Najib, Fakhri Hibatulloh (2025) Hukum mengkonsumsi kepiting menurut Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) tahun 2002 dan Fatwa Mufti Deoband India 442/372/B=1431. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (Cover)
Cover.pdf Download (143kB) | Preview |
|
|
Text (Abstrak)
Abstrak.pdf Download (575kB) | Preview |
|
|
Text (Bab I)
Bab I pendahuluan.pdf Download (5MB) | Preview |
|
|
Text (Bab II)
bab II Tinjauan Pustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (11MB) |
||
|
Text (Bab III)
bab III Metodologi penelitian.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text (Bab IV)
bab IV hasil penelitian dan pembahasan.pdf Restricted to Registered users only Download (9MB) |
||
|
Text (Bab V)
Bab V Penutup.pdf Restricted to Registered users only Download (511kB) |
||
|
Text (Daftar Fustaka)
Daftar Pustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text (Lampiran)
Lampiran.pdf Restricted to Registered users only Download (372kB) |
||
|
Text (Lampiran Fatwa MUI)
FATWA MUI KEPITING.pdf Restricted to Repository staff only Download (431kB) |
Abstract
Makanan merupakan sumber pokok utama bagi umat manusia untuk kelangsungan hidup dan menambah energi dalam mengerjakan semua perintah-perintah Allah. Namun, Islam memiliki bebagai aturan agar kehidupan berjalan dengan baik, termasuk aturan untuk memilih binatang yang baik untuk dikonsumsi. Semua binatang dan produk yang ada dibumi semuanya halal tapi, ada beberapa hal pengecualian yang diharamkan oleh Allah dan Rasulnya sesuai dengan al-Qur'an dan as-Sunnah. Kepiting merupakan hewan laut yang diduga hidup di dua ini membuat pro dan kontra tentang status kehalalannya yang membuat umat manusia bingung. Oleh karena itu, lembaga-lembaga fatwa seperti Majelis Ulama Indonesia dan Fatwa Deoband India memerikan penjelasan terhadap hukum mengkonsumsi kepiting yang kehalalannya masih dipertanyakan Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (a) pandangan MUI dan Darul Ifta Deoband India mengenai hukum mengkonsumsi kepiting laut, (b) dalil serta metode istinbath hukum yang digunakan oleh kedua lembaga dalam menetapkan hukum tersebut, dan (c) analisis perbandingan hukum antara kedua fatwa tersebut. Landasan hukum yang digunakan mengacu pada dalil-dalil Alqur’an, Hadits-hadits Nabi dan Pendapat para Ulama mengenai hukum mengkonsumsi kepiting laut. Dali-dalil dan pendapat Ulama digunakan untuk menjelaskan dengan dibantu metode penilitan yang kemudian dapat menghasilkan suatu pernyataan yang dapat disimpulkan relevansi antara hukum mengkonsumsi kepiting laut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan jenis metode kualitatif serta pendekatan yuridsi normatif. Termasuk dalam penelitian pustaka (Library Research) dan metode deskriptif yaitu suatu penelitian yang mendapatkan sebanyak-banyaknya yang berkaitan dengan pembahasan konsep dan hasil fatwa dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Fatwa Mufti Deoband India. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1. Majelis Ulama Indonesia, membolehkan mengkonsumsi kepiting laut yang bebar-benar hidup di air. Sedangkan Darul Ifta Deoband India mengharamkan semua jenis kepiting sekalipun yang hidup di air, hewan laut yang dihalalkan hannya untuk yang benar-benar jenis ikan. 2. Majelis Ulama Indonesia menggunakan dalil-dalil yang menjelaskan tentang hukum hewan laut. Darul Ifta Deoband India menggunakan dalil yang dikhsusukan untuk ikan saja. 3. Analisis dalam menentukan hukum mengkonsumsi kepiting dalam islam memberikan persamaan dan perbedaan dikeduanya. Dalam persamaan kedua fatwa ini menggunakan al-Qur’an dan Hadits sebagai landasan utama mereka. sedangkan untuk perbedaanya MUI menambahkan pendapat para Ulama dan penelitian secara ilmiah terhadap kepiting. Sedangkan Deoband India Menggunakan dali-dalil yang secara khusus menjelaskan ikan dan belalang serta menggunakan ijtihad Imam Hanafi.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Hukum Mengkonsumsi menurut Fatwa MUI dan Fatwa Mufti Deoband India |
| Subjects: | Fikih (Fiqih, Fiqh), Hukum Islam Law > Comparative Law |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Program Studi Perbandingan Madzhab dan Hukum |
| Depositing User: | Fakhri Hibatulloh Najib |
| Date Deposited: | 18 Feb 2026 06:31 |
| Last Modified: | 18 Feb 2026 06:31 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/128223 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



