Fajrin, Salma Noer (2026) Konstruksi budaya pernikahan generasi Z dalam trend menikah di KUA: Penelitian di KUA Kecamatan Cibiru Kota Bandung. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text
1_cover.pdf Download (39kB) | Preview |
|
|
Text
2_abstrak.pdf Download (298kB) | Preview |
|
|
Text
3_Sk bebas plagiarism.pdf Download (61kB) | Preview |
|
|
Text
4_daftarisi.pdf Download (235kB) | Preview |
|
|
Text
5_bab1.pdf Download (484kB) | Preview |
|
|
Text
6_bab2.pdf Restricted to Registered users only Download (767kB) | Request a copy |
||
|
Text
7_bab3.pdf Restricted to Registered users only Download (432kB) | Request a copy |
||
|
Text
8_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
||
|
Text
9_bab5.pdf Restricted to Registered users only Download (216kB) | Request a copy |
||
|
Text
10_daftarpustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (369kB) | Request a copy |
||
|
Text
11_lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (944kB) | Request a copy |
Abstract
Pernikahan identik dengan rangkaian resepsi besar dan prosesi adat yang panjang sebagai standar kepatutan sosial. Di tengah dinamika ekonomi dan perkembangan media sosial, muncul fenomena baru berupa meningkatnya minat generasi Z untuk menikah secara sederhana di Kantor Urusan Agama (KUA) tanpa resepsi, sebagaimana terjadi di KUA Kecamatan Cibiru. Fenomena ini menunjukkan adanya pergeseran nilai dan cara pandang generasi muda dalam memaknai pernikahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sosial pasangan generasi Z yang memilih menikah di KUA, mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi terbentuknya budaya pernikahan tersebut, serta mengetahui dampak tren menikah di KUA terhadap generasi Z dan lingkungan sosial. Penelitian ini dianalisis menggunakan teori konstruksi sosial Peter L. Berger dan Thomas Luckmann sebagai kerangka analisis utama. Teori konstruksi sosial ini digunakan untuk menjelaskan bagaimana pasangan Generasi Z membentuk, memahami, dan memaknai pilihan menikah di KUA melalui proses eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, guna memahami pengalaman dan pemaknaan generasi Z terhadap fenomena menikah di KUA secara mendalam. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pasangan generasi Z, pegawai KUA, orang tua pasangan, dan juga masyarakat Kecamatan Cibiru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasangan generasi Z yang menikah di KUA umumnya berusia 20–25 tahun dengan latar pendidikan dan kemampuan ekonomi yang hampir sama, serta memilih menikah di KUA atas pertimbangan ekonomi yang telah bergeser maknanya menjadi bentuk rasionalitas. Terbentuknya budaya ini dipengaruhi oleh faktor sosial-budaya berupa memudarnya stigma masyarakat, faktor ekonomisebagai faktor paling dominan,faktor rasionalitas, serta pengaruh media sosial sebagai penguat tren. Adapun dampaknya meliputi perubahan pola pernikahan generasi muda, juga perubahan cara pandang masyarakat yang kini menerima pernikahan sederhana di KUA secara lebih luas.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Budaya Pernikahan; Generasi Z; KUA; Pernikahan Sederhana |
| Subjects: | Social Interaction, Interpersonal Relations > Relations of Individual to Society Culture and Institutions |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Sosiologi |
| Depositing User: | Salma Noer Fajrin |
| Date Deposited: | 03 Sep 2026 03:06 |
| Last Modified: | 03 Sep 2026 03:06 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/125865 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



