Baihaqi, Marwan (2025) Inamika afiliasi politik kaum Nahdiyin dengan Partai Politik PPP dan PKB dalam Pemilu 1999 & Pemilu 2004. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
01. Cover.pdf Download (159kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
02. Abstrak.pdf Download (47kB) | Preview |
|
|
Text (SUKET PLAGIASI)
SK Bebas Plagiarism (1).pdf Download (594kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
04. Daftar isi.pdf Download (95kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
05. Bab 1.pdf Download (296kB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
06. Bab 2.pdf Restricted to Registered users only Download (765kB) |
||
|
Text (BAB III)
07. Bab 3.pdf Restricted to Registered users only Download (663kB) |
||
|
Text (BAB IV)
08. Bab 4.pdf Restricted to Registered users only Download (83kB) |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
09. Daftar Pustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (176kB) |
||
|
Text (LAMPIRAN)
10. Lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Dinamika afiliasi politik Kaum Nahdiyin (kelompok sosial keagamaan terbesar di Indonesia) terhadap Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dalam kontestasi Pemilu 1999 dan 2004. Secara spesifik, studi ini mengkaji fenomena pergeseran loyalitas dan fragmentasi permanen basis kaum Nahdiyin, yang ditandai oleh keberhasilan PKB sebagai partai pasca Reformasi mengungguli PPP (partai warisan Orde Baru) pada Pemilu 1999 dan mengukuhkan dominasi suaranya pada Pemilu 2004. Fenomena ini dipicu oleh konflik internal dan perubahan representasi identitas politik dalam basis massa NU. Berdasarkan persoalan yang telah disebutkan, penelitian ini dapat merumuskan masalah berikut: Pertama, bagaimana afiliasi politik kaum Nahdiyin sebelum pemilu 1999?. Kedua, bagaimana afiliasi politik kaum Nahdiyin dalam pemilu 1999 dan pemilu 2004?. Berdasarkan rumusan masalah yang telah ditentukan, maka tujuan adanya penelitian ini, yaitu untuk mengetahui seperti apa yang situasi yang membuat afiliasi politik kaum Nahdiyin sebelum pemilu 1999 serta mengetahui afiliasi politik kaum Nahdiyin dalam pemilu 1999 & pemilu 2004. Untuk menganalisis dan menafsirkan fenomena tersebut, peneliti menggunakan metode penelitian sejarah, meliputi penyelidikan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Kerangka Teori Identitas Sosial digunakan sebagai alat analisis untuk menjelaskan bagaimana pilihan politik Nahdiyin mencerminkan upaya kolektif untuk mempertahankan identitas kelompok yang positif dan otentik. Loyalitas partai diukur berdasarkan kemampuan suatu partai dalam mewakili nilai-nilai budaya NU. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa dinamika afiliasi politik pada periode ini adalah manifestasi dari kontestasi identitas. Pada Pemilu 1999, PPP kehilangan daya tarik karena citranya terasosiasi kuat dengan kepentingan represif Orde Baru. Sebaliknya, PKB, didukung figur sentral yaitu K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), berhasil memenangkan kontestasi karena dianggap merepresentasikan kendaraan politik yang paling otentik dan kembali kepada khittah NU. Pada Pemilu 2004, meskipun PKB dilemahkan oleh konflik internal dan kejatuhan Gus Dur, kaum Nahdiyin yang kecewa tidak kembali ke PPP, tetapi justru menyebar ke partai-partai lain. Hal ini secara definitif menegaskan kegagalan PPP memulihkan in-group favoritism di mata massa kulturalnya.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Afiliasi Politik; Nahdiyin; PPP; PKB, Pemilu 1999; Pemilu 2004; Teori Identitas Sosial |
| Subjects: | Political Ethics Political Process > Political Parties Political Process > Parties in Indonesia Political Process > Election System Political Process > Practical Politics History of Southeast Asia > History of Indonesia |
| Divisions: | Fakultas Adab dan Humaniora > Program Studi Sejarah dan Peradaban Islam |
| Depositing User: | Marwan Baihaqi Marwan |
| Date Deposited: | 09 Jan 2026 02:57 |
| Last Modified: | 09 Jan 2026 06:28 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/127233 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



