Implementasi Peraturan Desa Nomor 2 Tahun 2013 tentang Rukun Tetangga dan Rukun Warga dan pengaruhnya terhadap kinerja pelayanan publik di Desa Wangisagara Kecamatan Majalaya Kabupaten Bandung

Fadilah, Annisa (2016) Implementasi Peraturan Desa Nomor 2 Tahun 2013 tentang Rukun Tetangga dan Rukun Warga dan pengaruhnya terhadap kinerja pelayanan publik di Desa Wangisagara Kecamatan Majalaya Kabupaten Bandung. Diploma thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
1_COVER.pdf

Download (188kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
2_ABSTRAK.pdf

Download (203kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
3_DAFTAR ISI.pdf

Download (30kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
4_BAB I.pdf

Download (583kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
5_BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (548kB)
[img] Text (BAB III)
6_BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (418kB)
[img] Text (BAB IV)
7_BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (106kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
8_DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (317kB)

Abstract

Peraturan Desa adalah peraturan perundang-undangan yang ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama Badan Pemusyawaratan Desa. Peraturan desa dapat diartikan sebagai perangkat hukum yang diberlakukan di Desa. Adanya Peraturan Desa nomor 2 Tahun 2013 tentang Rukun Tetangga dan Rukun Warga di Desa Wangisagara tentu menjadi suatu keharusan bagi seluruh kalangan masyarakat untuk menjalankannya, karena Perdes merupakan bagian aturan hukum yang memiliki sifat menuntut dan memaksa. Namun pada kenyataannya tidak semua RT/RW atau kalangan masyarakat menjalankan Perdes tersebut dan tentu ini menjadi masalah dalam penerapan hukum ataupun peraturan-peraturan lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1). Mengetahui faktor yang melatarbelakangi penerapan peraturan desa Nomor 2 Tahun 2013 tentang Rukun Warga dan Rukun tetangga di desa Wangisagara, 2).Mengetahui tingkat pendidikan Ketua RW dan RT terhadap kinerja pelayanan publik di desa Wangisagara, 3). Mengetahui tinjauan siyasah dusturiyah terhadap kinerja pelayanan publik ketua RW dan RT di desa Wangisagara. Allah menciptakan manusia sebagi pemimpin di bumi ini. Secara umum, tanggungjawab para pemimpin umat Islam yang paling utama adalah menyatukan rakyatnya di bawah agama yang bersih dan murni. Para pemimpin perlu bertindak memelihara agama dan mempertahankan kemurnian Islam dengan menegakkan keadilan berteraskan tauhid yang benar. Yaitu memberi nasihat dan berusaha membawa masyarakat kepada pengabdian diri semata-mata kepada Allah dengan jalan yang syar’i. Hal ini memberikan pengertian, bahwa setiap tindakan atau suatu kebijaksanaan para pemimpin yang menyangkut dan mengenai hak-hak rakyat harus dikaitkan dengan kemaslahatan rakyat banyak dan ditujukan untuk mendatangkan suatu kebaikan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif yaitu satu cara penelitian dengan menggambarkan serta menginterpretasi suatu objek sesuai dengan kenyataan yang ada, tanpa dilebih-lebihkan. Teknik pengumpulan data dalam penulisan ini adalah; teknik observasi dan teknik wawancara. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif, yaitu upaya yang dilakukan dengan jalan menghimpun, menganalisis dan menemukan data yang penting. Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa: 1). Yang melatar belakangi penerapan Peraturan Desa Nomor 2 Tahun 2013 bisa dilihat dari dua faktor, yaitu; a). Faktor yuridis; yaitu keharusan pemerintah Desa dalam mengurus pemerintahannya berdasarkan hukum ataupun peraturan perundang-undangan, dan b). Faktor Sosiologis; yaitu keharusan Pemerintah Desa untuk mendorong masyarakatnya lebih meningkatkan kualitas tarap sosial hidupnya. 2). Tingkat Pendidikan Ketua RW dan RT merupakan hal yang penting dan berpengaruh dalam pelayanan publik yang diantaranya; tertib administrasi, terlayani pelayanan dan terpenuhinya kebutuhan terhadap masyarakat. 3). Tinjauan siayasah dusturiyah tidak mewajibkan seorang pemimpin memiliki tarap pendidikan tingggi, akan tetapi berbaikatan dengan tarap pengalaman dan kecerdasan seseorang dalam memimpin. Dalam artian orang yang berpendidikan, dan pendidikan tersebut tentunya harus berimplikasi pada kinerja dan orang yang tidak berpendidikan akan tetapi berpengalamannya harus berindikasi pada kinerja.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Law > General Publications of Law
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Program Studi Siyasah
Depositing User: Rasyida Rofiatun Nisa
Date Deposited: 03 May 2018 09:33
Last Modified: 03 May 2018 09:33
URI: http://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/8859

Actions (login required)

View Item View Item