Perkembangan perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan tahun 2000-2015

Anisa, Aulia (2017) Perkembangan perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan tahun 2000-2015. Diploma thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
1_cover.pdf

Download (147kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf

Download (207kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
3_daftarisi.pdf

Download (113kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
4_bab1.pdf

Download (335kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
5_bab2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (426kB) | Request a copy
[img] Text (BAB III)
6_bab3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
[img] Text (BAB IV)
7_bab4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (227kB) | Request a copy
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
8_daftarpustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (247kB) | Request a copy

Abstract

Pada tahun 1997, di kawasan Setu Babakan Kelurahan Srengseng Sawah diadakan acara “Sehari di Setu Babakan” acara yang dilaksanakan oleh Suku Dinas Pariwisata Kotamadya Jakarta Selatan ini menghasilkan perencanaan Perkampungan Budaya Betawi di Setu Babakan Kelurahan Srengseng Sawah. oleh karena itu pada tahun 2000 setelah diadakannya acara “Sehari di Setu Babakan” tersebut dengan keluarnya Surat Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 92 Tahun 2000 Tentang Penataan lingkungan Perkampungan Budaya Betawi di Kelurahan Srengseng Sawah secara resmi kawasan Setu Babakan Srengseng Sawah menjadi Perkampungan Budaya Betawi, perkampungan yang dalam perkembangannya diawasai oleh pemerintah setempat. Adapun penulisan skripsi ini bertujuan untuk memperkaya dunia keilmuan dalam Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan Tahun 2000-2015, oleh sebab itu acuan dalam skripsi ini adalah: bagaimana gambaran umum Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan dan bagaimana proses dan perkembangan Perkampungan Budaya Betawi tahun 2000-2015. Metode yang digunakan dalam proses penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang pelaksanaannya menggunakan empat tahap yaitu: Heuristik, yakni proses pengumpulan data-data yang diperlukan dalam penyusunan Penelitian. Kritik, yakni proses pengkritikan terhadap sumber yang didapat apakah sumber itu bersifat ekstern ataupun intern. Interpretasi, yakni penafsiran yang dilakukan terhadap pembahasan. Historiografi, yakni proses terakhir yang dilakukan oleh peneliti yang menghasilkan karya ilmiah. Hasil penelitian yang dilakukan menghasilkan kesimpulan bahwa tata kelola kehidupan di Perkampungan Budaya Betawi mengalami proses yang cukup baik dengan bermunculannya sanggar-sanggar kesenian budaya Betawi yang dikelola oleh pengelola dan masyarakat setempat dengan apresiasi masyarakat yang cukup baik pula namun dalam periode terakhir mengalami penurunan minat dikarenakan terjadi menurunnya minat atau tren di kalangan masyarakat dalam hal kesenian Betawi, adapun terjadinya banyak proses perubahan di tubuh pengelola sehingga masa transisi tersebut membawa dampak tersendiri. Oleh sebab itu, Perkampungan Budaya Betawi tidak bisa di pisahkan oleh kehidupan masyarakat setempat meskipun Perkampungan Budaya Betawi di bawah pengawasan Pememrintah Daerah yaitu Dinas Pariwisasta dan Kebudayaan DKI Jakarta. Proses rekacipta tetap berlangsung hingga menghasilkan zona baru pada tahun 2015 yaitu zona A, dan pengerukan pulau di tengah Setu Babakan berlanjut hingga saat ini sampai tercipta zona yang baru dikedepannya yaitu zona C.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Budaya; Betawi; Setu Babakan
Subjects: Culture and Institutions > Specific Aspect of Culture
Divisions: Fakultas Adab dan Humaniora > Program Studi Sejarah dan Peradaban Islam
Depositing User: Anisa Aulia
Date Deposited: 26 Jan 2018 02:28
Last Modified: 26 Jan 2018 07:38
URI: http://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/5665

Actions (login required)

View Item View Item