Darsita, Darsita (2026) Analisis fenomena Fast Fashion perspektif ekosufisme Seyyed Hossein Nasr. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text
01_Cover.pdf Download (221kB) | Preview |
|
|
Text
02_Abstrak.pdf Download (200kB) | Preview |
|
|
Text
03_Keterangan bebas plagiarism.pdf Download (227kB) | Preview |
|
|
Text
04_Daftar Isi.pdf Download (168kB) | Preview |
|
|
Text
05_Bab 1.pdf Download (341kB) | Preview |
|
|
Text
06_Bab 2.pdf Restricted to Registered users only Download (419kB) | Request a copy |
||
|
Text
07_Bab 3.pdf Restricted to Registered users only Download (278kB) | Request a copy |
||
|
Text
08_Bab 4.pdf Restricted to Registered users only Download (468kB) | Request a copy |
||
|
Text
09-Bab 5.pdf Restricted to Registered users only Download (221kB) | Request a copy |
||
|
Text
10_Daftar Pustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (222kB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini dilatar belakangi oleh pesatnya pertumbuhan industri fast fashion yang memicu krisis ekologis, sosial, dan spiritual secara global. Industri ini dicirikan oleh produksi massal pakaian murah dengan siklus tren yang sangat cepat, yang mengakibatkan penumpukan limbah tekstil hingga 92 juta ton per tahun dan menyumbang 10% emisi karbon global. Selain dampak lingkungan, fast fashion mendorong budaya konsumerisme yang mengikis nilai-nilai spiritual dan menciptakan ketimpangan sosial melalui eksploitasi tenaga kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan fenomena fast fashion, memaparkan konsep ekosufisme Seyyed Hossein Nasr, dan menganalisis fenomena tersebut melalui perspektif ekosufisme Nasr. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian studi kepustakaan (library research). Data primer bersumber dari karya-karya Seyyed Hossein Nasr, khususnya yang membahas kritik terhadap materialisme dan konsep sacred science. Teknik analisis data menggunakan analisis isi kualitatif dengan kerangka interaksional-kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fast fashion merupakan manifestasi dari krisis metafisis manusia modern yang memisahkan dimensi transenden dari alam. Dalam perspektif ekosufisme Nasr, fenomena ini dipandang sebagai bentuk desakralisasi alam, di mana alam tidak lagi dianggap sebagai amanah Ilahi melainkan komoditas ekonomi semata. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kegagalan manusia dalam menjalankan peran sebagai khalifah telah memicu kerusakan lingkungan dan krisis moral. Sebagai alternatif, konsep slow fashion ditemukan memiliki kesesuaian dengan prinsip ekosufisme seperti zuhud (kesederhanaan) dan qana’ah (kepuasan diri) untuk memulihkan keseimbangan antara manusia, alam, dan Tuhan.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Additional Information: | tidak ada lampiran |
| Uncontrolled Keywords: | Fast Fashion; Ekosufisme; Seyyed Hossein Nasr; Konsumerisme; Krisis Lingkungan. |
| Subjects: | Islam Islam > Sufi Orders Ecology Ecology > Forest Ecology Ecology > Urban Ecology Ecology > Aquatic Ecology and Freshwater Ecology |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi |
| Depositing User: | Darsita Darsita Idi |
| Date Deposited: | 25 May 2026 07:59 |
| Last Modified: | 25 May 2026 07:59 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/131374 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



