Atho'ulloh, Atsiil Gholi (2026) Hukuman mati bagi terpidana kasus korupdi menurut Nahdlatul Ulama dalam Mukamar ke-33 dan Majelis Tarjih Muhammadiyah. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text
COVER 1.pdf Download (232kB) | Preview |
|
|
Text
ABSTRAK 1.pdf Download (157kB) | Preview |
|
|
Text
LAMPIRAN 1.pdf Download (544kB) | Preview |
|
|
Text
DAFTAR 1.pdf Download (194kB) | Preview |
|
|
Text
BAB I 01.pdf Download (886kB) | Preview |
|
|
Text
BAB II 01.pdf Restricted to Registered users only Download (460kB) |
||
|
Text
BAB III 01.pdf Restricted to Registered users only Download (256kB) |
||
|
Text
BAB IV 01.pdf Restricted to Registered users only Download (554kB) |
||
|
Text
BAB V 01.pdf Restricted to Registered users only Download (243kB) |
||
|
Text
DAFTAR PUSTAKA 01.pdf Restricted to Registered users only Download (189kB) |
||
|
Text (LAMPIRAN)
CamScanner 11-05-2026 22.02.pdf Restricted to Repository staff only Download (9MB) |
Abstract
Korupsi merupakan salah satu tantangan utama dalam pembangunan nasional di Indonesia, dengan dampak yang merugikan seperti perlambatan pertumbuhan ekonomi, peningkatan kemiskinan, dan pelebaran kesenjangan sosial . salah satu referensi masyarakat Islam adalah organisasi masyarakat (ormas) Islam, di Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. Fatwa dari kedua ormas tersebut seringkali dijadikan pertimbangan oleh sebagian masyarakat Islam di Indonesia, karena sebagian masyarakat Indonesia adalah termasuk dalam ormas tersebut. Maka dari itu NU dan Muhammadiyah sebagai organisasi ke agamaan yang sangat peduli terhadap bangsa ini mengeluarkan fatwa kembali tentang kejahatan korupsi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pertama tentang pandangan Ulama Nahdlatul ulama tentang Hukuman Mati terhadap pidana kasus korupsi. Kedua, untuk mengetuhui juga pandangan Ulama Muhammadiyah tentang Hukuman Mati terhadap pidana kasus korupsi. Terakhir ketiga untuk mengetahui metode dan dalil Ulama NU dan Muhammadiyah terutama kesimpulan perbandingan pendapat kedua Ulama tersebut. Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti dalam skripsi ini adalah kualitatif. Kemudian menggunakan pendekatan normatif. Selanjutnya metode yang digunakan adalah deskriptif analitis, serta teknik penelitiannya adalah Library Research. Dalam kerangka hukum islam, terdapat sebuah aspirasi sentral untuk mengrealisasikan serta menjaga target fundamental (maqāsid asy-syarí’ah), yakni hifz al-Māl . dalam sasaran hukum Islam, terpidana kasus korupsi harus dikenakana empat macam sanksi yakni; Uqūbah Nafsiyah, Uqūbah Badaniyah, Uqūbahhurriyah, UqūbahMaliyah. Berdasarkan hasil penelitian pertama Ulama NU berpandangan korupsi sebagai ghulul, bisa disamakan dengan Sariqoh (pencurian) atau hirobah (Perampokan) dan hukuman mati bisa dicapai ketika sudah mengancam keselamtan negara. Kedua Ulama Muhammadiyah menyatakan korupsi sebagai ghulul dan risywah dan Hukuman mati dapat dilaksanakan ketika korupsi kerugian negara sangat besar diibartkan setara kurang lebih 1 miliar. Ketiga perbandingan nya yaitu sama-sama membolehkan hukuman mati dan perbedaannya yaitu dalam segi isthinbath hukum dan dalil nya. Kata kunci: Korupsi, NU, Muhmmadiyah, (maqāsid asy-syarí’ah), Uqūbah Nafsiyah, Uqūbah Badaniyah, Uqūbahhurriyah, UqūbahMaliyah. Sariqoh (pencurian), hirobah (Perampokan), ghulul (Pengkhianatan), risywah (Suap).
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Korupsi; NU; Muhmmadiyah; (maqāsid asy-syarí’ah); Uqūbah Nafsiyah; Uqūbah Badaniyah; Uqūbahhurriyah; UqūbahMaliyah;Sariqoh (pencurian); hirobah (Perampokan); ghulul (Pengkhianatan); risywah (Suap) |
| Subjects: | Fikih (Fiqih, Fiqh), Hukum Islam > Hukum Pidana Islam, Jinayat |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Program Studi Perbandingan Madzhab dan Hukum |
| Depositing User: | Atsiil Gholi Atho'Ulloh |
| Date Deposited: | 13 May 2026 01:50 |
| Last Modified: | 13 May 2026 01:50 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/131255 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



