Konsep Relasi dalam Pemikiran Eksistensialisme Nicolaus Driyarkara

Purwanto, Purwanto (2018) Konsep Relasi dalam Pemikiran Eksistensialisme Nicolaus Driyarkara. Diploma thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
1_cover.pdf

Download (54kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf

Download (84kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
3_daftarisi.pdf

Download (83kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
4_bab1.pdf

Download (196kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
5_bab2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (250kB) | Request a copy
[img] Text (BAB III)
6_bab3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (288kB) | Request a copy
[img] Text (BAB IV)
7_bab4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (97kB) | Request a copy
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
8_daftarpustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (106kB) | Request a copy

Abstract

Driyarkara merupakan salah satu Imam Katolik sekaligus menjadi seorang pemikir asli Indonesia. Disamping sebagai filsuf ia juga sangat berperan dalam dunia pendidikan yang ada di Indonesia. Maka tidak aneh pemikiran filsafatnya selalu direlasikan dengan duni pendidikan. Tujuan penelian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana pandangan Driyarkara tentang konsep relasi manusia dengan manusia lainnya. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan metode pendekatan analitik. Teknik pengumpulan data yang bersifat primer adalah buku Karya Lengkap Driyarkara sebagai data utama dengan teknik pustaka, simak atau baca, analisis, catat. Sedangkan data yang bersifat sekunder berupa bahan pustaka pendukung teori yaitu berupa buku-buku, artikel, jurnal serta bahan-bahan lainnya yang berhubungan dengan tema yang diangkat oleh penulis. Teori yang digunakan pada penelitian ini yaitu teori eksistensialisme. Sebagaimana Heidegger mengatakan tidak ada jalan lain selain mencandrakan keseharian dengan cermat, keterlemparan dan suasana hati. Cara tersebut hanya khusus ada pada manusia karena hanya manusialah yang hidupnya terus mengalami proses. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa, pertama, Driyarkara membantah pendapat tokoh-tokoh eksistensialisme Barat tentang homo homini lupus (manusia merupakan serigala bagi manusia yang lain). Pemikiran tersebut dibantah oleh Driyarkara dengan konsep homo homini socius (manusia merupakan sahabat bagi manusia lain). Kedua, Driyarkara menekankan pentingnya hidup bersama dengan manusia lain. Dengan hidup bersama manusia bisa berelasi sehingga terjadi penyempurnaan diri. Ketiga, Driyarkara membagi serta membedakan manusia dengan makhluk infrahuman. Keempat, Driyarkara juga memaparkan bahwa dalam diri manusia, unsur kerohanian serta spritualitas tidak bisa ditinggalkan.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Relasi; Eksistensialisme; Nicolaus Driyarkara
Subjects: Oriental Philosophy > Philosophy of Indonesia
Islam > Islam and Philosophy
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Program Studi Filsafat Agama
Depositing User: Purwanto Purwanto
Date Deposited: 25 May 2018 07:52
Last Modified: 25 May 2018 07:52
URI: http://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/9576

Actions (login required)

View Item View Item