Analisis empiris terhadap peran mediator hakim dalam mediasi perkara perceraian di Pengadilan Agama Cilacap: Implementasi Perma no. 1 tahun 2016

Khambali, Nur Iqbal (2025) Analisis empiris terhadap peran mediator hakim dalam mediasi perkara perceraian di Pengadilan Agama Cilacap: Implementasi Perma no. 1 tahun 2016. Masters thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Full text not available from this repository. (Request a copy)

Abstract

Mediasi sebagai alternatif penyelesaian sengketa dalam perkara perceraian di lingkungan peradilan agama merupakan wujud konkret dari asas peradilan cepat, sederhana, dan biaya ringan. PERMA No. 1 Tahun 2016 mengatur secara teknis pelaksanaan mediasi di pengadilan, yang pada dasarnya bertujuan penyelesaian secra damai dan menekan jumlah persidangan. Namun tingginya angka perceraian di Pengadilan Agama Cilacap serta sangat rendahnya perkara yang dapat di mediasi menghasilkan jumlah keberhasilan yang sangat rendah. Penelitian ini bertujuan untuk; (1) menganalisis tingakat keberhasilan mediasi di Pengadilan Agama Cilacap, dan faktor dominan kegagalanya (2) mengkaji usaha mediator hakim dalam mengusahakan damai para pihak yang berperkara pada usahanya menekan jumlah perkara perceraian melalui strategi dan upaya peningkatan kopetensi mediator hakim di Pengadilan Agama Cilacap, (3) mengkaji implementasi PERMA No. 1 tahun 2016 di Pengadilan Agama Cilacap dan penyebab tingginya angka perceraian. Kerangka pemikiran dalam penelitian ini adalah penggunakan PERMA No. 1 Tahun 2016 dan PERMA No. 3 Tahun 2022, Teori Mediasi ,Resolusi Konflik, dan Teori Efektivitas Hukum. Metodologi penelitian ini menggunakan jenis kualitatif dengan metode analisi deskriptif dan Pendekatan yuridis empiris. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumen, Hasil penelitian menunjukkan 1) Tingkat keìbeìrhasilan meìdiasi dan faktor dominan penyebab keberhasilan dan kegagalan mediasi di Peìngadilan Agama Cilacap, berhasil sebagian jika dijumlah maka 0,3% perkara yang berhasil dimediasi, rata-rata tidak berhasil 5,5% dan yang tertinggi adalah perkara yang tidak dapat dimediasi 94,10%. aktor dominan pendukung keberhasilan yaitu para pihak yang bersikap kooperatif selama proses mediasi dan faktor dominan penghambat keberhasilan terbatasnya jumlah mediator, dan lemahnya motivasi mediator dalam menyelesaikan mediasi (tidak ada solusi kreatif.2) Strategi dan teknik yang digunakan mediator hakim sudah memenuhi prosedur mediasi sesuai PERMA No. 1 Tahun 2016 namun belum terdapat upaya konkret dan berkelanjutan dalam meningkatkan kemampuan, pengetahuan, dan keterampilan mediator hakim di Pengadilan Agama Cilacap, sehingga peran mediasi yang seharusnya adaptif dan strategis cenderung berjalan secara prosedural tanpa didukung penguatan kapasitas yang memadai. 3) Implementasi PERMA No. 1 tahun 2016 dan faktor yang menyebabkan tingginya Angka perceraian di Peìngadilan Agama Cilacap tingkat keberhasilannya sangat rendah (0,3%), menunjukkan bahwa kepatuhan prosedural belum diikuti dengan efektivitas substansial, akibat lemahnya iktikad baik para pihak dan pendekatan mediasi yang belum optimal.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: mediator; mediasi di pengadilan agama; mediasi; perceraian; cilacap
Subjects: Fikih (Fiqih, Fiqh), Hukum Islam > Hukum Keluarga dan Hukum Perkawinan, Pernikahan menurut Islam
Fikih (Fiqih, Fiqh), Hukum Islam > Pengadilan Islam di Indonesia
Divisions: Pascasarjana Program Magister > Program Studi Hukum Keluarga
Depositing User: Nur Iqbal Khambali
Date Deposited: 15 Apr 2026 03:03
Last Modified: 15 Apr 2026 03:03
URI: https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/130017

Actions (login required)

View Item View Item