Hukum menghisap rokok menurut Imam Al-Qulyubi As-Syafi’i dan Imam Abdul Ghani An-Nabulisy Al-Hanafi

Ardhi, Nuzulul Riezqil (2025) Hukum menghisap rokok menurut Imam Al-Qulyubi As-Syafi’i dan Imam Abdul Ghani An-Nabulisy Al-Hanafi. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
COVER.pdf

Download (99kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (185kB) | Preview
[img]
Preview
Text (LEMBAR PERNYATAAN)
LEMBAR PERNYATAAN.pdf

Download (255kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
BAB I.pdf

Download (292kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
BAB II (4).pdf
Restricted to Registered users only

Download (430kB)
[img] Text (BAB III)
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (162kB)
[img] Text (BAB IV)
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (417kB)
[img] Text (BAB V)
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (155kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (206kB)

Abstract

Perbedaan pendapat di antara para ulama mengenai hukum merokok merupakan suatu hal yang lumrah dan tidak dapat dihindari, karena rokok tidak dilarang dalam nash yang qath`i dan tegas, namun dalam menetapkan hukum suatu masalah, dapat ditetapkan atas dasar maslahat dan mafsadat yang didasarkan pada maqasid syari`ah, persoalan ini yang kemudian menjadikan ulama berbeda pendapat dalam menetapkan hukum merokok, seperti haram, mubah dan makruh. Penelitian ini menganalisis: 1) Pendapat Imam Al Qalyubi Tentang Hukum Menghisap Rokok. 2) Pendapat Imam Abdul Ghoni An Nabulisy Tentang Hukum Menghisap Rokok. 3) Analisis Perbandingan Antara Pendapat Imam Al Qulyubi dan Imam Abdul Ghoni An Nabulisy Tentang Hukum Menghisap Rokok Berdasarkan Prinsip Kemaslahatan Dan Kemudharatan. Kerangka berpikir yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori maslahah mursalah, Maslahah Murshalah adalah memberikan hukum syara` kepada suatu kasus yang tidak terdapat dalam Nash dan Ijma` atas dasar memelihara yang terlepas yaitu kemaslahatan yang tidak ditegaskan oleh syara` dan tidak pula di tolak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriftif-analitis dan pendekatan deskriftif-komparatif. Data diperoleh melalui studi kepustakaan dengan menggunakan sumber primer dan sekunder baik berupa buku, jurnal maupun rujukan lain. Teknik analisis dilakukan dengan mengkaji semua data yang berkaitan dengan permasalahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) menurut imam Al-Qulyubi bahwa merokok hukumnya haram karena diqiyaskan kepada ganja yang dapat merusak dan membahayakan terhadap tubuh. 2) menurut pendapat imam abdul ghoni an-nabulisy bahwa hukum merokok tidaklah haram melainkan halal/mubah dengan berpegang pada kaidah fikih bahwa segala sesuatu yang tidak ada dalil pengharamannya secara jelas maka hukumnya boleh dan merokok tidak merusak kepada akal. 3) Jika merokok mendatangkan sedikit kerugian maka menurut perspektif hukum menjadi makruh, maka di samping kerugiannya memunculkan manfaat cukup banyak, maka hukum makruh menjadi mubah. Dari segi bentuk, manfaat seperti membangkitkan semangat refleksi dan bekerja seperti biasa dirasakan oleh perokok, selama tidak berlebihan dan menimbulkan kerugian yang cukup besar.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Additional Information: TIDAK ADA LAMPIRAN
Uncontrolled Keywords: Merokok; Maslahat; mafsadat; maqasid syari`ah; maslahah mursalah
Subjects: Fikih (Fiqih, Fiqh), Hukum Islam
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Program Studi Perbandingan Madzhab dan Hukum
Depositing User: Nuzulul Riezqil Ardhi
Date Deposited: 08 Jan 2026 07:07
Last Modified: 08 Jan 2026 07:07
URI: https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/127218

Actions (login required)

View Item View Item