Mardhiyyah, Khadijah Himmatun (2025) Analisis semantik terhadap makna kata Wa'Azha dan derivasinya dalam Al-Qur'an. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
Cover.pdf Download (179kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
Abstrak (2).pdf Download (221kB) | Preview |
|
|
Text (LEMBAR PERNYATAAN)
LEMBAR PERNYATAAN (18).pdf Download (6MB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
DAFTAR ISI.pdf Download (185kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
4_bab1.pdf Download (378kB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
5_bab2.pdf Restricted to Registered users only Download (234kB) |
||
|
Text (BAB III)
6_bab3.pdf Restricted to Registered users only Download (234kB) |
||
|
Text (BAB IV)
7_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (691kB) |
||
|
Text (BAB V)
8_bab5.pdf Restricted to Registered users only Download (226kB) |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
9_daftarpustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (210kB) |
Abstract
Penelitian ini menerangkan makna kata Wa’azha dalam Al-Qur’an yang memiliki beragam makna seiring berlangsungnya waktu sehingga makna kata Wa’azha disini dapat menjadi nasihat atau peringatan bagi manusia agar melakukan kebaikan serta sebagai pondasi bagi dirinya, karena pada zaman modern perilaku tercela sudah marak dikalangan masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui makna dasar, makna relasional serta konsep kata Wa’azha dalam Al-Qur’an dengan menggunakan metode semantik Ensiklopedik. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif agar dapat memahami suatu fenomena lebih dalam dengan melakukan library-research, yaitu memanfaatkan dari berbagai sumber seperti jurnal, artikel, buku, kitab tafsir, kamus serta referensi lainnya. Hasil penelitian bahwa makna kata Wa’azha adalah menasihati, pelajaran yang menyentuh hati, ancaman, peringatan, pengarahan untuk menjauhi keburukan serta ayat Al-Qur’an hadir sebagai gambaran ketika Allah SWT memberikan peringatan kepada manusia. Konsep Wa’azha dalam Al-Qur’an seiring berjalannya waktu memiliki makna cenderung positif, karena subjek disini menjadi hasil akhir penentuan, dan pembedanya dapat dilihat dari subjek penyandang kata Wa’azha. Sifat kata Wa’azha disini mulanya hanya dapat dibawakan oleh Allah SWT, karena jika dibawakan oleh manusia dapat berpotensi pada keburukan. Hal ini jika dilakukan oleh manusia dapat mengarah kepada kebaikan atau keburukan. Dari sini Al Qur’an hadir sebagai peringatan atau nasihat yang di dalamnya terdapat petunjuk sebagai pedoman.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Additional Information: | tidak ada lampiran |
| Uncontrolled Keywords: | Al-Qur’an; Nasihat; Wa’azha |
| Subjects: | Al-Qur'an (Al Qur'an, Alquran, Quran) dan Ilmu yang Berkaitan > Kumpulan Ayat-ayat dan Surat-surat Tertentu dalam Al-Qur'an |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir |
| Depositing User: | Khadijah Himmatun Mardhiyyah |
| Date Deposited: | 19 Feb 2026 03:01 |
| Last Modified: | 19 Feb 2026 03:11 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/128142 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



