Analisis Yuridis Normatif Terhadap Kebijakan Write Off di Bank Syariah Mandiri KC Cicurug

Karmila, Mila (2018) Analisis Yuridis Normatif Terhadap Kebijakan Write Off di Bank Syariah Mandiri KC Cicurug. Diploma thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
1_cover.pdf

Download (105kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf

Download (207kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
3_daftarisi.pdf

Download (110kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
4_bab1.pdf

Download (639kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
5_bab2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (323kB) | Request a copy
[img] Text (BAB III)
6_bab3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (496kB) | Request a copy
[img] Text (BAB IV)
7_bab4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (113kB) | Request a copy
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
8_daftarpustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (325kB) | Request a copy

Abstract

Bank Syariah Mandiri dalam melakukan tindakan penyelamatan pembiayaan yaitu dengan cara Rescheduling, Reconditioning, dan Restructuring. Apabila penyelamatan tersebut masih belum terselamatkan, sehingga kredit menjadi macet, maka bank melakukan tindakan lanjutan yaitu write off. Write off adalah tindakan administratif bank untuk menghapus buku pembiayaan yang memiliki kualitas macet dari neraca sebesar kewajiban nasabah tanpa menghapus atau menghilangkan hak tagih bank kepada nasabah. UU No. 21 tahun 2008 tentang Perbankan Syariah menyebutkan bahwa bank syariah dapat menghapusbukukan penyaluran dana yang macet demi kelangsungan usahanya, dan dalam POJK No. 16/POJK.03/2014 tentang Kualitas Aset BUS dan UUS Pasal 69-71 bahwa bank wajib memiliki kebijakan dan prosedur tertulis mengenai hapus buku (write off), mengingat peraturan write off sangat penting sebagai landasan dalam mengupayakan penyelamatan pembiayaan bermasalah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ketentuan write off di dalam perundang - undangan, pelaksanaan write off, harmonisasi kebijakan write off, dan harmonisasi norma piutang menurut Hukum Ekonomi Syariah. Kerangka penelitian yang digunakan yaitu UU No. 21 tahun 2008 tentang Perbankan Syariah Pasal 54, POJK No. 16 POJK.03 / 2014 tentang Kualitas Aset Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah, Fatwa DSN Nomor 19 / DSN-MUI / IV / 2001 tentang Al - Qardh, dan Fatwa DSN Nomor 47 / DSN-MUI / II / 2005 tentang Penyelesaian Piutang Murabahah Bagi Nasabah Tidak Mampu Membayar. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode dekskriptif-analitis, yaitu memberikan gambaran yang jelas mengenai kebijakan write off dan pelaksanaan di BSM serta menjelaskan ketentuan yang seharusnya diterapkan dalam regulasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dokumentasi yang diambil dari dokumen - dokumen write off yang dimiliki bank, dan wawancara yang dilakukan kepada pihak bank. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa BSM dalam melaksanakan write off telah sesuai dengan peraturan perundangan - undangan, dimana BSM mempunyai kebijakan dan prosedur mengenai hapus buku (write off) dan telah disetujui oleh Dewan Komisaris dan Direksi. Write off ini hanya dapat dilakukan untuk nasabah yang macet dan terbentuk PPAP 100%. Bank tidak diperkenankan memberitahukan kepada nasabah bahwa nasabah tersebut telah di-write off. BSM juga telah menerapkan norma yang ada dalam Hukum Ekonomi Syariah bahwa dalam berutang - piutang apabila orang yang berutang itu dalam kesulitan, maka memberikan keringanan. Abstract Bank Syariah Mandiri in conducting rescue financing action that is by Rescheduling, Reconditioning, and Restructuring. If the rescue is still unsaved, and makes the credit becomes stuck, so the bank takes further action that called write off. Write off is an administrative action by a bank to remove a finance book that has a quality loss from the balance sheet at the customer's liability without removing or eliminating the bank's claim to the customer. UU No. 21 year 2008 on Islamic Banking states that Islamic banks