Makna simbolik upacara wuku taun pada masyarakat Kampung Adat Cikondang di Desa Lamajang, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung

Fauzi, Ihsan (2026) Makna simbolik upacara wuku taun pada masyarakat Kampung Adat Cikondang di Desa Lamajang, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Full text not available from this repository. (Request a copy)

Abstract

Upacara Wuku Taun merupakan salah satu ritual adat tahunan yang dilaksanakan oleh masyarakat Kampung Adat Cikondang dan sarat dengan simbol yang memiliki makna dalam kehidupan keagamaan dan sosial masyarakat. Ritual ini tidak hanya berfungsi sebagai tradisi budaya, tetapi juga sebagai bagian dari sistem kehidupan masyarakat yang diwariskan secara turun-temurun. Penelitian ini bertujuan untuk memahami simbol-simbol yang terdapat dalam upacara Wuku Taun serta makna yang terkandung di dalamnya berdasarkan perspektif masyarakat Kampung Adat Cikondang. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan antropologi interpretatif dengan merujuk pada pemikiran Clifford Geertz, yang memandang simbol sebagai bagian dari sistem makna dalam kehidupan masyarakat. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upacara Wuku Taun terdiri dari tahapan ritual yang terstruktur dengan melibatkan berbagai simbol, seperti tumpeng, hasil bumi, ruang sakral, serta tindakan kolektif masyarakat. Simbol-simbol tersebut dimaknai sebagai ungkapan rasa syukur, nilai keselarasan hidup, serta hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Tuhan. Selain itu, simbol juga berfungsi sebagai pedoman dalam kehidupan sosial dan keagamaan serta sebagai sarana memperkuat kebersamaan masyarakat. Kesimpulannya, makna simbolik dalam upacara Wuku Taun tidak hanya bersifat representatif, tetapi juga berfungsi sebagai sistem makna yang membentuk cara pandang dan praktik kehidupan masyarakat Kampung Adat Cikondang. Oleh karena itu, pemahaman terhadap ritual adat perlu menempatkan pemaknaan masyarakat sebagai fokus utama agar nilai-nilai yang terkandung di dalamnya tidak tereduksi hanya sebagai praktik seremonial. Kajian terhadap ritual adat perlu menempatkan pemaknaan masyarakat sebagai fokus utama agar nilai-nilai kultural dan religius dapat dipahami secara lebih mendalam. Ke depan, kajian serupa dapat diarahkan pada dinamika perubahan makna ritual dalam konteks modernisasi.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Uncontrolled Keywords: Makna Simbolik; Wuku Taun; Ritual Adat; Masyarakat Adat; Kampung Adat Cikondang
Subjects: Islam
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Program Studi, Studi Agama Agama
Depositing User: Ihsan Fauzi
Date Deposited: 06 Apr 2026 02:10
Last Modified: 06 Apr 2026 06:59
URI: https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/129358

Actions (login required)

View Item View Item