Pengaruh Pembinaan Kerohanian terhadap Kemampuan Anger Management Warga Binaan : Penelitian di Lapas Wanita Kelas II A Bandung

Fauziah, Febi (2018) Pengaruh Pembinaan Kerohanian terhadap Kemampuan Anger Management Warga Binaan : Penelitian di Lapas Wanita Kelas II A Bandung. Diploma thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
1_cover.docx.pdf

Download (155kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.docx.pdf

Download (486kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
3_daftarisi.docx.pdf

Download (278kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
4_bab1.docx.pdf

Download (756kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
5_bab2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (589kB) | Request a copy
[img] Text (BAB III)
6_bab3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
[img] Text (BAB IV)
7_bab4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (394kB) | Request a copy
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
8_daftarpustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (275kB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dari kondisi warga binaan di Lapas wanita, yang menilai dirinya lebih rendah, karena posisi mereka yang pernah melakukan tindak kejahatan. Orang seperti ini akan mudah sekali tersinggung karena segala sesuatu dinilai sebagai yang merendahkannya, akibatnya mereka mudah sekali marah. Dalam mengkespresikan amarahnya, sedikit warga binaan yang dapat mengelolanya dengan baik sehingga tidak merusak hubungan interpersonal seperti, berkata buruk, mem-bully, memprovokasi, memendam kemarahan, adu mulut yang semua itu butuh dibina agar marahnya masuk ke dalam kategori anger management. Anger management menurut teori yang dikembangkan oleh Freud adalah pengelolaan dorongan-dorongan yang dilakukan melalui pengembangan ego sebagai penengah antara id dan super ego. Ego akan berperan sebagai manajer emosi dengan cara “membisikkan” alasan-alasan dan suatu gaya adaptif yang memungkinkan seseorang mendapatkan apa yang dinginkannya dengan cara yang bisa diterima oleh orang lain, yang tidak akan merugikan, baik dunia luar maupun aturan-aturan dan sanksi-sanksi yang ada dalam dunianya sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan pembinaan kerohanian terhadap warga binaan di LAPAS Wanita Kelas II A Bandung, untuk mengetahui pengaruh pembinaan kerohanian terhadap kemampuan anger management warga binaan di LAPAS Wanita Kelas II A Bandung, untuk mengetahui kemampuan anger management warga binaan di LAPAS Wanita Kelas II A Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif adalah penelitian yang analisisnya lebih fokus pada data-data numerical (angka) yang diolah dengan menggunakan metode statistik. Sedangkan metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, bahwa pembinaan kerohanian meliputi tausiah, Iqro, Juz ‘Amma dan Al-Qur’an serta pesantren shalihah, gambaran anger management warga binaan diperoleh hasil rata-rata persentase sebesar 82%. Ini berarti bahwa anger management warga binaan tergolong kategori baik. Berdasarkan hasil penelitian, untuk mengetahui regresi (pengaruh) menggunakan pengujian signifikansi 0,05 (α = 5%). Dari hasil output SPSS diperoleh Pv 0,026 artinya Pv < α, atau 0,026 lebih kecil dibandingkan dengan nilai 0,05 maka Ho ditolak, ini berarti hipotesis yang diajukan menunjukan bahwa terdapat pengaruh antara pembinaan kerohanian dan anger management. Sedangkan untuk mengetahui besar pengaruhnya pembinaan kerohanian terhadap anger management menggunakan uji koefisien determinasi. Diketahui besarnya pada kolom R Square atau r2 = 0,110 atau koefisien determinasi dalam penelitian ini bila diubah menjadi persentase adalah 11% dan sisanya 100%-11% = 89% di pengaruhi oleh variabel lain selain pembinaan kerohanian. Kata kunci: pembinaan kerohanian, anger management, warga binaan. ABSTRACT Febi Fauziah. The Influence of Spirituality Guidance on the Ability of Anger Management of jailbird (Research in Correctinal Facility Women Class II A Bandung). This research is motivated from the condition of the jailbird in Correctinal Facility, who judge themselves lower, because of the position of those who have committed crime. People like this will be easily offended because everything is judged as degrading, so they are easily angry. In expressing his anger, few people who managed to manage it well so as not to damage interpersonal relationships such as, saying bad, bullying, provoking, anger in, fighting that all it needs to be fostered to anger into the category of anger management. Anger management according to the theory developed by Freud is the management of impulses that are done through the development of the ego as a mediator between id and super ego. The ego will play the role of emotional manager by "whispering" reasons and an adaptive style that enables a person to get what he wants in a way acceptable to others, which will not harm either the outside world or the rules and sanctions which is in his own world. The purpose of this research is to know the implementation of spiritual guidance to the jailbird in Correctinal Facility Women Class II A Bandung, to know the influence of spiritual guidance on anger management ability of the jailbird in Correctinal Facility Women Class II A Bandung, to know anger management capability of the jailbird in Correctinal Facility Women Class II A Bandung. This study uses a quantitative approach. Quantitative approach is a study whose analysis is more focused on numerical data (numbers) are processed by using statistical methods. While research method used in this research is descriptive method. Based on the results of research, that spiritual guidance includes tausiah, Iqro, Juz 'Amma and Al-Qur'an and pesantren shalihah, anger management image of the targeted citizens obtained the average percentage of 82%. This means that the anger management of the targeted citizens is categorized as good. Based on the results of the study, to determine the regression (influence) using a significance test of 0.05 (α = 5%). From result of output of SPSS obtained Pv 0,026 means Pv <α, or 0,026 smaller than with value 0,05 hence Ho is rejected, this means hypothesis proposed show that there is influence between spiritual guidance and anger management. While to know the big influence of spiritual guidance to anger management using coefficient determination test. Given the magnitude of R Square or r2 = 0,110 or the coefficient of determination in this study when converted into percentage is 11% and the remaining 100% -11% = 89% influenced by other variables besides spiritual guidance. Keywords: Spiritual Guidance, Anger Management, Jailbird.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Pembinaan Kerohanian; Anger Management; Warga Binaan
Subjects: Psychology
Education, Research
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Program Studi Bimbingan Konseling Islam
Depositing User: Febi Fauziah
Date Deposited: 24 May 2018 08:06
Last Modified: 24 May 2018 08:06
URI: http://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/9591

Actions (login required)

View Item View Item