Agama menurut pemikiran Emille Durkheim

Rohendi, Endi (2012) Agama menurut pemikiran Emille Durkheim. Diploma thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
1_cover.pdf

Download (113kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf

Download (211kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
3_daftarisi.pdf

Download (111kB) | Preview
[img] Text (BAB I - BAB IV)
4_bab1sd4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (559kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
5_daftarpustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (241kB)

Abstract

Agama sudah menjadi bagian integral dari kebudayaan manusia selama beribu-ribu tahun, tetapi hanya dua abad terakhir ini para pemikir mulai percaya bahwa agama bisa dijelaskan melalui analisis keritis dan ilmiah. Salah satu diantaranya adalah Emille Durkheim seorang ahli sosioplogi agama yang melihat agama sebagai kajian yang menjanjikan sehingga memunculkan berbagai penelaian yang berbeda dan tajam mengenai kedudukan agama dalam kehidupan manusia. Emille Durkheim dalam klaimnya mengatakan bahwa agama dihasilkan dari sentimen kemasyarakatan, demikian juga masyarakat beragama mempercayai dan melakukan hal-hal yang bersifat irasional. Dari model klaim agama inilah penulis tertarik untuk meneliti lebih lanjut, sebenarnya bagaimana pemikiran agama yang dilontarkan oleh Emille Durkheim? Apakah ide inti pemikiran Emille Durkheim yang dijadikan landasan pemikliran dan pemahaman agamanya? Bagaimanakah pengaruh pemikiran keagamaan Emille Durkheim terhadap para pemikir agama berikutnya? Dan bagaimana analisis kritik terhadap pemikiran dan pemahaman agama Emille Durkheim. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui analisis kritis Emille Durkheim terhadap agama, dan bagaimana pengaruhnya terhadap para pemikir agama berikutnya, sehingga dapat diketahui corak atau model yang sesungguhnya dari apa dia berpijak ketika mengeluarkan pemikiran agamanya. Kerangka berfikir dalam penelitian ini berpijak dari pemikiran Emille Durkheim bahwa fenomena keagamaan adalah fenomena yang terjadi dari sentimen keagamaan. Padahal orang beragama adalah orang yang benar-benar yakin akan dirinya. Langkah-langkah penelitian yang ditempuh dalam penelitian ini adalah pertama pengumpulan buku-buku sebagai data, baik primer maupun sekunder. Kedua analisis data ini penulis menggunakan metode historis, sosiologis dan antropologis. Setelah Emille Durkheim mengembangkan ide-ide dasar sentimen kemasyarakatan, ia menemukan agama sebagai suatu objek studi yang sangat menjanjikan. Emille Durkheim menafsirkan agama khususnya dalam sosial keagamaan. Sebagai seorang pemikir kreatif, Emille Durkheim menggunakan beberapa model untuk menguraikan agama. Kadang-kadang Emille Durkheim berbicara tentang agama sebagai menggunakan pikiran (obsesi). Lain waktu ia melihat agama sebagai pemenuhan kehidupan masyarakat. Sedangkan di lain waktu agama sebagai khayalan (ilusi). Model-model ini cukup saling menumpangi, tetapi tidak mudah untuk dapat disusun sebagai suatu teori. Pemahaman agama ini dipijakan pada ide-ide dasarnya yaitu teori sentimen keagamaan pada masyarakat, sosial keagamaa, fenomenologi keagamaan, dan pemahaman keagamaan ini berpengaruh terhadap pemikir berikutnya seperti Agus Comte. Pemahaman agama Emille Durkheim juga menimbulkan polmis dan kontroversial di kalangan pemikir agama yang lain sampai sekarang.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Agama; Emille Durkheim;
Subjects: Aqaid (Aqidah, Akidah) dan Ilmu Kalam > Islam tentang Agama dan Aliran Lain, Hubungan Islam dengan Agama dan Aliran Lain
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Program Studi Perbandingan Agama
Depositing User: Users 30 not found.
Date Deposited: 03 Mar 2016 07:12
Last Modified: 26 Feb 2019 02:05
URI: http://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/752

Actions (login required)

View Item View Item