Savitri, Bela (2026) Hubungan antara kebiasaan menonton tayangan film upin dan ipin dengan kualitas karakter anak usia dini: Penelitian korelasi di kelompok B RA Miftahul Khoer Kecamatan Tarogong Kidul Kabupaten Garut. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
cover.pdf Download (31kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
Abstrak.pdf Download (374kB) | Preview |
|
|
Text (SK BEBAS PLAGIARISME)
SK BEBAS PLAGIARISME.pdf Download (803kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
Daftar isi.pdf Download (189kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf Download (582kB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (164kB) |
||
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (388kB) |
||
|
Text (BAB IV)
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (542kB) |
||
|
Text (BAB V)
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (135kB) |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA .pdf Restricted to Registered users only Download (216kB) |
||
|
Text (LAMPIRAN)
Lampiran .pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masalah perkembangan karakter anak usia dini sebagai fondasi utama dalam pembentukan kepribadian dan perilaku sosial di masa depan. Masa usia dini merupakan periode emas (golden age) yang sangat menentukan keberhasilan internalisasi nilai-nilai moral, sosial, dan religius. Secara ideal, anak pada tahap ini diharapkan mampu menunjukkan perilaku positif seperti jujur, bertanggung jawab, disiplin, empati, dan toleransi sebagai cerminan berkembangnya karakter yang baik. Namun, berdasarkan hasil observasi di Kelompok B RA Miftahul Khoer Kecamatan Tarogong Kidul Kabupaten Garut, masih ditemukan ketidaksesuaian antara kondisi ideal tersebut dengan realitas di lapangan. Meskipun sebagian anak telah menunjukkan perilaku positif, masih terdapat anak yang memperlihatkan perilaku negatif seperti berbohong, berbicara kasar, menyakiti teman, enggan mengantre, hingga memukul teman. Fenomena ini menunjukkan bahwa proses pembentukan karakter anak belum berkembang secara optimal. Oleh karena itu, diperlukan untuk diteliti lebih mendalam tentang hubungan antara kebiasaan menonton tayangan Upin dan Ipin dengan kualitas karakter anak usia dini. sehingga dapat ditemukan solusi yang tepat dan efektif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) kebiasaan menonton Upin & Ipin di kelompok B RA Miftahul Khoer Kecamatan Tarogong Kidul Kota Garut, 2) kualitas karakter anak usia dini di kelompok B RA Miftahul Khoer Kecamatan Tarogong Kidul Kota Garut, serta 3) hubungan antara kebiasaan menonton tayangan film Upin & Ipin dengan kualitas karakter anak usia dini di kelompok B RA Miftahul Khoer Kecamatan Tarogong Kidul Kota Garut. Landasan teori penelitian ini merujuk pada teori perkembangan anak usia dini Hurlock (2003) serta Teori Belajar Sosial Bandura yang menegaskan bahwa anak meniru perilaku dari stimulus yang sering mereka lihat, termasuk tayangan media. Pembentukan karakter dianalisis menggunakan teori karakter Lickona (1991) sehingga tayangan Upin & Ipin dipahami berpotensi memengaruhi moral knowing, moral feeling, dan moral behavior anak. Metode penelitian yang digunakan yaitu korelasional, responden penelitian berjumlah 18 anak di Kelompok B RA Miftahul Khoer Kecamatan Tarogong Kidul Kabupaten Garut. Sampel diambil dengan teknik total sampling jenuh yang artinya seluruh populasi menjadi sampel. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil analisis data diperoleh nilai rata-rata kebiasaan menonton tayangan film Upin & Ipin sebesar 68 yang berada pada kategori cukup, sementara kualitas karakter anak usia dini memperoleh nilai rata-rata sebesar 79 dengan kategori baik, kemudian hasil perhitungan koefisien korelasi Pearson Product Moment menunjukkan nilai r = 0,71 yang berada pada interval 0,60 – 0,79 (Kuat) dan bersifat(positif),selanjutnya uji hipotesis menggunakan uji t menghasilkan nilai t hitung = 4,03 yang lebih besar dibandingkan dengan t tabel = 2,120 pada taraf signifikansi 5% dengan derajat bebas db = 16 sehingga dapat disimpulkan bahwa H₀ ditolak dan Ha diterima yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan menonton tayangan film Upin & Ipin dengan kualitas karakter anak usia dini, serta berdasarkan koefisien determinasi diperoleh kontribusi sebesar 50,41% yang menunjukkan bahwa sebagian variasi kualitas karakter anak dipengaruhi oleh kebiasaan menonton tayangan tersebut sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kebiasaan menonton tayangan; Film; Upin dan Ipin ; Kualitas Karakter ; Anak Usia Dini |
| Subjects: | Human Physiology > Child Development |
| Divisions: | Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) |
| Depositing User: | Bela Savitri |
| Date Deposited: | 05 Mar 2026 04:41 |
| Last Modified: | 05 Mar 2026 04:42 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/128650 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



