Narasi kekerasan 1965: kajian historiografis dalam buku The Killing Season karya Robinson dan The Army and The Indonesian Genocide karya Melvin tahun 2018

Alhafidz, Habib (2026) Narasi kekerasan 1965: kajian historiografis dalam buku The Killing Season karya Robinson dan The Army and The Indonesian Genocide karya Melvin tahun 2018. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img] Text (COVER)
001_COVER.pdf

Download (37kB)
[img] Text (ABSTRAK)
002_ABSTRAK.pdf

Download (127kB)
[img] Text (SURAT PERNYATAAN)
003_Surat Pernyataan - Materai.pdf

Download (348kB)
[img] Text (DAFTAR ISI)
004_DAFTAR ISI.pdf

Download (45kB)
[img] Text (BAB I)
005_BAB I.pdf

Download (188kB)
[img] Text (BAB II)
006_BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (238kB) | Request a copy
[img] Text (BAB III)
007_BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (371kB) | Request a copy
[img] Text (BAB IV)
008_BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (72kB) | Request a copy
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
009_DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (175kB) | Request a copy
[img] Text (LAMPIRAN)
010_LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (62kB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini mengkaji kontestasi historiografi mengenai kekerasan pasca-peristiwa G30S melalui dua karya monumental yang terbit pada tahun 2018, yakni karya Geoffrey B. Robinson dan Jess Melvin. Fokus utama penelitian ini adalah membedah bagaimana perbedaan latar belakang intelektual memengaruhi konstruksi narasi sejarah dan bagaimana kedua perspektif tersebut dapat disintesiskan untuk memahami mekanisme genosida 1965 secara utuh. Metode yang digunakan adalah metode sejarah dengan pendekatan kritik historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Robinson membangun narasi berbasis pada struktur geopolitik global, di mana intervensi kekuatan Barat dipandang sebagai prasyarat terjadinya kekerasan skala luas. Sementara itu, Melvin melalui pendekatan forensik-administratif membuktikan bahwa kekerasan tersebut merupakan operasi militer yang terencana secara birokratis hingga tingkat tapak. Peneliti menawarkan sebuah sintesis baru yang disebut sebagai Mutualisme Imperialisme, yakni sebuah simbiosis mematikan antara kepentingan imperialisme global yang membutuhkan stabilitas politik di Asia Tenggara dengan ambisi militer lokal yang memerlukan legitimasi internasional untuk menghancurkan lawan politiknya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kekerasan 1965 bukanlah hasil dari amuk massa spontan atau konflik horizontal, melainkan sebuah genosida sistemik yang direstui secara internasional dan dijalankan secara administratif oleh negara. Implikasi dari temuan ini menuntut adanya rekonstruksi terhadap narasi sejarah nasional Indonesia agar lebih jujur dan berbasis pada bukti-bukti arsip autentik demi kepentingan kebenaran sejarah dan rekonsiliasi.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: Dictionary and Encyclopedia
Graphic Representation of Surface of Earth, Atlases > History of Maps
History of Asia
Divisions: Fakultas Adab dan Humaniora > Program Studi Sejarah dan Peradaban Islam
Depositing User: Habib Alhafidz
Date Deposited: 23 Apr 2026 07:38
Last Modified: 23 Apr 2026 07:38
URI: https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/130358

Actions (login required)

View Item View Item