Radhi, Muhamad Fakhrul (2017) Nilai nilai budaya dalam tradisi pernikahan masyarakat Melayu (studi deskriptif di Sabah Melayu). Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
cover.pdf Download (364kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
abstrak.pdf Download (775kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
daftar isi.pdf Download (1MB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
bab 1.pdf Download (6MB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
bab 2.pdf Restricted to Registered users only Download (6MB) |
||
|
Text (BAB III)
bab 3.pdf Restricted to Registered users only Download (15MB) |
||
|
Text (BAB IV)
bab 4.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
||
|
Text (BAB V)
bab 5.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
daftar pustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
Abstract
Masyarakat Melayu merupakan salah satu dari pelbagai etnik yang terdapat di Malaysia, khususnya di Negeri Sabah. Terdapat pelbagai budaya dan tradisi yang dilaksanakan oleh masyarakat tersebut yang membedakan dengan masyarakat yang lain. Upacara pernikahan pada masyarakat Melayu dilihat seolah-olah mempunyai unsur-unsur budaya yang bersifat unik dan sehingga dapat sukar untuk memahami semua upacara tersebut berdasarkan agama atau pun sebahagian. Penulis rasa tertarik untuk melakukan penelitian tentang proses pernikahan pada masyarakat Melayu, baik menyangkut pada proses pelaksanaan maupun unsur-unsur budaya yang terdapat di dalam pelaksanaan upacara tersebut. Melalui penelitian ini diharapkan adanya dokumentasi tentang proses pelaksanaan maupun unsur-unsur untuknya yang terdapat dalam pelaksanaan upacara tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif-kualitatif melalui teknik pengumpulan data, berupa library research (studi kepustakaan), observasi, dan wawancara kepada tokoh yang dipandang mengetahui permasalahan. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa: pertama, dari sisi proses pelaksanaan pernikahan, pelipuan: (a) Adat Merisik, yaitu: menanyakan kepada calon pengantin perempuan, apakah sudah mempunyai pilihan hati (calon suami) atau masih belum berpunya (sendiri); (b) Adat Memandang, yaitu: menanyakan sama ada lamaran diterima atau tidak (menanyakan kepada calon pengantin perempuan dan keluarga, apakah pinangan diterima atau ditolak); (c) Adat Berinang, yaitu: bahwa calon pengantin perempuan sudah ada yang memiliki dan dapat disebut tunangan orang; (d) Akad Nikah, yaitu: pengesahan hubungan kedua mempelai menjadi suami istri yang sah menurut agama; (e) Adat Berinai, meliputi: berinai curi, berinai kecil, dan berinai besar; (f) Adat Bersanding, yaitu: kedua mempelai akan bersanding di pelaminan. Dari beberapa proses pelaksanaan pernikahan adat Melayu tersebut terdapat unsur-unsur budaya, meliputi: pertama, peralatan dan perlengkapan hidup. Kedua, nilai-nilai bahasa. Ketiga, kesenian, dan keempat, nilai-nilai religii.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Additional Information: | Halaman 13,14 (BAB 1), 31 (BAB 2), 54 (BAB 3), 71,72 (BAB 4) |
| Uncontrolled Keywords: | Nilai Nilai Budaya; Tradisi Pernikahan Melayu; dan Studi Deskriptif |
| Subjects: | Aqaid (Aqidah, Akidah) dan Ilmu Kalam |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Program Studi, Studi Agama Agama |
| Depositing User: | PKL6 SMKN 11 GARUT |
| Date Deposited: | 22 Jan 2026 08:39 |
| Last Modified: | 22 Jan 2026 08:39 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/121760 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



