Peran kampung toleransi sebagai sarana kerukunan antar umat beragama dan upaya peningkatan kesadaran multikultural masyarakat di kota Bandung: Studi komparatif di enam kampung toleransi yang ada di Kota Bandung

Feraswari, Ariessa (2025) Peran kampung toleransi sebagai sarana kerukunan antar umat beragama dan upaya peningkatan kesadaran multikultural masyarakat di kota Bandung: Studi komparatif di enam kampung toleransi yang ada di Kota Bandung. Masters thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Full text not available from this repository. (Request a copy)

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan tingkat keberagaman yang sangat tinggi dari segi agama, etnis, budaya, dan bahasa, yang di satu sisi menjadi kekayaan bangsa, namun di sisi lain berpotensi menimbulkan konflik sosial apabila tidak dikelola secara tepat. Kondisi masyarakat perkotaan yang heterogen dan dinamis, seperti di Kota Bandung, menuntut adanya strategi kebijakan berbasis komunitas untuk menjaga kerukunan dan memperkuat kesadaran multikultural. Salah satu upaya yang dilakukan Pemerintah Kota Bandung adalah melalui pembentukan Kampung Toleransi sebagai kebijakan lokal dan praktik sosial di tingkat komunitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Kampung Toleransi sebagai sarana kerukunan antarumat beragama, mendeskripsikan kondisi sosial dan budaya masyarakat di enam Kampung Toleransi, mengkaji efektivitas perannya dalam meningkatkan kesadaran multikultural, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat implementasi program tersebut di Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe studi deskriptif-komparatif melalui rancangan comparative multiple-case study pada enam Kampung Toleransi, yaitu Jamika, Paledang, Dian Permai Kelurahan Babakan, Balonggede, Kebon Jeruk, dan Cibadak. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dengan analisis data mengacu pada model interaktif Miles dan Huberman. Kerangka teori yang digunakan adalah teori fungsionalisme struktural Robert K. Merton dan teori solidaritas sosial Emile Durkheim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kampung Toleransi berfungsi sebagai wadah sosial yang efektif dalam memperkuat kerukunan antarumat beragama dan mereduksi potensi konflik di tingkat komunitas. Fungsi manifes terlihat melalui kegiatan lintas iman, dialog antarwarga, dan kerja sama sosial, sementara fungsi laten tampak dalam terbentuknya solidaritas sosial, identitas kolektif inklusif, serta peningkatan interaksi sosial lintas kelompok. Kesadaran multikultural masyarakat mengalami peningkatan, meskipun masih terdapat tantangan berupa ketimpangan partisipasi warga, regenerasi nilai toleransi di kalangan generasi muda, serta keterbatasan sumber daya. Analisis komparatif menunjukkan adanya persamaan tujuan program, namun perbedaan implementasi dipengaruhi oleh konteks sosial, demografis, dan kapasitas kelembagaan masing-masing kampung. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Kampung Toleransi merupakan inovasi kebijakan berbasis komunitas yang relevan dan berpotensi berkelanjutan dalam membangun kerukunan dan kesadaran multikultural di wilayah perkotaan. Namun, keberhasilan program sangat bergantung pada konsistensi kebijakan pemerintah, penguatan kelembagaan lokal, keterlibatan tokoh agama dan masyarakat, serta strategi edukasi multikultural yang adaptif terhadap dinamika generasi dan konteks lokal.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Kampung Toleransi; Multikultural; Kota Bandung
Subjects: Religious Experiences
Religious Ethics
Divisions: Pascasarjana Program Magister > Program Studi Studi Agama Agama
Depositing User: Ariessa R. ARF Feraswari
Date Deposited: 06 Apr 2026 01:58
Last Modified: 06 Apr 2026 01:58
URI: https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/128235

Actions (login required)

View Item View Item