Motivasi peziarah makam keramat eyang Surastadana: Penelitian di Cimuncang Desa Mekarmukti Kecamatan Talegong Kabupaten Garut

Nurdin, Muhamad (2012) Motivasi peziarah makam keramat eyang Surastadana: Penelitian di Cimuncang Desa Mekarmukti Kecamatan Talegong Kabupaten Garut. Diploma thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
1_Cover.pdf

Download (140kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
2_Abstrak.pdf

Download (117kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
3_DaftarIsi.pdf

Download (189kB) | Preview
[img] Text (BAB I - DAFTAR PUSTAKA)
4_Bab1sdDaftarPustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (650kB)

Abstract

Makam Keramat Eyang Surastadana merupakan makam yang terletak di Cimuncang. Ziarah ke Makam Keramat Eyang Surastadana adalah bentuk peng-hormatan kepadanya sebagai tokoh yang berkarisma dan semasa hidupnya memiliki pengaruh dan dekat dengan Allah SWT. Kesakralan Makam Keramat Eyang Surastadana diyakini bahwa setelah mengunjunginya bisa mendapatkan barokah dan pertolongan. Tujuan penelitian ini adalah: Pertama, mengetahui tentang motivasi pez-iarah dalam melakukan ziarah ke Makam Keramat Eyang Surastadana. Kedua, mengetahui prosesi dalam melakukan ziarah ke Makam Keramat Eyang Surastadana. Ketiga, mengetahui persepsi peziarah tentang makna ziarah ke Makam Keramat Eyang Surastanana. Penelitian ini dilakukan dengan mengunakan metode deskriptif, merupakan metode empirik yang terjadi pada masa sekarang. Tujuannya untuk membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang diselidiki. Data yang ditemukan dilapangan bahwa motivasi peziarah dalam menziarahi Makam Keramat Eyang Surastadana yaitu: pertama, kelancaran ekonomi (bisnis dan bertani). Kedua, Pangkat (kedudukan). Ketiga, Jodoh. Keempat, kesembuhan. Kelima kegagahan atau kesaktian. Keenam, kecerdasan. Kemudian, tata cara dalam menziarahi Makam Keramat Eyang Surast-adana adalah si peziarah harus berwudhu, mengucapakan salam, mengucapkan Surat Al-fatihah, Surat Al-Ikhlas, Al-Kautsar, Al-palaq, Al-Anas sebanyak tiga puluh tiga kali, solawat tiga puluh tiga kali tergantung naktu, (naktu adalah hari kelahiran seseorang yang berziarah. Naktu-naktunya yaitu: hari Senin empat ratus empat puluh empat kali, hari Selasa tiga ratus tiga puluh tiga kali, hari Rabu tujuh ratus tujuh puluh tujuh kali, hari Kamis delapan ratus delapan puluh delapan kali, hari Jumat enam ratus enam puluh enam kali, hari Sabtu sembilan ratus sembilan puluh Sembilan kali, dan hari Minggu lima ratus lima puluh lima kali) berdoa, dan bermalam di Makam Keramat Eyang Surastadana. Dan mengenai makna ziarah menurut para peziarah adalah pada umunya mendoakan ahli kubur dan berharap mendapat barokah setelah mengunjunginya. Dalam hal ini, dapat disimpulkan bahwa motivasi para peziarah adalah selain mereka mendoakan orang yang telah mati, mereka berharap setelah men-gunjuginya mendapat mendapat kemudahan dalam hidup serta mendapat barokah berupa kedudukan, jodoh, kesembuhan, kegagahan, dan kecerdasan.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Makam Keramat; Eyang Surastadana; Motivasi;
Subjects: Islam > Burial and Mourning Rites
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Program Studi Perbandingan Agama
Depositing User: Users 30 not found.
Date Deposited: 03 Mar 2016 09:29
Last Modified: 08 Mar 2019 08:12
URI: http://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/757

Actions (login required)

View Item View Item