Nur Azizah, Rahmalia and Nurlinah, Nurlinah and Taufiq, Wildan (2025) Representasi moralitas dalam narasi kebohongan pada film AL-Khallat: Kajian semiotika. Riwayat: Educational Journal of History and Humanities, ٨ (٣). pp. 3370-3390. ISSN 2775-5037
|
Text
Jurnal publish .pdf Download (900kB) | Preview |
Abstract
INDONESIA : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meneliti moralitas dalam narasi kebohongan yang terkandung dalam film-film al-Khallat melalui semiotika Ferdinand de Saussure dan pendekatan semiotik teori moral. Film al-Khallat mengungkapkan berbagai cerita tentang kebohongan, penipuan dan konflik etika yang mencerminkan dinamika moral masyarakat modern. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, peneliti menganalisis banyak adegan penting dalam film, menunjukkan bahwa mereka terletak pada konteks hubungan keluarga, sosial dan profesional. Studi ini menunjukkan bahwa film ini tidak hanya mencerminkan perilaku tidak bermoral, tetapi sering dikaitkan dengan motif perlindungan, kepentingan pribadi dan konflik nilai. Setiap tindakan diteliti menggunakan petanda dan penanda yang ada juga meneliti kategori karakter untuk mengungkapkan makna tersembunyi di balik bahasa dan perilaku ilustrasi. Hasilnya menunjukkan bahwa kebohongan memiliki aspek moral yang kompleks dan tidak selalu diklasifikasikan sebagai baik atau buruk. Penelitian ini berkontribusi pada penyelidikan moralitas di media populer dan memperluas pemahaman kita tentang dinamika etika dalam budaya visual. ENGLISH : This research to examines morality within the narrative of deception portrayed in the film Al-Khallat, using Ferdinand de Saussure’s semiotic theory and a moral semiotic approach.The film Al-Khallat presents a variety of stories involving lies, deceit, and ethical conflicts that reflect the moral dynamics of modern society. Using a descriptive qualitative method, the researcher analyzes several key scenes in the film, which are situated within the contexts of family, social, and professional relationships. The study reveals that the film not only portrays immoral behavior, but also often associates it with motives of protection, personal interest, and value conflict. Each action is examined through the use of signifiers and signifieds, along with character categorization, in order to uncover the hidden meanings behind language and behavioral expressions. The findings indicate that deception possesses a complex moral dimension and cannot always be strictly classified as either good or bad. This research contributes to the exploration of morality in popular media and broadens our understanding of ethical dynamics in visual culture.
Item Type: | Article |
---|---|
Subjects: | Arabic Language |
Divisions: | Fakultas Adab dan Humaniora > Program Studi Bahasa dan Sastra Arab |
Depositing User: | rahmalia nur azizah |
Date Deposited: | 29 Aug 2025 07:18 |
Last Modified: | 29 Aug 2025 07:18 |
URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/116729 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |