Adat perkawinan dalam masyarakat di Patani Thailand Selatan

Miss. Asura Cheso, Miss. Asura (2016) Adat perkawinan dalam masyarakat di Patani Thailand Selatan. Diploma thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
1_cover.pdf

Download (105kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf

Download (194kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
3_daftarisi.pdf

Download (204kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
4_bab1.pdf

Download (441kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
5_bab2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (232kB)
[img] Text (BAB III)
6_bab3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (313kB)
[img] Text (BAB IV)
7_bab4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (519kB)
[img] Text (BAB V)
8_bab5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (198kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
9_daftarpustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (210kB)

Abstract

Perkawinan perupakan salah satu peristiwa yang sangat penting, karena menyakut tata cara nilai kehidupan manusia. Setiap daerah memiliki adat istiadat masing-masing begitu juga di Thailand Selatan. Menurut adat perkawinan masyarakat Patani Thailand Selatan, laki-laki dan perempuan yang bukan mahram tidak boleh pergi berduaan meskipun keduanya sudah saling mengenal dan akan melangsungkan pernikahan. Karena di Patani Thailand Selatan sangat menjunjung tinggi syari’at Islam, dimana dalam syari’at Islam antara laki-laki dan perempuan tidak boleh pergi berduaan kecuali dengan mahramnya. Secara umum, penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data menenai pelaksanaan upacara adat perkawinan masyarakat Patani Thailand Selatan dan juga untuk mengetahui makna simbol yang terdapat dalam sistem perkawinan masyarakat Patani Thailand Selatan. Penelitian ini didasarkan pada teori struktur fungsional oleh Talcott Parsons. Dalam mempertahankan eksistensinya, perkawinan harus menyeimbangkan situasi internal dan eksternal, karena menurut Parsons setiap sistem sosial menghadapi empat masalah yang harus dihadapi agar tidak lenyap. Ada empat fungsi yang dibutuhkan sistem, yaitu Adaptation (adaptasi), Goal Attainment (pencapaian tujuan), Integration (integrasi), dan Latency (pemeliharaan pola). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif data dalam penelitian penelitian ini didapat dari berbagai sumber observasi, wawacara. Sedangkan jenis data yang diperoleh adalah data primer dan data sekunder. Dengan teknik pengumpulan data melalui: observasi dan wawancara mendalam. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa perkawinan secara sosiologis di Patani Thailand Selatan memiliki fungsi intergasi. Namun perkawinan model di Patani ini masih tetap mempertahankan kebudayaan masing-masing. Fungsi pemeliharaan pola ini motivasi individu maupun keluarga dalam pola-pola Cultural. Fungsi adaptasi dalam perkawinan ini perupakan sistem yang dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan, dan fungsi pencapaian mengutamakan keharmonisan dan menciptakan keluarga bahagia dalam rumah tangga. Upacara perkawinan adat Patani Thailand Selatan merupakan salah satu adat yang mempunyai budaya yang tinggi martabatnya yang ditujukan oleh elemen unit dalam kondisi pernikahan di antaranya busana pernikahan, pelaminan dan seserahan. Akan tetapi dengan adanya perkembangan zaman, upacara perkawinan adat Patani Thailand Selatan kurang diperhatikan oleh sebagian masyarakat. Dengan demikian adat perkawinan di Patani Thailand memiliki peran pelaksanaan perkawinan yang sesuai dengan ajaran Islam.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Social Process > Social Norms
Customs of Life Cycle and Domestic Life > Wedding and Marriage Customs
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Sosiologi
Depositing User: Users 3781 not found.
Date Deposited: 22 Jan 2018 00:59
Last Modified: 22 Jan 2018 00:59
URI: http://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/5359

Actions (login required)

View Item View Item