Hukum Membaca Al-Fatihah di Belakang Imam menurut Pendapat Imam Malik dan Imam Al-Syafi'i

Enung Nurul Fajri, Enung (2013) Hukum Membaca Al-Fatihah di Belakang Imam menurut Pendapat Imam Malik dan Imam Al-Syafi'i. Diploma thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
1_cover.pdf

Download (195kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf

Download (112kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
3_daftarisi.pdf

Download (98kB) | Preview
[img] Text (BAB I SD IV)
4_bab1sd4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (675kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
5_daftarpustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (241kB)

Abstract

Imam Malik dan Imam al-Syafi'i berbeda pendapat mengenai hukum membaca al-Fatihah dibelakang imam. Imam Malik berpendapat bahwa hukum membaca al-Fatihah dibelakang imam adalah sunat ketika imam membaca sirr dan diam ketika imam membaca jahr. Sedangkan Imam al-Syafi'i berpendapat wajib. Hal ini erat sekali hubungannya dengan dalil dan metode penggalian hukum yang digunakan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: 1. Dasar hukum yang digunakan Imam Malik dan Imam al-Syafi'i dalam menentukan hukum membaca al-Fatihah dibelakang imam; 2. Metode istinbath al-ahkam Imam Malik dan Imam al-Syafi'i dalam masalah hukum membaca al-Fatihah dibelakang imam; 3. Untuk mengetahui persamaan dan perbedaan dasar hukum dan metode istinbath al-ahkam yang digunakan, dalam menentukan hukum membaca al-Fatihah di belakang imam. Penelitian ini menggunakan metode komparasi atau perbandingan dengan tehnik analisis terhadap kitab al-Muwaththa' karya Imam Malik dan al-Umm kitab Imam al-Syafi'i sebagai kitab primer. Adapun sumber sekundernya adalah berbagai kitab fiqh yang menjadi standar madzhab dan berbagai data yang relevan dengan masalah hukum membaca al-Fatihah dibelakang imam. Data tersebut kemudian dianalisis dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1. Dasar hukum Imam Malik dalam menentukan hukum membaca al-Fatihah di belakang imam adalah sunat ketika imam membaca sirr dan diam ketika imam membaca jahr, berlandaskan hadits Abu Hurairah, Jabir ibn 'Abdillah, 'Urwah ibn Zubair, al-Kasim ibn Muhammad, Nafi' ibn Jubair dan riwayat 'Abd Allah ibn Umar; Sedangkan Imam al-syafi'i berpendapat wajib, berlandaskan al-Sunnah, yaitu hadits riwayat 'Ubbadah ibn al-Shammit dan Abu Hurairah; 2. Metode istinbath al-ahkam Imam Malik dalam menentukan hukum membaca al-Fatihah dibelakang imam adalah al-Sunnah, meliputi hadits riwayat Abu Hurairah, yang memiliki kriteria hadits marfu', kemudian riwayat 'Abd Allah ibn Umar, Jabir ibn 'Abdillah, memiliki kriteria hadits maukuf, dan riwayat Nafi' ibn Jubair, 'Urwah ibn Zubair, al-Kasim ibn Muhammad memiliki kriteria hadits maqthu' dan diperkuat oleh amal ulama Madinah, Sedangkan metode istinbath al-ahkam Imam al-Syafi'i adalah al-Sunnah yaitu dua hadits riwayat diatas yang mempunyai kriteria sebagai hadits marfu'; 3. Dari sisi persamaan, perbedaan dasar hukum dan metode istinbath al-ahkam keduanya menjadikan al-Sunnah sebagai landasan utama. Adapun perbedaannya adalah penggunaan hadits yang dijadikan penguat pendapatnya.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: membaca fatihah, perbandingan madzhab
Subjects: Islam > Religious Ceremonial Laws and Decisions
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Program Studi Perbandingan Madzhab dan Hukum
Depositing User: guriang akbar guriangakbar
Date Deposited: 23 Feb 2016 04:20
Last Modified: 14 Mar 2016 08:06
URI: http://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/571

Actions (login required)

View Item View Item