Ramadhanty, Tasya Nabila (2026) Ketegangan peran ibu berstatus warga binaan pemasyarakatan dalam pola asuh anak di rutan kelas II B Garut. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati.
|
Text
1_COVER.pdf Download (41kB) | Preview |
|
|
Text
2_abstrak.pdf Download (200kB) | Preview |
|
|
Text
3_skbebasplagiarism.pdf Download (330kB) | Preview |
|
|
Text
4_daftarisi.pdf Download (306kB) | Preview |
|
|
Text
5_bab1.pdf Download (357kB) | Preview |
|
|
Text
6_bab 2.pdf Restricted to Registered users only Download (369kB) | Request a copy |
||
|
Text
7_bab 3.pdf Restricted to Registered users only Download (238kB) | Request a copy |
||
|
Text
8_bab 4.pdf Restricted to Registered users only Download (586kB) | Request a copy |
||
|
Text
9_bab5.pdf Restricted to Registered users only Download (205kB) | Request a copy |
||
|
Text
10_daftarpustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (422kB) | Request a copy |
||
|
Text
11_lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (950kB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran orang tua sebagai fondasi dalam tumbuh kembang anak, yang dapat terputus ketika seorang ibu harus menjalani masa hukuman dan situasi penahanan. Kondisi penahanan menciptakan keterbatasan fisik, ruang dan waktu dengan aturan sistem pemasyarakatan. Adanya pembatasan pada ibu menghambat fungsi pengasuhan secara langsung, sehingga menimbulkan tekanan, perasaan bersalah, kecemasan pada ibu yang berstatus Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) perempuan. Penelitian ini mengangkat masalah adanya ketidakseimbangan antara tuntutan struktur sosial yang ada pada masyarakat terhadap peran ideal seorang ibu dengan realitas kondisi penahanan dengan keterbatasan fisik dalam Rutan yang memicu ketegangan (strain) peran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan ketegangan peran yang dialami oleh ibu berstatus warga binaan pemasyarakatan serta mengidentifikasi pola pengasuhan yang dijalankan oleh ibu berstatus warga binaan pemasyarakatan kepada anaknya di Rutan Kelas II B Garut. Penelitian ini menggunakan teori ketegangan (strain theory) dari Robert K Merton yang menjelaskan ketegangan (strain) muncul akibat adanya ketidaksesuaian antara tujuan budaya (cultural goals) dan sarana yang dilembagakan (institutional means). Dalam konteks ini, WBP perempuan tetap memiliki tujuan untuk menjalankan peran sebagai ibu, namun keterbatasan kondisi penahanan membuat mereka harus melakukan berbagai bentuk adaptasi dalam menjalankan fungsi pengasuhan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Sumber data penelitian ini diambil dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara berupa data primer, data yang berasal dari informan kunci dan informan pangkal dan data sekunder didapatkan melalui sumber pustaka dan dokumen pendukung. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dampak ketegangan peran muncul dalam bentuk respon emosional berupa perasaan bersalah yang mendalam serta gangguan kesehatan fisik akibat tekanan psikis. Berdasarkan perspektif Merton, para informan melakukan adaptasi tipe conformity (konformitas) dan innovation (inovasi). Pola pengasuhan berubah dari langsung menjadi pengasuhan jarak jauh melalui fasilitas telepon (Wartelsuspas), sementara fungsi pengasuhan fisik dialihkan sepenuhnya kepada nenek sebagai pengasuh pengganti. Berdasarkan karakteristik pola asuh, ditemukan variasi pola asuh yang diterapkan yaitu authoritative, authoritarian, dan permissive.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Ketegangan Peran; Ibu berstatus WBP; Pola Asuh; Strain Theory; |
| Subjects: | Social Groups > Gender Culture and Institutions > Family |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Sosiologi |
| Depositing User: | Tasya Nabila Ramadhanty |
| Date Deposited: | 20 May 2026 07:08 |
| Last Modified: | 20 May 2026 07:08 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/131698 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



