Praktik Hutang Piutang di Desa Sirnasari Kecamatan Tanjung Sari Kabupaten Bogor dalam Perspektif Hukum Ekonomi Syariah

Suhendar, Muh (2017) Praktik Hutang Piutang di Desa Sirnasari Kecamatan Tanjung Sari Kabupaten Bogor dalam Perspektif Hukum Ekonomi Syariah. Diploma thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
1_cover.pdf

Download (169kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf

Download (209kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
3_daftarisi.pdf

Download (109kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
4_bab1.pdf

Download (437kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
5_bab2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (731kB) | Request a copy
[img] Text (BAB III)
6_bab3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (358kB) | Request a copy
[img] Text (BAB IV)
7_bab4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (168kB) | Request a copy
[img]
Preview
Text (DAFTAR PUSTAKA)
8_daftarpustaka.pdf

Download (179kB) | Preview

Abstract

Muh. Suhendar. Praktik Hutang Piutang Di Desa Sirnasari Kecamatan Tanjung Sari Kabupaten Bogor. Hutang piutang yang terjadi Di Desa Sirnasari Kecamatan Tanjung Sari Kabupaten Bogor merupakan praktek yang sudah dilakukan dari tahun 2006 hingga sekarang. Menurut teori hutang piutang merupakan suatu akad kebaikan dan tolong menolong begitu pula dengan hutang piutang, tetapi pada pelaksanaannya hutang piutang yang terjadi di Desa Sirnasari Kecamatan Tanjung Sari Kabupaten Bogor, pada transaksi pertama pihak pemberi hutangmemberikkan beberapa persyaratan mencakup jumlah nominal, waktu pembayaran dan adanya tambahan sebesar 10%. Pada transaksi selanjutnya itu tergantung ketika pada pembayaran sebelumnya lambat maka persyaratannya sama seperti transaksi awal, tetapi apabila pembayaran sebelumnya lancar persyaratannya hanya dalam waktu pembayarannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Praktik Hutang Piutang di Desa Sirnasari, Kecamatan Tanjung Sari, Kabupaten Bogor dan untuk mengetahui persepektif hukum ekonomi syari’ah terhadap Praktik Hutang Piutang di Desa Sirnasari Kecamatan Tanjung Sari, Kabupaten Bogor. Penelitian ini berdasarkan pemikiran bahwa kebiasaan hutang piutang yang terjadi di Desa Sirnasari, Kecamatan Tanjung Sari, Kabupaten Bogor ini apa sudah sesuai dengan ketentuan syar’a, yakni terhindar dari praktik riba, merupakan adat kebiasaan yang sah, asas-asas dan prinsip-prinsip muamalahnya sesuai, unsur dan syarat hutang piutang (qardh) nya terpenuhi dari maslahat dan mudharatnya. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah desktiptif yaitu metode yang digunakan untuk penelitian masalah-masalah yang ada pada masa sekarang dan benar-benar ada pada masyarakat. Teknik pengumpulan data dengan wawancara langsung pada pemberi hutang dan penghutang. Analisis data dilakukan dengan pendekatan kualitatif yaitu menelaah semua data yang terkumpul kemudian mengelompokkan seluruh data sesuai dengan masalah yang diteliti., menghubungkan data dengan teori dan yang terakhir menafsirkan dan menarik kesimpulan dari data yang dianalisis. Data yang ditemukan menunjukkan bahwa proses praktik hutang piutang yang terjadi di Desa Sirnasari, Kecamatan Tanjung Sari, Kabupaten Bogor adalah pertama hutang mendatangi pihak pemberi hutang, setelah jumlah pinjaman disangupi oleh pemberi hutang, maka tahap kedua adalah akad. Dalam akad tersebut pemberi hutang memberikan syarat berupa waktu pembayaran yaitu bisa dicicil setiap hari sebesar Rp. 20.000,- Rp. 50.000,- atau bisa dibayar secara tunai yaitu pada akhir bulan (perbulan), dan memberikan persyaratan adanya tambahan sebesar 10%, persyaratan-persyaratan tersebut masih berlaku ketika pihak penghutang mau berhutang kembali tetapi pembayaran sebelumnya lambat tidak sesuai waktu (tidak lancar). Akan tetapi pihak penghutang dalam pembayaran sebelumnya lancar dan pihak penghutang mau menghutang kembali, maka pihak pemberi hutang hanya memberikan persyaratan waktu pembayarannya saja yakni selama 1 bulan (tunai). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa praktik hutang-piutang yang terjadi di Desa Sirnasari, Kecamatan Tanjung Sari, Kabupaten Bogor ini merupakan transaksi yang tergolong urf’ fasid, serta asas-asas dan prinsip-prinsip muamalah ada yang dilanggar dan termasuk kedalam riba ad-duyun yang jenisnya riba qardhi, walaupun unsur rukun dan syaratnya telah terpenuhi.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: hutang piutang (qardh);perspektif Hukum Ekonomi Syariah;Urf;Riba
Subjects: Fikih (Fiqih, Fiqh), Hukum Islam
Fikih (Fiqih, Fiqh), Hukum Islam > Muamalat, Muamalah/Hukum Perdata Islam
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Program Studi Muamalah
Depositing User: Muhamad Suhendar
Date Deposited: 26 Apr 2018 06:19
Last Modified: 12 Mar 2019 07:16
URI: http://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/8680

Actions (login required)

View Item View Item