Konsep Nabi dalam al-Quran (Sebuah Kajian dengan Pendekatan Semantik)

Wahyu Lukmanudin, Wahyu (2011) Konsep Nabi dalam al-Quran (Sebuah Kajian dengan Pendekatan Semantik). Diploma thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
1_Cover.pdf

Download (98kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
2_Abstrak.pdf

Download (133kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
3_DaftarIsi.pdf

Download (123kB) | Preview
[img] Text (BAB I SD IV)
4_Bab1sd4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (665kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
5_DaftarPustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (126kB)

Abstract

Banyak para pakar agama yang mencoba mendeskripsikan tentang istilah kenabian, nabi adalah seseorang yang diberikan keistimewaan oleh Allah. Para Nabi diberikan kelebihan dimana mereka dibekali sesuatu hal yang tidak dimiliki manusia biasa pada umumnya, yang utama dari semua itu para Nabi diberikan kepercayaan oleh Allah untuk membawa risalah-risalah bagi setiap umat di dunia ini sesuai dengan zamannya. Yang pada akhirnya risalah-risalah tersebut memberikan manfaat bagi kehidupan di dunia ini guna melakoni kehidupan yang diridhoi oleh Tuhan. Interpretasi dari para pakar agama memberikan kesimpulan yang berbeda-beda. Dan pada akhirnya menghadirkan sebuah keberagaman pengertian akan term Nabi itu sendiri. Tujuan dari penelitian ini mengemukakan pengertian tentang Nabi dan derivasinya yang di angkat dari kitab suci al-Quran. Maka perlulah sebuah pendekatan yang pada akhirnya memberikan makna yang failed mengenai kenabian. Salah satunya menggunakan pendekatan semantik. Semantik adalah ilmu yang membahas tentang arti dari sebuah makna. Pendekatan semantik digunakan oleh para pakar untuk menganalisis bahasa termasuk bahasa yang ada dalam kitab suci Al Quran. Penelitian terhadap term nabi dan derivasi dalam al-Qur’an ini tentunya mengunakan pendekatan semantik yang di dalamnya membahas analisis medan semantik. Karena dengan analisis medan semantik seluruh term yang berkaitan dengan nabi akan dapat diketahui sehingga makna baru pun akan muncul dari term yang diteliti. Metode yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah metode deskriptif, dan secara khusus menggunakan metode analitika bahasa (linguistik analisis). Karena metode ini mencoba menguraikan dan menjelaskan makna dari term yang dianalisis. Sumber data diperoleh dari data primer yakni al-Quran dan buku kajian tentang semantik, dan data sekunder dari buku-buku yang membahas tentang konsep kenabian. Di dalam al-Qur’an kata nabi disebutkan sebanyak 80 kali dengan berbagai bentuk perubahannya. Kata nabi sendiri berkaitan dengan kata basyar (manusia) yang disebutkan 36 kali dalam al-Qur’an, rasul (utusan) yang disebutkan 333 kali, kitab (disebutkan sebanyak 261 kali), syari’ah (ajaran/aturan) disebutkan 5 kali dalam al-Qur’an, dan wahyu (disebutkan 77 kali). Adapun kaitan dengan term-term yang telah disebutkan diatas, adalah bahwa nabi seorang manusia yang diutus untuk membawa ajaran atau aturan yang salah satunya tertuang dalam kitab suci dan atas bimbingan wahyu dari Allah SWT. Pengertian nabi dalam al-Qur’an dengan dianalisis menggunakan medan semantik dari masing-masing term yang telah ditemukan tersebut akan mendapatkan makna dan tujuan baru dari term nabi ini. Makna yang dihasilkan adalah al-Nabwah (makhluk yang paling mulia di antara makhluk yang lainnya) adapun tujuan yang akan diperoleh adalah shirath al-mustaqim (jalan yang lurus) yang tentunya menuju ridho Ilahi (Yang Maha Benar).

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Konsep Nabi, Al-Qur'an
Subjects: Al-Qur'an (Al Qur'an, Alquran, Quran) dan Ilmu yang Berkaitan
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Program Studi Tafsir Hadits
Depositing User: guriang akbar guriangakbar
Date Deposited: 15 Mar 2016 01:19
Last Modified: 16 Mar 2016 02:59
URI: http://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/833

Actions (login required)

View Item View Item