusus diarahkan pada produk pemikiran Gus Dur dalam upaya melakukan suatu kerja-kerja pengembangan masyarakat (community development) dalam suatu komunitas. Produk pemikiran yang diambil adalah suatu hasil dari sikap dan tulisan-tulisan beliau, terutama kiprah beliau pada tahun 70-an yang mengfokuskan diri untuk mengembangkan dunia pesantren. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatatif, dengan menggunakan metode analisis isi (content analisys). Ada dua jenis data yang dijadikan sebagai sumber dalam penelitian ini, yakni data primer adalah buku-buku karangan Gus Dur, dan data sekumder adalah buku-buku dari karangan pengarang lain yang menganalisis tentang pemikiran Gus Dur. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode interpretatif terhadap konteks konsep pengembangan masyarakat islam. Menurut Gus Dur pesantren sebagai sebuah “institusi budaya” yang lahir atas prakarsa dan inisiatif (tokoh) masyarakat dan bersifat otonom, sejak awal berdirinya merupakan potensi strategis yang ada di tengah kehidupan masyarakat. Kendati kebanyakan pesantren memposisikan dirinya (hanya) sebagai institusi pendidikan dan keagamaan, namun sejak tahun 1970-an beberapa pesantren telah berupaya melakukan reposisi dalam menyikapi berbagai persoalan masyarakat, seperti ekonomi, sosial, dan politik. Pesantren mempunyai tiga fungsi utama yang senantiasa diembannya, yaitu: Pertama, sebagai pusat pengkaderan pemikir-pemikir agama (center of excellence); Kedua, sebagai lembaga yang mencetak sumber daya manusia (human resource); Ketiga, sebagai lembaga yang mempunyai kekuatan melakukan pemberdayaan pada masyarakat (agent of development). Pesantren juga dipahami sebagai bagian yang terlibat dalam proses perubahan sosial (social change) di tengah perubahan yang terjadi.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Islam Umum
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam
Depositing User: Users 3781 not found.
Date Deposited: 09 Jan 2018 04:23
Last Modified: 09 Jan 2018 04:23
URI: http://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/5068

Actions (login required)

View Item View Item