can do the write off the distribution of funds that are stuck for the sake of continuity of their business, and in POJK. 16 / POJK.03 / 2014 concerning the Quality of BUS and UUS Assets Article 69-71 that banks are required to have written off policies and procedures on write offs, since write off regulation is very important as a foundation for attempting to rescue non-performing financing. The purpose of this study is to know the provisions of write off in legislation - the invention of write off, harmonization policy write off, and harmonization of receivable norms according to Sharia Economic Law. The research framework used is Law no. 21 of 2008 concerning Sharia Banking Article 54, POJK No. 16 POJK.03 / 2014 concerning Asset Quality of Sharia Commercial Bank and Sharia Business Unit, Fatwa DSN Number 19 / DSN-MUI / IV / 2001 on Al-Qardh, and DSN Fatwa Number 47 / DSN-MUI / II / 2005 on Settlement of Receivables Murabaha For Customer Unable to Pay. In this study the authors use the analytical descriptive method, which provides a clear picture of the policy of write off and implementation in BSM and explain the provisions that should be applied in the regulation. Data collection techniques used is documentation taken from write off documents owned by banks, and interviews conducted to the bank. The result of this research concludes that BSM in executing write off has been in accordance with the rules of law, in which BSM has policies and procedures on write off and has been approved by the Board of Commissioners and the Board of Directors. Write off is only possible for customers who are stuck and 100% PPAP is formed. The Bank is not allowed to notify the customer that the customer has been written off. BSM has also applied the norms contained in the Sharia Economic Law that in debt when the debtor is in trouble, it gives relief. ملخص البنك Syariah Mandiri في إجراء إجراءات تمويل الانقاذ عن طريق إعادة الجدولة ، تجديد ، وإعادة الهيكلة. إذا كان الإنقاذ لا يزال غير محفوظ ، فإن الائتمان يصبح عالقاً ، ثم يأخذ البنك المزيد من الإجراءات التي يتم شطبها. شطب هو إجراء إداري لإزالة التمويل المصرفي الكتاب قد تكدست جودة الميزانية العمومية في التزام العميل دون إزالة أو القضاء على الضفة اليمنى جمع للزبون. القانون رقم 21 لسنة 2008 بشأن الشريعة المصرفية يذكر أن البنوك الإسلامية يمكن شطب صرف تكدست في استمرارية أعمالها، وفي POJK رقم 16 / POJK.03 / 2014 بشأن الأصول الجودة BUS وUUS المادة 69-71 أن يطلب من المصارف السياسات والإجراءات قد كتب بشأن إزالته (شطب)، والنظر في تنظيم شطب مهم جدا باعتباره حجر الزاوية في السعي مشاكل تمويل الإنقاذ. وكان الغرض من هذه الدراسة هو تحديد الأحكام الشطب في القانون - القوانين وتنفيذ عمليات الشطب، شطب تنسيق السياسات، ومواءمة المعايير الذمم المدينة وفقا لقانون الاقتصاد الشريعة. إطار البحث المستخدم هو القانون رقم. 21 من عام 2008 بشأن الشريعة الإسلامية المادة 54 ، POJK رقم 16 POJK.03 / 2014 بشأن الأصول الجودة البنوك الإسلامية وحدة الأعمال الإسلامية، DSN رقم 19 / DSN-MUI / IV / 2001 على قناة - Qardh، وDSN رقم 47 / DSN-MUI / حسابات التسوية II / 2005 على مرابحة للعميل غير قادر على الدفع. في هذه الدراسة استخدام الكتاب طريقة dekskriptif التحليلية، مما يعطي صورة واضحة عن سياسة الشطب وتنفيذها في BSM وشرح ينبغي أن تطبق الأحكام الواردة في اللائحة. تقنيات جمع البيانات المستخدمة هي الوثائق المأخوذة من الوثائق - وثائق الشطب المملوكة للبنوك ، والمقابلات التي أجريت للبنك. وتخلص نتيجة هذا البحث إلى أن BSM في تنفيذ الشطب تم وفقا لقواعد القانون ، حيث لدى BSM سياسات وإجراءات شطب وتمت الموافقة عليها من قبل مجلس المفوضين ومجلس الإدارة. شطب ممكن فقط للعملاء الذين تمسك و 100٪ PPAP. لا يُسمح للبنك بإخطار العميل بأن العميل قد تم شطبه. كما طبقت BSM القواعد الواردة في قانون الشريعة الإسلامية التي في الديون عندما يكون المدين في ورطة ، فإنه يعطي الإغاثة.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: penyelesaian pembiayaan bermasalah; write off (hapus buku)
Subjects: Fikih (Fiqih, Fiqh), Hukum Islam
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Program Studi Muamalah
Depositing User: Mila Karmila
Date Deposited: 31 May 2018 06:47
Last Modified: 31 May 2018 06:47
URI: http://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/9817

Actions (login required)

View Item View Item