Analisis keadilan gender atas penafsiran ulama Indonesia terhadap ayat perlindungan keluarga: Telaah keterkaitan dengan perjanjian pranikah

Putriyani, Siti Nur Umdati (2026) Analisis keadilan gender atas penafsiran ulama Indonesia terhadap ayat perlindungan keluarga: Telaah keterkaitan dengan perjanjian pranikah. Masters thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img] Text (COVER)
COVER.pdf

Download (213kB)
[img] Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (276kB)
[img] Text (SURAT KETERANGAN BEBAS PLAGIASI)
SURAT KETERANGAN BEBAS PLAGIASI.pdf

Download (222kB)
[img] Text (DAFTAR ISI)
DAFTAR ISI.pdf

Download (198kB)
[img] Text (BAB I)
BAB I.pdf

Download (451kB)
[img] Text (BAB II)
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (641kB)
[img] Text (BAB III)
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (298kB)
[img] Text (BAB IV)
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (4MB)
[img] Text (BAB V)
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (223kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (272kB)

Abstract

Penelitian ini berangkat dari realitas keluarga Muslim Indonesia yang masih diliputi ketimpangan gender, tercermin dalam tingginya angka perceraian dan dominasi cerai gugat oleh istri akibat lemahnya perlindungan hak. Idealitas Al-Qur’an menekankan relasi keluarga yang adil, saling melindungi, dan berlandaskan kesalingan, sehingga tafsir ulang oleh Quraish Shihab, Husein Muhammad, dan Faqihuddin Abdul Kodir dengan perspektif keadilan gender menjadi pijakan utama. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis keadilan gender atas penafsiran ulama Indonesia terhadap perlindungan keluarga dan keterkaitannya dengan perjanjian pranikah. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan analisis deskriptif-komparatif melalui studi kepustakaan, dengan sumber utama karya tafsir ketiga mufassir, dilengkapi literatur pendukung tentang perlindungan keluarga dan perjanjian pranikah. Data dianalisis menggunakan teori mubādalah dan metode perbandingan tafsir (muqāran) menurut al-Farmawy, serta ditopang teori fungsionalisme struktural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiganya sama-sama berangkat dari semangat Al-Qur’an untuk melindungi keluarga, namun dengan corak berbeda sesuai latar belakang sosial dan intelektual. Quraish Shihab menekankan keseimbangan normatif peran suami-istri; Husein Muhammad memperluas tafsir ke ranah sosial-politik dengan kritik terhadap bias patriarki; sedangkan Faqihuddin Abdul Kodir melalui pendekatan mubādalah menegaskan relasi suami-istri sebagai kemitraan sejajar. Persamaan tafsir ketiganya terletak pada prinsip kesalingan, perlindungan, dan tanggung jawab bersama, sementara perbedaan menunjukkan evolusi progresif dari normatif klasik, menuju etis-sosial, hingga emansipatoris gender. Nilai-nilai keadilan gender dalam tafsir ketiganya dapat diintegrasikan ke dalam perjanjian pranikah sebagai instrumen syar‘i dan legal untuk melindungi keluarga. Dengan demikian, integrasi tafsir berkeadilan gender dengan hukum positif memperkuat fungsi perjanjian pranikah sebagai solusi praktis dalam mencegah ketidakadilan gender, melindungi hak-hak perempuan, serta menjaga maqāṣid keluarga berupa keadilan, perlindungan, dan kemaslahatan bersama.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: tidak ada lampiran
Uncontrolled Keywords: Analisis keadilan gender; penafsiran; ulama indonesia; ayat-ayat; perlindungan keluarga
Subjects: Al-Qur'an (Al Qur'an, Alquran, Quran) dan Ilmu yang Berkaitan
Social Groups > Gender
Divisions: Pascasarjana Program Magister > Program Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: Siti Putri
Date Deposited: 02 Mar 2026 07:30
Last Modified: 02 Mar 2026 07:31
URI: https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/128455

Actions (login required)

View Item View Item