Kaderisasi Muballigh di Pondok Pesantren: Studi di Pondok Pesantren Persatuan Islam 99 Rancabango Tarogong Kaler Garut

Muttaqien, Rivan (2013) Kaderisasi Muballigh di Pondok Pesantren: Studi di Pondok Pesantren Persatuan Islam 99 Rancabango Tarogong Kaler Garut. Diploma thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
1_cover.pdf

Download (170kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf

Download (436kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
3_daftarisi.pdf

Download (306kB) | Preview
[img] Text (BAB I SD IV)
4_bab1sd4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (493kB)

Abstract

Persatuan Islam (PERSIS) sedang mengalami krisis kader. Betapa tidak, satu-satunya yang tidak dilakukan Persatuan Islam secara serius beberapa tahun ke belakang adalah kaderisasi. Prioritasnya malah rekruitmen anggota dan peresmian cabang atau mesjid. Jika kaderisasi bersifat penanaman watak dan khittah gerakan, maka yang dilakukan Persatuan Islam selama ini hanya legalisasi kader. Pesantren merupakan salah satu lembaga yang diharapkan mampu melahirkan sosok muballigh yang berkualitas, dalam arti mendalam pengetahuan agamanya, agung moralitasnya dan besar dedikasi sosialnya. Walaupun banyak corak dan warna profesi santri setelah belajar dari pesantren, namun figur kiai masih dianggap sebagai bentuk paling ideal, apalagi ditengah krisis muballigh sekarang ini. Pesantren, bertujuan untuk mencetak kader-kader muballigh yang faham dalam bidang agama (tafaqquh fi al-din) dan kemudian dapat menjadi muballigh yang sanggup menyiarkan agam. Tujuan ini diimplementasikan dalam bentuk kurikullum yang diterapkan di pesantren itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis tentang kaderisasi muballigh di pondok pesantren persatuan islam 99 rancabango tarogong kaler garut dan metode yang digunakan dalam pengkaderannya serta sistem pengkaderan dan kegiatan-kegiatan yang mendukung dalam proses pengkaderannya. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriftif dilapangan, untuk kemudian akan dijelaskan secara eksploratif untuk menguji temuan-temuan dilapangan penelitian. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa : proses kaderisasi muballigh di pondok pesantren persatuan islam 99 rancabango tarogong kaler garut menggunakan dua sistem, yaitu sistem pengkaderan formal dan non formal. Dikarenakan kaderisasi muballigh yang dilangsungkan di pesantren ini didesain ssecara seimbang antara teori intelektual dan praktek secara langsung. Metode yang digunakan dalam pengkaderannya ialah; ceramah, diskusi, dan mujadalah (debat). Adapun kegiatan yang diberikan oleh pihak pesantren kepada para kadernya antara lain : muhadhoroh, kultum (kuliah tujuh menit) setiap hari sebelum maghrib dan sesudah subuh, mengisi pengajian ibu-ibu dan bapak-bapak, muhadatsah, debat keagamaan, dan PLKJ (Praktik Latihan Khidmat Jam’iyyah). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa untuk mencetak kader muballigh yang profesional serta proporsional dibutuhkan keselarasan antara teori dan praktek serta didukung dengan unsur-unsur yang terkait dalam kaderisasi tersebut.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Kaderisasi Muballigh; Pondok Pesantren persatuan Islam
Subjects: Islam > Organizations of Islam
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam
Depositing User: guriang akbar guriangakbar
Date Deposited: 29 Feb 2016 02:26
Last Modified: 18 Jul 2019 04:19
URI: http://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/670

Actions (login required)

View Item View Item