Analisis Kandungan Kimia Mata Air Panas di Daerah Pariangan Kabupaten Tanah Datar Provinsi Sumatera Barat untuk Penentuan Karakteristik Reservoar Panas Bumi

Kurniadin, Kurniadin (1210704021) (2014) Analisis Kandungan Kimia Mata Air Panas di Daerah Pariangan Kabupaten Tanah Datar Provinsi Sumatera Barat untuk Penentuan Karakteristik Reservoar Panas Bumi. Diploma thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
1_cover.pdf

Download (109kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf

Download (423kB) | Preview
[img] Text (BAB I - IV)
3_bab1sd4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
4_daftarpustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (377kB)

Abstract

Indonesia memiliki sumber energi panas bumi yang sangat tinggi, sehingga penyelidikan tentang sumber energi tersebut sangatlah penting. Salah satu sumber energi panas bumi yang potensial adalah di daerah Pariangan Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat. Hal ini ditunjukkan oleh adanya gejala panas bumi di permukaannya, seperti adanya sumber mata air panas. Salah satu upaya penyelidikan panas bumi adalah melalui penyelidikan geokimia dengan cara menganalisis kandungan kimia yang ada di sumber mata air panas tersebut. Analisis kandungan kimia mata air panas di daerah Pariangan dilakukan sebagai upaya penyelidikan potensi panas bumi tahap awal, dengan cara mengambil enam titik sampel mata air panas, yaitu Air Panas Padang Ganting (APPG), Air Hangat Sopan didih (AHSD), Air Hangat Gua Pangiang (AHGP dan AHGP 2), Air Panas Pariangan (APPA), dan Air Panas Tanggalo (APT). Analisis tersebut berguna untuk mengetahui kandungan kimia dalam mata air panas tersebut, yang selanjutnya dapat menentukan temperatur dan jenis reservoar panas bumi tersebut. Kandungan kimia yang diukur adalah Cl- dan SO42- menggunakan Ion Kromatografi (IC), HCO3- dan B menggunakan titrasi, sedangkan Na+, K+, Mg2+, Li+, dan SiO2 menggunakan Spektroskopi Serapan Atom (SSA). Perhitungan temperatur reservoar menggunakan geotermometer silika. Pada geoindikator Cl-HCO3-SO4, menunjukkan bahwa 2 sampel (APPG, APPA) berada pada tipe air sulfat, sedangkan 4 lainnya berada pada tipe bikarbonat (AHSD, AHGP, AHGP 2, APT). Berdasarkan perhitungan geotermometer didapatkan bahwa temperatur reservoar panas bumi adalah sebesar 197,44 oC, sehingga berpotensi untuk dimanfaatkan menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP), dengan menggunakan teknik Binary Cycle.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Panas bumi, Geokimia, Reservoar panas bumi, Geoindikator Cl-HCO3-SO4, Geotermometer Silika, Binary Cycle
Subjects: Analytical Chemistry > Qualitative Analysis, Quantitavie Analysis of Chemistry
Divisions: Fakultas Sains dan Teknologi > Program Studi Kimia
Depositing User: Users 11 not found.
Date Deposited: 07 Mar 2016 02:10
Last Modified: 23 Mar 2016 04:19
URI: http://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/766

Actions (login required)

View Item View Item