Kedudukan Nikah Sirri berdasarkan Fatwa Tarjih Muhammadiyah Tahun 2007 dan Keputusan Bahtsul Masail PWNU Jawa Timur tahun 2009

Rizka, riska (2018) Kedudukan Nikah Sirri berdasarkan Fatwa Tarjih Muhammadiyah Tahun 2007 dan Keputusan Bahtsul Masail PWNU Jawa Timur tahun 2009. Diploma thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (cover)
1_cover.pdf

Download (198kB) | Preview
[img]
Preview
Text (abstrak)
2_abstrak.pdf

Download (207kB) | Preview
[img]
Preview
Text (daftarisi)
3_daftarisi.pdf

Download (158kB) | Preview
[img]
Preview
Text (bab 1)
4_bab 1.pdf

Download (608kB) | Preview
[img] Text (bab 2)
5_bab2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (758kB) | Request a copy
[img] Text (bab 3)
6_bab3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (823kB) | Request a copy
[img] Text (bab 4)
7_bab4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (180kB) | Request a copy
[img] Text (daftar pustaka)
8_daftarpustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (213kB) | Request a copy

Abstract

Perkawinan merupakan suatu perjanjian yang sakral antara seorang pria dan wanita untuk menjadi pasangan suami istri, adapun demikian segala rukun dan syarat perkawinan harus sudah terpenuhi. Sesuai dengan perkembangan zaman suatu pernikahan selain telah memenuhi syarat dan rukun nikah maka pasangan calon suami istri harus terlebih dahulu mendaftarkan ke KAU sehingga pernikahan dikatakan sah berdasarkan hukum islam dan dapat diakui secara hukum. Tujuan dari penelitian yaitu: 1. Untuk mengetahui bagaimana pandangan Muhammadiyah dan Bahtsul Masa’il Nahdatul Ulama tentang nikah sirii. 2. Dapat mengetahui dasar hukum dalam pengambilan hukum nikah sirri, 3. Untuk mengetahui letak perbedaan antara Muhammadiyah dan Bahtsul Masa’il Nahdatul Ulama, 4. Dapat menganalisis pandangan kedua ormas ini. Penelitian ini dilakukan berdasarkan melihat Fatwa Tarjih Muhammadiyah yang mewajibkan untuk melakukan pencatatan dalam pernikahan dan Bahtsul Masa’il Nahdatul Ulama lebih kepenyebab melakukan nikah sirri diakibatkan karena nikah dibawah umur dan NU sendir I memebolehkan nikah dibawah umur dan tidak harus untuk melakukan pencatatan dalam pernikahan. Sedangkan dalam metode penelitian dalam skripsi ini menggunakan metode analisis deskriftif, yaitu memaparkan data yang tercantum dalam Fatwa Tarjih Muhammadiyah dan Keputusan Bahtsul Masa’il Nahdatul Ulama. Data tersebut kemudian di analisis berdasarkan kaidah-kaidah yang rilevan. Sedangkan dalam pengabilan sumber data adalahsumber data primer dengan melihat Fatwa Tarjih Muhammadiyah dan keputusan Bahtsul Masail NU dan sumber data sekunder yaitu melihat buku-buku, sedangkan dalam teknik pengumpulan data yaitu dengan studipustaka. Hasil penelitian mununjukan bahwa berdasarkan pandangan Muhammadiyah bahwa suatu pernikahan selain telah memenuhi rukun dan syarat nikah harus dicatatkan oleh Pegawai Pencatat Nikah (PPN), dengan dasar hukum dalam Surat Al-Baqarah ayat 282 tentang pencatatan dalam bermuamalah, oleh karena itu pernikahan merupakan suatu perjanjian yang sakral dan harus mempunyai bukti aotentik (aktanikah) telah melakukan pernikahan. Sedangkan dalam pemahaman Bahtsul Masa’il NU mengatakan bahwa suatu nikah sirri ditimbulkan akibat nikah dibawah umur, poligami, dan dalam masa iddah. Sehingga NU memandang bahwa suatu pencatatn dalam pernikahan merupakan bukti administratif, dan jika pada saat pernikahan tidak melakukan pencatatan maka dapat melakukan Isbat nikah ke KUA.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Law > Philosophy and Theory of Law
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Program Studi Perbandingan Madzhab dan Hukum
Depositing User: Rizka Pratita Fatimah
Date Deposited: 24 May 2018 05:06
Last Modified: 24 May 2018 05:06
URI: http://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/9574

Actions (login required)

View Item View Item