Jawari, Fauzi Achmad (2026) Peran KNPI dalam pendidikan politik non-formal: Studi kasus program Ngawangkong di Kecamatan Balubur Limbangan Kabupaten Garut. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
COVER.pdf Download (21kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf Download (102kB) | Preview |
|
|
Text (KETERANGAN BEBAS PLAGIARISM)
LEMBAR BEBAS PLAGIASI.pdf Download (725kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
Daftar Isi.pdf Download (99kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf Download (189kB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (156kB) |
||
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (107kB) |
||
|
Text (BAB IV)
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (401kB) |
||
|
Text (BAB V)
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (32kB) |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only Download (112kB) |
||
|
Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (504kB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis proses pendidikan politik nonformal oleh KNPI melalui program Ngawangkong serta memahami pembentukan pemahaman dan pengalaman politik generasi muda. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus, berlandaskan teori orientasi politik Almond (kognitif, afektif, evaluatif). Data dikumpulkan melalui wawancara semi- terstruktur dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ngawangkong merupakan model pendidikan politik berbasis ruang informal yang dialogis dan kontekstual. Perencanaan, materi, dan metode pelaksanaan disusun secara fleksibel melalui diskusi internal dengan menyesuaikan isu aktual generasi muda sehingga kegiatan relevan dan adaptif. Pembentukan orientasi politik terjadi secara bertahap dan tampak pada tiga dimensi. Pada dimensi kognitif, peserta mengalami peningkatan pengetahuan dari tidak memahami politik menjadi mengetahui sistem politik, kinerja pemerintah, serta isu lokal. Pada dimensi afektif, terjadi perubahan sikap, di mana peserta mulai memandang politik sebagai bagian penting kehidupan dan lebih percaya diri berdiskusi. Pada dimensi evaluatif, peserta mampu menilai kebijakan publik dan menunjukkan kesiapan berpartisipasi, termasuk menggunakan hak pilih dan menyampaikan aspirasi. Secara keseluruhan, Ngawangkong tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi juga ruang pengalaman yang membentuk kesadaran politik generasi muda, meskipun masih menghadapi keterbatasan jangkauan dan konsistensi kegiatan.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Pendidikan Politik Nonformal; Orientasi Politik; Ngawangkong Generasi Muda |
| Subjects: | Political dan Government Science > Education of Politics Political dan Government Science > Political Situation and Condition Civil Rights |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Ilmu Politik |
| Depositing User: | Fauzi Ahmad Jawari |
| Date Deposited: | 07 May 2026 04:47 |
| Last Modified: | 07 May 2026 04:47 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/130976 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



