Musyaffa, Rafi Daffa (2026) Frugal living perspektif Muhammad Ali Ash-Shabuni dalam tafsir Shafwah At-Tafasir. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
COVER.pdf Download (237kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK (2).pdf Download (446kB) | Preview |
|
|
Text (SK LULUS PLAGIARISME)
SK Lulus Plagiarisme Prodi.pdf Restricted to Registered users only Download (263kB) |
||
|
Text (DAFTAR ISI)
DAFTAR ISI (2).pdf Download (458kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
BAB I (2).pdf Download (1MB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
BAB II (2).pdf Restricted to Registered users only Download (994kB) |
||
|
Text (BAB III)
BAB III (2).pdf Restricted to Registered users only Download (683kB) |
||
|
Text (BAB IV)
BAB IV (2).pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text (BAB V)
BAB V (2).pdf Restricted to Registered users only Download (433kB) |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA (2).pdf Restricted to Registered users only Download (631kB) |
||
|
Text (LAMPIRAN)
Lampiran (2).pdf Restricted to Repository staff only Download (330kB) |
Abstract
Frugal living merupakan pola hidup yang menekankan sikap bijak dan penuh kehati-hatian dalam mengelola harta, sehingga seseorang tidak terjerumus pada perilaku boros, tetapi juga tidak terjebak dalam sikap kikir. Di tengah semakin kuatnya arus konsumerisme, gaya hidup hedonis, serta kemudahan akses belanja di era digital, pembahasan mengenai frugal living menjadi semakin relevan. Al-Qur’an sebagai pedoman hidup umat Islam sejatinya telah memberikan arahan tentang pentingnya bersikap seimbang dalam menggunakan harta. Prinsip-prinsip tersebut juga dapat dijumpai dalam penafsiran para ulama, salah satunya dalam Tafsir Shafwah at-Tafasir karya Muhammad Ali ash-Shabuni. Atas dasar itulah, penelitian ini berupaya mengkaji bagaimana konsep frugal living dipahami dalam perspektif tafsir serta bagaimana relevansinya bagi kehidupan masa kini. Penelitian ini memusatkan perhatian pada dua persoalan utama, yaitu: (1) bagaimana konsep frugal living dijelaskan dalam Tafsir Shafwah at-Tafasir karya Muhammad Ali ashShabuni, dan (2) bagaimana implikasi ajaran frugal living tersebut dalam merespons berbagai persoalan kehidupan kontemporer. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) memaparkan konsep frugal living menurut penafsiran Muhammad Ali ash-Shabuni dalam Tafsir Shafwah at-Tafasir, serta (2) menganalisis implikasi ajaran tersebut dalam konteks kehidupan modern. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif berbasis kepustakaan (library research). Sumber data utama yang digunakan adalah Al-Qur’an dan Tafsir Shafwah at-Tafasir karya Muhammad Ali ash-Shabuni, sedangkan sumber data pendukung diperoleh dari kitab-kitab tafsir, buku, dan jurnal yang relevan. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi, kemudian dianalisis dengan metode deskriptif-analitis menggunakan pendekatan tematik (maudhu’i). Hasil penelitian frugal living perspektif Muhammad Ali ash-Shabuni dalam Tafsir Shafwah At-Tafasir pada beberapa ayat di dalam al-Qur’an yaitu: Q.S Al-Imran: 180, Q.S Al-A’raf: 31, Q.S Al-Isra’: 26, 27, 29 Q.S Al-Furqan: 67, Q.S Al-Qashash: 78,79,80 Q.S Muhammad: 38. Menunjukkan bahwa dalam Tafsir Shafwah at-Tafasir, Muhammad Ali ash-Shabuni memandang frugal living sebagai sikap moderat dalam mengelola harta, yaitu berada di tengah antara sikap kikir dan perilaku boros. Melalui penafsirannya terhadap ayat-ayat tentang nafkah, infak, israf, dan tabdzir, ia menegaskan bahwa harta pada hakikatnya merupakan amanah dari Allah yang harus dikelola secara bertanggung jawab, proporsional, dan diarahkan pada kemaslahatan. Dengan demikian, frugal living tidak semata-mata dipahami sebagai kebiasaan berhemat, melainkan sebagai bagian dari etika Qur’ani yang menuntut keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan pribadi, tanggung jawab terhadap keluarga, dan kepedulian sosial, sekaligus mencerminkan kesadaran spiritual dalam memanfaatkan nikmat Allah.Adapun dalam konteks kehidupan kontemporer, penafsiran tersebut menunjukkan bahwa frugal living dapat dijadikan sebagai kerangka etis untuk menyikapi menguatnya budaya konsumerisme, gaya hidup hedonis, dan kecenderungan hidup berlebihan di era modern. Prinsip ini mendorong terbentuknya pola hidup yang lebih sadar, terukur, dan bertanggung jawab dalam konsumsi, serta mengembalikan makna kepemilikan harta sebagai sarana ibadah dan kemaslahatan, bukan sekadar simbol status atau pemuas keinginan. Dengan demikian, frugal living tidak hanya penting sebagai pedoman dalam pengelolaan keuangan pribadi, tetapi juga sebagai dasar pembentukan karakter, keseimbangan sosial, dan orientasi hidup yang selaras antara kepentingan duniawi dan ukhrawi.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Frugal Living; Tafsir Shafwah at-Tafasir; Ali ash-Shabuni |
| Subjects: | Ethics of Consumption Al-Qur'an (Al Qur'an, Alquran, Quran) dan Ilmu yang Berkaitan > Tafsir Al-Qur'an |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir |
| Depositing User: | Rafi Daffa Musyaffa |
| Date Deposited: | 11 May 2026 08:22 |
| Last Modified: | 11 May 2026 08:22 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/131296 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



