Takhrij al-hadits dan dirasah al-asanid mengenai jalan menuju Allah hanya satu dan implikasinya terhadap persatuan ummat Islam: Sebuah analisa kritik hadits

Jaenudin, Dindin (2024) Takhrij al-hadits dan dirasah al-asanid mengenai jalan menuju Allah hanya satu dan implikasinya terhadap persatuan ummat Islam: Sebuah analisa kritik hadits. Masters thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Full text not available from this repository. (Request a copy)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keabsahan hadis-hadis mengenai konsep bahwa jalan menuju Allah hanya satu, menjelaskan kandungan serta problematika pemahamannya, dan merumuskan manhaj yang benar dalam menempuh jalan tersebut. Tema ini dipilih karena perpecahan umat Islam sering kali berakar pada kesalahan dalam memahami nash, fanatisme golongan, serta kecenderungan menjadikan kebenaran sebagai sesuatu yang relatif dan majemuk tanpa landasan yang kokoh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan metode takhrij al-hadits, dirasah al-asanid, kritik sanad dan matan, serta syarah maudhu’i. Data primer diambil dari al-mashadir al-ashliyyah, kitab-kitab syarah, kitab rijal, serta literatur pendukung lain yang relevan. Analisis dilakukan melalui penelusuran hadis pada sumber aslinya, identifikasi sanad dan matan, i’tibar dengan mencari muttabi’ dan syawahid, penilaian kualitas hadis, analisis kandungan, serta penarikan implikasi terhadap persoalan persatuan umat Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis-hadis tentang istiqamah berpegang teguh pada jalan Allah, al-jama’ah, serta kewajiban mengikuti sunnah Nabi dan Khulafaurrasyidin memiliki dasar periwayatan yang dapat ditemukan dalam sumber-sumber primer dan tergolong hadis marfu’ secara idhafah. Dari sisi kehujjahan, riwayat-riwayat tersebut datang melalui banyak jalur, diperkuat oleh muttabi’ dan syahid yang sanadnya muttashil serta para perawinya tsiqah, sehingga riwayat yang semula lemah dapat meningkat derajatnya menjadi hasan li ghairih, bahkan sebagian menjadi shahih li ghairih. Dengan demikian, hadis-hadis tersebut tergolong maqbul dan ma’mul bih, sehingga dapat dijadikan hujjah dan diamalkan. Penelitian ini juga menegaskan bahwa istilah al-jama’ah memiliki dua makna utama, yaitu persatuan di atas kebenaran dengan berpegang pada al-Qur’an, sunnah, dan ijma’ sahabat, serta komitmen terhadap kesatuan kaum muslimin di bawah otoritas pemimpin muslim yang sah. Jalan menuju Allah dipahami bukan sebagai banyak jalan yang sama benarnya, melainkan satu jalan lurus yang harus ditempuh dengan mengikuti wahyu dan manhaj salaf. Adapun perbedaan yang tercela ialah perselisihan dalam akidah dan bid’ah yang melahirkan perpecahan, sedangkan ikhtilaf ijtihadi dalam masalah fikih tidak tercela selama tetap berada dalam satu manhaj yang benar. Oleh sebab itu, penelitian ini menyimpulkan bahwa persatuan umat Islam hanya dapat diwujudkan melalui komitmen kepada al-Qur’an, sunnah Nabi, pemahaman para sahabat, serta penolakan terhadap berbagai jalan penyimpangan yang menjauhkan umat dari shirath al-mustaqim.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: takhrij al-hadits; dirasah al-asanid; persatuan umat Islam
Subjects: Islam > Hadith
Islam > Study of Text of Hadith
Al-Hadits dan yang Berkaitan
Al-Hadits dan yang Berkaitan > Ilmu Hadits
Al-Hadits dan yang Berkaitan > Kritik terhadap Hadits
Al-Hadits dan yang Berkaitan > Cerita-cerita Hadits
Divisions: Pascasarjana Program Magister > Program Studi Ilmu Hadits
Depositing User: Dindin Jaenudin
Date Deposited: 08 Apr 2026 07:45
Last Modified: 08 Apr 2026 07:45
URI: https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/129538

Actions (login required)

View Item View Item