Amsyah, Afdhal Maulana (2026) Strategi pemberdayaan masyarakat melalui Leuit Si Jimat dalam optimalisasi Swasembada Pangan (Asset-Based Community Development di Ciptagelar). Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text
01_Cover.pdf Download (85kB) | Preview |
|
|
Text
02_Abstrak.pdf Download (89kB) | Preview |
|
|
Text
03_Bebas Plagiarisme.pdf Download (172kB) | Preview |
|
|
Text
04_Daftar Isi.pdf Download (97kB) | Preview |
|
|
Text
05_BAB 1.pdf Download (191kB) | Preview |
|
|
Text
06_BAB 2.pdf Restricted to Registered users only Download (392kB) | Request a copy |
||
|
Text
07_BAB 3.pdf Restricted to Registered users only Download (462kB) | Request a copy |
||
|
Text
08_BAB 4.pdf Restricted to Registered users only Download (104kB) | Request a copy |
||
|
Text
09_Daftar Pustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (264kB) | Request a copy |
||
|
Text
10_Lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Masyarakat adat Kasepuhan Ciptagelar merupakan komunitas yang mampu mempertahankan swasembada pangan melalui sistem pertanian tradisional berbasis kearifan lokal. Salah satu elemen penting dalam sistem tersebut adalah Leuit Si Jimat, yaitu lumbung padi induk yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan pangan, tetapi juga sebagai simbol budaya, sosial, dan spiritual masyarakat. Di tengah arus modernisasi dan perubahan sosial, keberlanjutan sistem ini menghadapi berbagai tantangan, sehingga diperlukan strategi pemberdayaan masyarakat yang mampu mengoptimalkan aset lokal secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemberdayaan masyarakat melalui Leuit Si Jimat dalam optimalisasi swasembada pangan di Kasepuhan Ciptagelar. Secara khusus, penelitian ini mengkaji tiga tahapan pemberdayaan, yaitu tahap penyadaran, tahap pengkapasitasan, dan tahap kemandirian masyarakat dalam menjaga keberlanjutan fungsi Leuit Si Jimat di Tengah dinamika perubahan sosial. Landasan teoretis dalam penelitian ini menggunakan teori pemberdayaan masyarakat dari Edi Suharto yang menekankan tiga tahapan utama, yaitu penyadaran, pengkapasitasan, dan kemandirian. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) yang berfokus pada pemanfaatan aset, potensi, dan kekuatan lokal sebagai dasar dalam proses pemberdayaan masyarakat. Pendekatan ini menempatkan masyarakat sebagai subjek utama dalam pembangunan yang berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pemberdayaan masyarakat di Kasepuhan Ciptagelar berlangsung secara bertahap dan berkelanjutan. Tahap penyadaran terlihat dari kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya Leuit Si Jimat adalah penyangga ketahanan pangan dan identitas budaya. Tahap pengkapasitasan diwujudkan melalui penguatan pengetahuan lokal, keterampilan pertanian tradisional, serta peran kelembagaan adat. Tahap kemandirian ditandai dengan kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri tanpa ketergantungan pada pihak luar. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa Leuit Si Jimat merupakan aset strategis yang mampu mendukung pemberdayaan masyarakat dan mewujudkan Swasembada pangan berbasis kearifan lokal. Pemberdayaan yang dilakukan secara bertahap melalui pendekatan ABCD terbukti efektif dalam memperkuat kemandirian masyarakat serta menjaga keberlanjutan sistem pangan tradisional di Tengah arus modernisasi.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | pemberdayaan masyarakat; Leuit Si Jimat; swasembada pangan; Asset Based Community Development |
| Subjects: | Communities > Structure Communities Customs of People |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam |
| Depositing User: | Afdhal Maulana Amsyah |
| Date Deposited: | 13 May 2026 01:55 |
| Last Modified: | 13 May 2026 01:55 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/131352 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



