Telaah kritis makna hadits larangan menolak hadiah dan hibah serta implikasinya terhadap perbaikan adab-adab mu’amalah: Kajian analisa Fahmu Al-Hadits

Nursyamsi, Ujang (2024) Telaah kritis makna hadits larangan menolak hadiah dan hibah serta implikasinya terhadap perbaikan adab-adab mu’amalah: Kajian analisa Fahmu Al-Hadits. Masters thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Full text not available from this repository. (Request a copy)

Abstract

Menerima hadiah bagian dari kegiatan kita sebagai manusia. Di Indonesia fenomena menerima hadiah banyak yang dikaitkan dengan budaya dan adat isitiadasalah satunya adalah hari raya ‘idul fitri. Selain itu, ada juga fenomena memberi disaat penghujung tahun ajaran di sekolah, akan tetapi berujung pada polemik dan masalah. Tujuan dari hadiah harusnya memiliki tujuan agar mempunyai sifat saling menyayangi dan terjauh permusuhan. Larangan menolak hadiah sudah ditegaskan oleh Rasulullah SAW. namun hadits-hadits terkait perlu dilakukan verifikasi ulang Kembali, sehingga dapat memberi pemahaman yang benar, dan kaum muslimin dapat melandasi amaliah mereka dengan landasarn yang benar pula. Penelitian ini mengambil subjek tela’ah hadits-hadits tentang larangan menolak hadiah serta implikasinya tehradap perbaikan adab-adab mumalah, penelitian ini terdorong seiring dengan perkembangan zaman yang memilih-milih terhadap hadiah yang diberikan. Sehingga penelitian ini berfokus pada bagaimana kualitas hadits tentang larangan menolak hadiah, bagaimana kandungan dan implikasi terhadap adab muamalah kaum muslimin. Adapun teori yang digunakan dalam proses penelitian adalah teori ilmu kritik dan Syarh al-Hadits secara umum. Penulis mengambil jenis penelitian dengan kualitatif. Sumber data untuk penelitian ini adalah kepustakaan yang dibagi menjadi dua; primer (mashadir ashliyah) dan sekunder (literatur-literatur terkait), dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi dokumen dan survei. Data-data yang yang telah terkumpul kemudian dianalisis menggunakan metode analisis isi. Hasil penelitian terkait hadits-hadits tentang larangan menolak hadiah ditemukan bahwa hadits-hadits tersebut terdapat dalam riwayat Imam Thabrani, Ibnu Mas’ud, Anas bin Malik, Abu Hurairah dan ‘Abdullah ibnu Umar, dan diriwayatkan dari banyak jalur periwayatan lengkap dengan muttabi’ dan syahid-nya, dengan adanya syawahid (penguat) yang sanadnya [‌متصل] dan rijalnya [‌‌ثقات], maka sanad lainnya dikuatkan dengan riwayat yang shahih. Adapun Pada aspek tathbiq Hadis, maka Hadis tentang larangan menolak hadiah termasuk Hadis ma’mulun bih (Hadis yang dapat dijadikan Hujjah dan diamalkan) sebagai tuntunan mu’amalah dari Rasulullah Saw agar terwujud hubungan kasih sayang antara sesama manusia dan saling tolong menolong [ta’awun] dalam kebajikan dan ketakwaan. Adapun Jika ada alasan lain yang membuat sulit untuk menerima pemberian hadiah, misalnya minyak wangi karena alasan tidak nyaman dengan baunya, dibolehkan untuk menolaknya secara baik-baik dan tidak menyakiti perasaan si-pemberi.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Implikasi; Kritik Hadits; Larangan Menolak Hadiahم
Subjects: Islam > Hadith
Islam > Study of Text of Hadith
Al-Hadits dan yang Berkaitan
Al-Hadits dan yang Berkaitan > Ilmu Hadits
Divisions: Pascasarjana Program Magister > Program Studi Ilmu Hadits
Depositing User: Ujang Nursyamsi
Date Deposited: 31 Mar 2026 04:15
Last Modified: 31 Mar 2026 04:15
URI: https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/129261

Actions (login required)

View Item View Item