Analisis Hadits tentang hadits-hadits dalam kitab Shahih al-Bukhari yang dinilai dhoif oleh Syekh Al-Albani

Deviana, Virca (2011) Analisis Hadits tentang hadits-hadits dalam kitab Shahih al-Bukhari yang dinilai dhoif oleh Syekh Al-Albani. Diploma thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
1_cover.pdf

Download (149kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf

Download (114kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
3_daftarisi.pdf

Download (154kB) | Preview
[img] Text (BAB I - BAB IV)
4_bab1sd4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
5_daftarpustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (219kB)

Abstract

Imam al-Bukhari, seorang ulama hadits yang pertama kali menyusun kitab hadits yang berisikan hadits-hadits yang shahih. Imam Ibnu Shalah mengatakan bahwa kitab paling autentik setelah al-Quran adalah�Shahih Bukhari dan Shahih Muslim. Namun demikian kenyataannya sampai abad XV pendapat di atas masih juga tetap relevan dan diakui oleh para ulama, padahal koleksi hadits-hadits al-Bukhari tidak luput dari berbagai kritikan baik dahulu maupun sekarang. Tujuan penulis dalam penulisan skripsi ini adalah untuk menjelaskan kualitas hadits yang berkaitan dengan permasalahan ini berdasarkan metode kritik hadits untuk mengetahui makna hadits sehingga dapat dipahami dengan baik. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kritik hadits, metode kritik hadits terdiri dari kritik sanad dan matan. Studi kritik sanad dan matan adalah dua metodologi yang mapan dalam penentuan kualitas hadits. Dua metode ini berjalan seirama karena sama-sama membersihkan hadits dari berbagai kemungkinan yang tidak benar. Kritik sanad bertujuan untuk melihat validitas dan kapabilitas menyangkut tingkat ketaqwaan dan intelektualitas perawi hadits serta mata rantai periwayatannya, sedangkan kritik matan bertujuan untuk menyelidiki isi atau materi hadits. Apakah hadits itu mengandung keanehan: dari segi bahasa, rasionalitas maupun pertentangan dengan al-Qur’an. Kerangka teori yang digunakan dalam skripsi ini adalah analisis sanad dan matan hadits. Metode al-Albani dalam menentukkan autentisitas dan kepalsuan sebuah hadits tertentu, terutama berdasarkan analisis pada isnad, dengan menggunakan informasi yang terdapat dalam kamus-kamus biografi. Al-Albani berpendapat bahwa suatu hadits dinilai dhoif disebabkan adanya kecacatan dari salah seorang perawinya, meskipun dalam bab tersebut ada hadits penguat yang bernilai shahih karena para perawi yang terlibat dalam jaringan isnad-nya dapat dipercaya (tsiqah). Namun demikian, al-Albani tidak menjadikannya sebagai hadits penguat bagi hadits yang dinilai dhoif untuk mengangkat kualitasnya menjadi shahih. Al-Albani lebih suka memahami hadits secara harfiah dan enggan menafsirkannya, karena hadits ini tidak autentik, sedangkan penafsiran adalah bagian dari autentifikasi. Oleh karena itu, tidak ada ruang untuk penafsiran bagi riwayat-riwayat atau hadits lemah. Terdapat banyak kejanggalan ketika Syekh al-Albani menilai dhoif terhadap hadits-hadits al-Bukhari. Syekh al-Albani tidak melihat dan melakukan penilaian suatu hadits secara komprehensif dan utuh, al-Albani pun tidak memperhatikan penempatan hadits yang dilakukan al-Bukhari. Hadits yang dinyatakan lemah oleh syekh al-Albani adalah hadits pelengkap yang disusun oleh al-Bukhari pada akhir pembahasan dan hadits tersebut hanya untuk melengkapi hadits asal

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: dhoif; kitab shahih al-Bukhari; Haditts;
Subjects: Al-Hadits dan yang Berkaitan > Ilmu Hadits
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Program Studi Tafsir Hadits
Depositing User: Users 30 not found.
Date Deposited: 15 Mar 2016 01:13
Last Modified: 06 Feb 2019 02:32
URI: http://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/832

Actions (login required)

View Item View Item