Syawaliyah, Intan Nurfitri (2025) Flexing perspektif Sayyid Quthub dan Buya Hamka : Studi komparatif tafsir Fi Zhilal Al-Qur'an dan tafsir Al-Azhar. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
COVER.pdf Download (103kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf Download (101kB) | Preview |
|
|
Text (SK BEBAS PLAGIARISM)
SK Bebas Plagiarism.pdf Download (124kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
DAFTAR ISI.pdf Download (50kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
Bab 1.pdf Download (187kB) | Preview |
|
![]() |
Text (BAB II)
Bab 2.pdf Restricted to Registered users only Download (151kB) |
|
![]() |
Text (BAB III)
Bab 3.pdf Restricted to Registered users only Download (214kB) |
|
![]() |
Text (BAB IV)
Bab 4.pdf Restricted to Registered users only Download (643kB) |
|
![]() |
Text (BAB V)
Bab 5.pdf Restricted to Registered users only Download (104kB) |
|
![]() |
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only Download (156kB) |
Abstract
Fenomena flexing, atau perilaku memamerkan kekayaan dan status sosial, semakin marak dalam kehidupan modern, terutama dengan perkembangan media sosial. Perilaku ini memiliki relevansi dalam ajaran Islam, sebagaimana tercermin dalam ayat-ayat Al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep flexing dalam perspektif Islam melalui tafsir dua mufassir besar, Sayyid Quthb dalam Tafsir Fi Zhilal Al-Qur’an dan Buya Hamka dalam Tafsir Al-Azhar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Flexing Perspektif Sayyid Quthb dan Buya Hamka (Studi Komparatif Tafsir Fi Zilal Al-Qur’an dan Tafsir Al-Azhar). Metode penelitian yang digunakan yang adalah metode kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif-interpretatif serta studi komparatif terhadap kedua tafsir tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa ayat dalam Al-Qur’an yang membahas fenomena flexing, di antaranya QS. Al-Baqarah (2): 264, QS. An-Nisa (4): 36- 38, QS. Al-A’raf (7): 48, QS. Al-Qashash (20): 76-78, QS. Luqman (31): 18, QS. Al-Hadid (57): 20 dan 23, QS. At-Takatsur (102): 1, serta QS. Al-Ma’un (107): 6. Sayyid Quthb dalam Tafsir Fi Zhilal Al-Qur’an menyoroti bahwa perilaku pamer kekayaan erat kaitannya dengan kesombongan dan ketidakpedulian terhadap sesama. Ia menegaskan bahwa flexing dapat membawa seseorang pada kehancuran, sebagaimana kisah Qarun yang binasa karena kesombongannya. Sementara itu, Buya Hamka dalam Tafsir Al-Azhar melihat flexing sebagai bentuk ketidakseimbangan dalam kehidupan sosial, di mana seseorang terlalu membanggakan materi hingga melupakan nilai-nilai agama dan kemanusiaan. Hamka menekankan pentingnya sikap rendah hati serta bagaimana seseorang seharusnya menggunakan hartanya untuk kebaikan, bukan untuk kesombongan. Secara komparatif, kedua mufassir sepakat bahwa flexing adalah perilaku negatif yang bertentangan dengan ajaran Islam. Namun, perbedaan muncul dalam pendekatan mereka: Sayyid Quthb lebih menekankan aspek ketidakadilan sosial yang dihasilkan dari flexing, sedangkan Buya Hamka lebih menyoroti dampak moral dan spiritual bagi individu. Kajian ini memberikan wawasan mendalam mengenai bagaimana Islam memandang fenomena flexing serta menegaskan pentingnya kesederhanaan, keikhlasan, dan tanggung jawab sosial dalam kehidupan.
Item Type: | Thesis (Sarjana) |
---|---|
Uncontrolled Keywords: | Flexing; Sayyid Quthb; Buya Hamka; Tafsir Komparatif; Tafsir Fi Zhilal Al- Qur’an; Tafsir Al-Azhar. |
Subjects: | Islam > Islam and Social Sciences Al-Qur'an (Al Qur'an, Alquran, Quran) dan Ilmu yang Berkaitan Al-Qur'an (Al Qur'an, Alquran, Quran) dan Ilmu yang Berkaitan > Tafsir Al-Qur'an |
Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir |
Depositing User: | Syawaliyah Intan Nurfitri |
Date Deposited: | 21 Mar 2025 04:10 |
Last Modified: | 21 Mar 2025 04:10 |
URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/106112 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |