Ramayanti, Ani (2026) Model pengembangan Life Skill santri : Penelitian di pondok pesantren Al-Muhajirin Kabupaten Purwakarta. Doktoral thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Full text not available from this repository. (Request a copy)Abstract
Pondok pesantren perlu membekali Santri tidak hanya dengan ilmu agama,tetapi juga dengan keterampilan hidup (Life Skill) yang relevan dengan tuntutan zaman. Di Pondok Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta, masih terdapat kesenjangan antara kompetensi keagamaan Santri dengan kemampuan praktis yang dibutuhkan untuk kemandirian dan daya saing di dunia kerja, menunjukkan perlunya pendekatan pengembangan yang lebih terintegrasi dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan: (1) jenis keterampilan hidup yang dibutuhkan Santri, (2) program yang telah dilaksanakan,(3) model pengembangan, (4) implementasi program, (5) keterlibatan pihak eksternal, serta (6) keberhasilan program dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Penelitian ini menggunakan tiga lapis kerangka teoritis: Grand Theory (Kolb dan Bandura), Middle Theory (Galbraith), dan Applied Theory (Anwar dan Zaim El Mubarok). Keempat pilar Life Skills (personal, sosial, akademik, vokasional) dibentuk melalui pesantren sebagai living laboratory yang menyatukan keteladanan, budaya, unit usaha, dan kemitraan eksternal, sesuai dengan temuan Ridwan serta Amin dan Panorama, untuk membentuk Santri yang religius, terampil, dan bermanfaat bagi masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif- analitis. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan pengasuh, pengajar, Santri, dan mitra eksternal, serta studi dokumentasi.Analisis data dilakukan secara tematik dengan teknik reduksi, penyajian, dan verifikasi data. Lokus penelitian adalah Pondok Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta, dengan fokus pada program inti seperti tahfidz, sekolah menulis,muhadharah, dan unit usaha produktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Santri membutuhkan kecakapan personal, sosial, akademik, dan vokasional; (2) pesantren telah mengembangkan program terstruktur berbasis nilai dan praktik; (3) model yang dikembangkan adalah Integrasi Nilai Pesantren dan Sistem Pesantrenpreneur (MP-LS INTEKRA); (4) implementasi melalui pembiasaan nilai dan pembelajaran kontekstual adapun faktor pendukung meliputi komitmen pengasuh dan budaya pesantren, sedangkan kendala berupa keterbatasan anggaran; (5) keterlibatan eksternal berkontribusi namun perlu ditingkatkan; dan (6) program berhasil membentuk kemandirian Santri namun perlu penguatan aspek digital. Pondok Pesantren Al-Muhajirin telah berhasil mengembangkan model pengembangan Life Skill Santri yang efektif melalui integrasi nilai Islam dengan praktik langsung di unit usaha riil. Model Pengembangan Life Skill Santri Berbasis Integrasi Nilai Pesantren dan Sistem Pesantrenpreneur (MP-LS INTEKRA) terbukti mampu membekali Santri dengan keterampilan hidup yang kontekstual dan relevan dengan kebutuhan masyarakat, sekaligus menjaga keseimbangan antara kompetensi spiritual dan praktis.
| Item Type: | Thesis (Doktoral) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Life skill; santri; Pondok pesantren |
| Subjects: | Islam > Rites, Prayer Islam > Islamic Religious Education |
| Divisions: | Pascasarjana Program Doktor > Program Studi Pendidikan Islam > Konsentrasi Ilmu Pendidikan Islam |
| Depositing User: | Ani Ramayanti |
| Date Deposited: | 16 Mar 2026 02:21 |
| Last Modified: | 16 Mar 2026 02:21 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/129136 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



