Nazmulhakim, M. Dzikri (2026) Efektivitas bimbingan perkawinan calon pengantin oleh kantor urusan agama kecamatan Cisaat kabupaten Sukabumi berdasarkan surat edaran Dirjen Bimas Islam No 02 tahun 2024. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
COVER.pdf Download (201kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf Download (190kB) | Preview |
|
|
Text (SUKET BEBAS PLAGIASI)
Surat keterangan bebas plgiarisme dari prodi (Dzikri) (1).pdf Download (188kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
DAFTAR ISI.pdf Download (186kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf Download (643kB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (324kB) |
||
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (393kB) |
||
|
Text (BAB IV)
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (193kB) |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only Download (248kB) |
||
|
Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN (49).pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Bimbingan perkawinan merupakan upaya strategis Kementerian Agama dalam meningkatkan kualitas keluarga muslim dan menekan perceraian. Hal ini penting karena angka perceraian di Pengadilan Agama Sukabumi masih tinggi, yakni 780 perkara pada tahun 2024 meningkat dari 739 perkara pada 2023 Meskipun telah diwajibkan melalui Surat Edaran Dirjen Bimas Islam No. 02 Tahun 2024, pelaksanaannya masih menghadapi tantangan, terlihat dari jumlah peserta di KUA Cisaat yang relatif fluktuatif dari 762 (2022), 769 (2023), menjadi 695 (2024), 731 (2025). Oleh karena itu, diperlukan optimalisasi bimbingan perkawinan sebagai langkah preventif dalam menekan perceraian dan membentuk keluarga sakinah, mawaddah, warahmah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan program bimbingan perkawinan di KUA Kecamatan Cisaat, menganalisis hambatan yang dihadapi dalam kegiatan tersebut, serta menilai efektivitasnya dalam meningkatkan kesiapan calon pengantin membangun keluarga sakinah. Secara teoritis, Penelitian ini menggunakan teori Saddu Al-Dzari’ah yang dikemukakan oleh Ibnu Qayyim, yaitu upaya preventif dalam menutup jalan menuju kemudaratan, sebagai landasan filosofis bahwa bimbingan perkawinan menjadi sarana pencegahan terhadap keretakan rumah tangga. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis, dengan pendekatan yuridis empiris dan jenis data kualitatif. Sumber data primer diperoleh melalui wawancara dan observasi terhadap Kepala KUA, Penyuluh Agama Islam, penghulu, fasilitator, serta peserta bimwin. Sumber data sekunder bersumber dari dokumen resmi, literatur hukum Islam, dan keputusan Dirjen Bimas Islam terkait bimbingan perkawinan. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) pelaksanaan bimbingan perkawinan di KUA Kecamatan Cisaat telah berjalan sesuai pedoman Dirjen Bimas Islam, dengan tahapan kegiatan yang sistematis, narasumber kompeten, serta kolaborasi lintas instansi seperti Puskesmas, PLKB, dan Dinas Kesehatan. 2) Kendala pelaksanaan masih terkendala oleh faktor internal berupa keterbatasan waktu peserta dan kurangnya kesadaran akan pentingnya bimwin, serta faktor eksternal seperti persepsi masyarakat yang masih menganggap kegiatan ini sebagai formalitas administratif. 3) Efektivitas program ini cukup efektif dalam meningkatkan pemahaman calon pengantin tentang kehidupan berumah tangga, meskipun perlu peningkatan dalam aspek evaluasi dan tindak lanjut pasca bimbingan.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Bimbingan Perkawinan; KUA; Bimwin Catin |
| Subjects: | Private Law > Domestic Relations, Family Law, Marriage |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Program Studi Al-Ahwal Al-Syakhshiyah |
| Depositing User: | M. Dzikri Nazmulhakim |
| Date Deposited: | 13 May 2026 00:49 |
| Last Modified: | 13 May 2026 03:46 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/131325 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



