Studi Al-Dakhil Al-Naqli dalam Kitab Tafsir Al-Qurânul Adzim Surat Al-Qodar

Ahmad Jaelani, Ahmad (2011) Studi Al-Dakhil Al-Naqli dalam Kitab Tafsir Al-Qurânul Adzim Surat Al-Qodar. Diploma thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
1_cover.pdf

Download (8kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf

Download (111kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
3_daftarisi.pdf

Download (70kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
4_bab1.pdf

Download (471kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
5_bab2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (526kB)
[img] Text (BAB III)
6_bab3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (547kB)
[img] Text (BAB IV)
7_bab4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (60kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
8_daftarpustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (99kB)

Abstract

Al-Quran adalah kitab Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw. Al-Quran ini diturunkan sebagai petunjuk bagi manusia dalam menjalani kehidupan di dunia. Petunjuk al-Quran ini bersifat abadi dan berlaku disepanjang zaman. Untuk bisa mendapat petunjuk al-Quran, maka diperlukan penafsiran. Para ulama berusaha mengungkap isi kandungan al-Quran dengan berbagai metode seperti yang dilakukan oleh Ibnu Katsir. Ia menafsirkan al-Quran dengan karakternya sendiri yang berbeda dengan para mufasir lain sesuai kapasitasnya sebagai seorang mufasir Ia juga sebagai seorang Muhaddits. Namun dalam tiap kitab tafsir termasuk tafsir Ibnu Katsir diindikasikan adanya kekeliruan dalam menafsirkan al-Quran (al-Dakhil fi Tafsir). Sebagaimana pendapat Ibrahim Khalifah bahwa al-Dakhil itu bisa terjadi dalam bentuk penafsiran bil ma'tsur (al-Dakhil al-Naqli) atau bil ra'yi (al-Dakhil al-Aqli). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana keberadaan al-Dakhil al-Naqli dalam kitab tafsir Al-Qurânul Adzhim karya Ibnu Katsir khususnya al-Quran surat al-Qodar. Penelitian ini bertolak dari pemikiran bahwasanya dalam menafsirkan al-Quran, baik bil ma'tsur maupun bil ra'yi, diindikasikan terdapat kekeliruan. Misalnya, menafsirkan al-Quran dengan hadits dha'if yang tidak layak dijadikan hujjah, menafsirkan al-Quran dengan qaul sahabat yang tidak valid, menafsirkan al-Quran dengan qaul tabii yang bersumber dari Bani Israil (Israiliyat), atau menafsirkan al-Quran dengan pendapat yang rusak yang tidak memenuhi syarat-syarat diterimanya ijtihad, dan sebagainya. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode content analisis atau analisis isi terhadap kitab tafsir Al-Quranul Adzim, karya Ibnu Katsir. Dalam hal ini, penulis meneliti surat al-Qodar. Analisis ini dilakukan dengan mengkaji teori-teori tentang al-Dakhil fi Tafsir, kemudian diterapkan dengan analisis kitab Al-Qurânul 'Adzim karya Ibnu Katsir. Data yang ditemukan menujukkan bahwa dalam kitab Al-Quranul Adzim terdapat kekeliruan dalam menafsirkan al-Quran. Dalam hal ini penulis mengkhususkan meneliti al-Dakhil al-Naqli yaitu menafsirkan surat al-Qodar ayat 01-05. Menemukan penafsiran yang termasuk katagori al-Dakhil yaitu diantaranya : surat al-Qodar ayat 1 dengan sanad hadits yang mengandung kedha'ifan, karena al-Qosim ibn Fadl orangnya dinilai dha'if oleh kebanyakan ulama hadits. Juga menafsirkan surat al-Qodar ayat 4 dengan sanad hadits yang dha'if yang matannya munkar. Menafsirkan surat al-Qodar ayat 5, dengan menggunakan atsar gorib. Oleh karenanya tidak layak dijadikan hujah Kemudian menafsirkan malam Lailatul Qodar yang menyebutkan cuacanya bersih lagi terang seakan-akan ada rembulannya, tenang, lagi hening, suhunya tidak dingin dan tidak juga panas, dan tiada satu binatangpun yang dilemparkan pada malam itu sampai pagi hari. Dan sesungguhnya pertanda Lailatul Qodar itu di pagi harinya matahari terbit dalam keadaan sempurna, tetapi tidak bercahaya seperti biasanya melainkan seperti rembulan di malam purnama, dan tidak diperbolehkan bagi setan ikut muncul bersamaan dengan terbitnya matahari di hari itu. Sanad hadits ini hasan tapi didalamnya terdapat garabah, dan pada sebagian lafadnya mungkar. serta menemukan penafsirkan malam Lailatul Qodar yang terdapat di semua Ramadhan yang kontradiktif dengan hadits-hadits Nabi yang lainya. Terakhir menafsirkan surat al-Qodar dengan pendapat Israilliyat. Berdasarkan beberapa pernyataan di atas, menunjukan adanya al-dakhil al-naqli fi tafsir ibnu katsir surat al Qodar yang tidak layak dijadikan hujah.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Surat Al-Qodar, tafsir
Subjects: Al-Qur'an (Al Qur'an, Alquran, Quran) dan Ilmu yang Berkaitan
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Program Studi Tafsir Hadits
Depositing User: guriang akbar guriangakbar
Date Deposited: 14 Mar 2016 01:31
Last Modified: 16 Mar 2016 02:50
URI: http://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/815

Actions (login required)

View Item View Item