Ramadhan, Rio (2025) Tindak tutur ilokusi pada konten dakwah akun instagram @bincangnikah. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
COVER.pdf Download (193kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf Download (127kB) | Preview |
|
|
Text (BUKTI LOLOS PLAGIARISME)
BUKTI LOLOS PLAGIARISME.pdf Download (255kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
DAFTAR ISI.pdf Download (492kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf Download (374kB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (422kB) |
||
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (707kB) |
||
|
Text (BAB IV)
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (186kB) |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only Download (241kB) |
||
|
Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (745kB) |
Abstract
Fenomena tren “Marriage is Scary” yang marak dibicarakan di media sosial memunculkan perubahan cara pandang generasi muda terhadap pernikahan. Pergeseran persepsi ini turut memengaruhi menurunnya angka pernikahan dalam satu dekade terakhir. Di tengah situasi tersebut, akun Instagram @bincangnikah hadir sebagai media dakwah digital yang menawarkan konten-konten edukatif bertema pernikahan. Dinamika inilah yang melatarbelakangi penelitian ini untuk memahami bagaimana pesan dakwah tentang pernikahan dikemas melalui gaya komunikasi percakapan pasangan muda dalam platform tersebut. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bentuk dan fungsi tindak tutur yang digunakan dalam konten dakwah @bincangnikah, sekaligus menelaah bagaimana praktik komunikasi tersebut berkontribusi pada penyampaian pesan keagamaan yang lebih kontekstual bagi audiens muda. Penelitian menggunakan paradigma interpretatif dengan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi konten, wawancara mendalam dengan tiga pengikut akun @bincangnikah, serta dokumentasi unggahan dan komentar audiens. Analisis dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Dua episode dengan jumlah penonton tertinggi “Nikah Itu Gak Pake Logika” dan “HTS Itu Omong Kosong” dipilih sebagai sampel utama untuk menggambarkan penggunaan tindak tutur dalam penyampaian pesan dakwah. Landasan teori yang digunakan adalah teori tindak tutur John R. Searle, yang mengklasifikasikan tindak tutur ilokusi ke dalam lima kategori, yaitu asertif, direktif, ekspresif, komisif, dan deklaratif. Penelitian ini juga memperluas kajian terdahulu yang umumnya berfokus pada TikTok atau pendakwah tertentu, dengan menempatkan dakwah berbasis dialog pasangan muda sebagai bentuk komunikasi yang lebih personal dan relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak tutur asertif merupakan bentuk yang paling dominan, digunakan untuk menyampaikan pandangan, pengalaman, serta realitas sosial terkait pernikahan dan hubungan tanpa status. Fungsi direktif, ekspresif, dan komisif turut muncul dalam bentuk ajakan, pengungkapan emosi, dan komitmen terhadap nilai-nilai Islam, sementara fungsi deklaratif tidak ditemukan secara eksplisit. Secara keseluruhan, konten @bincangnikah mampu menghadirkan dakwah yang reflektif, komunikatif, dan dekat dengan keseharian anak muda. Temuan ini menegaskan bahwa pemahaman terhadap tindak tutur dapat menjadi dasar penting dalam merancang strategi dakwah digital yang lebih efektif dan relevan bagi masyarakat modern.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Tindak Tutur; Konten Dakwah; Instagram @bincangnikah; Gaya Bahasa |
| Subjects: | Islam > Da'wah Social Interaction, Interpersonal Relations > Media of Communication, Mass Media Philosopy and Theory > Language and Communication, Lexicology |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam |
| Depositing User: | Rio Ramadhan |
| Date Deposited: | 05 Feb 2026 07:54 |
| Last Modified: | 05 Feb 2026 08:01 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/127894 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



